Showing posts sorted by relevance for query cara-menarik-minat-siswa-pada-mata-pelajaran. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query cara-menarik-minat-siswa-pada-mata-pelajaran. Sort by date Show all posts

Monday, 12 August 2019

Jadi Berakal Cara Menarik Minat Siswa Pada Mata Pelajaran Tertentu


Seorang guru tentu sudah banyak membaca wacana matematika atau lainnya.

Namun walaupun sudah banyak membaca segudang teori, pelaksanaannya tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kata guru aku “sesulit membalikkan telapak kaki”. Karena siswa yang dihadapi yaitu siswa yang hidup ditengah berkembangnya teknologi yang semakin hari semakin menjadi-jadi. Sehingga dapat jadi siswa lebih tahu terhadap ilmu tertentu, terang dari banyak sekali sumber yang ada disekitarnya.

Pada tingkat pendidikan tertentu, mata pelajaran sudah diatur sedemikian rupa untuk banyak sekali disiplin ilmu menyerupai yang tertuang dalam kurikulum pendidikan nasional.

Namun kenyataan yang terjadi, banyak siswa yang tidak menyukai mata pelajaran tertentu. Baik itu alasannya sulit dimengerti, terlalu banyak rumus, banyak menghafal, dan lain-lain. Yang niscaya menciptakan kepala pusing 70 keliling. Bisa jadi faktor utama penyebab siswa tidak menyukai pelajaran tersebut alasannya faktor guru yang memegang kendali pembelajaran di dalam kelas.

Karena itulah, mungkin berikut ini dapat menjadi rujukan sebagai pola koreksi diri dalam meningkatkat minat berguru siswa:

1. Bereksperimen


Guru yang andal dan cendekia yaitu mereka yang dapat mencari solusi atas persoalan yang dihadapi sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Dengan begitu, dikala guru mengajar dikala itulah guru juga belajar.

2. Memikat siswa


Jika siswa sudah tertarik kepada guru (dalam arti positifnya) insya Allah siswa juga akan menyukai mata pelajarannya

3. Menjadi seniman


Seorang guru selalu memperlihatkan yang terbaik dalam setiap pembelajaran kepada siswa, indah dan menarik dalam perhatian siswa. Gampangnya, guru harus lebih kreatif dalam berakting didepan kelas meski itu pelajaran yang sulit.

4. Memiliki media belajar


Media berguru sangat diharapkan dalam pembelajaran. Media berguru tidak harus yang modern menyerupai laptop, proyektor. Tapi juga dapat dari sesuatu yang sangat sederhana menyerupai beling mata, jam tangan, sepatu, kertas warna, dan masih banyak lagi. Dalam artian, media berguru diharapkan biar siswa lebih dapat memahami dan menyukai pelajaran tersebut.

Bagaimana? Simple kan? Jika siswa hidup dilingkungan kekinian, maka guru juga mengikuti arus kekinian juga biar acara pembelajaran dapat lebih maksimal.

Referensi: www.gurusd.net

Monday, 4 February 2019

Jadi Arif Implementasi Pembelajaran Tematik Pada Kurikulum 2013 Terpadu


Pembelajaran yang memakai tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga sanggup menawarkan pengalaman bermakna kepada siswa. Tema berperan sebagai pemersatu acara pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dengan membuat/ mengangkat sebuah tema yang sanggup mempersatukan indikator dari mata pelajaran: Agama, BI, IPS PPKn, IPA, Seni-Budaya, Penjas Orkes

Ciri-Ciri Pembelajaran Tematik
Berpusat pada anak; Memberikan pengalaman langsung; Pemisahan antar mata pelajaran tidak nampak; Menyajikan konsep dari beberapa mata pelajaran dalam satu PBM; Bersifat luwes; dan Hasil pembelajaran sanggup berkembang sesuai dg minat dan kebutuhan anak.

Langkah Penyusunan Perangkat Tematik
Memilih dan Menetapkan tema; Melakukan analisis SKL, KI, Kompetensi Dasar, Dan MEMBUAT indikator; Melakukan pemetaan kekerabatan KD, Indikator dg tema satu tahun; Membuat jaringan KD, indikator; Melakukan penyusunan silabus Tematik; dan Menyusun RPP Tematik

Kelompok A merupakan mata pelajaran yang menawarkan orientasi kompetensi lebih kepada aspek kognitif dan afektif sedangkan kelompok B ialah mata pelajaran yang lebih menekankan pada aspek afektif dan psikomotor.

Integrasi Kompetensi Dasar IPA dan IPS didasarkan pada keterdekatan makna dari konten Kompetensi Dasar IPA dan IPS dengan konten Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, PPKn, Bahasa Indonesia, Matematika, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang berlaku untuk kelas I, II, dan III. Sedangkan untuk kelas IV, V dan VI, Kompetensi Dasar IPA dan IPS bangkit sendiri dan kemudian diintegrasikan ke dalam tema-tema yang ada untuk kelas IV, V dan VI.

Prosentase Penyajian


Alokasi waktu yang tersedia dimaksudkan biar guru tidak terfokus pada salah satu mata pelajaran
Diperhatikan alokasi waktu per ahad komulatif.
Setiap hari di rasionalkan selalu memadukan banyak sekali mata pelajaran dengan tema sebagai pemersatu

Beban Belajar


Beban berguru dinyatakan dalam jam berguru setiap ahad untuk masa berguru selama satu semester. Beban berguru di SD/MI kelas I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk kelas IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam berguru SD/MI ialah 35 menit

Apakah Pembelajaran Tematik?


Pembelajaran tematik merupakan pembelajaran yang dilakukan melalui Tema sebagai pemersatu, sebagai sentra perhatian yang dipergunakan untuk memahami tanda-tanda dan konsep

Kekuatan Pembelajaran Tematik


  1. Memberikan pengalaman dan KBM yg relevan dg tingkat perkembangan dan kebutuhan anak
  2. Menyenangkan, lantaran bertolak dari minat dan kebutuhan anak
  3. Hasil berguru sanggup bertahan usang lantaran lebih berkesan dan bermakna
  4. Mengembangkan keterampilan berpikir anak sesuai dengan permasalahan yg dihadapi
  5. Menumbuhkan keterampilan sosial dalam bekerjasama
  6. Memiliki sikap toleransi, komunikasi dan tanggap terhadap gagasan orang lain
  7. Menyajikan acara yang bersifat pragmatis sesuai dg permasalahan yg ditemui

Pembelajaran Tematik


Dilaksanakan dengan memakai prinsip pembelajaran terpadu dari beberapa mata pelajaran melalui tema sebagai pemersatu

Pembelajaran terpadu berorientasi pada praktek berguru yang melibatkan beberapa mata pelajaran sesuai dengan kebutuhan anak

Prinsip Pemilihan Tema


  1. Tema tidak terlalu luas
  2. Tema bermakna
  3. Harus sesuai dengan tingkat perkembangan anak
  4. Mampu mewadahi sebag. besar minat anak
  5. Mempertimbangkan kejadian otentik
  6. Mempertimbangkan kurikulum yang berlaku dan cita-cita masyarakat
  7. Mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar

Tujuan Pemilihan Tema


  1. Mudah memusatkan perhatian pada satu topik
  2. Mempelajari dan mengembangkan banyak sekali mata pelajaran dalam tema yg sama
  3. Pemahaman terhadap materi lebih mendalam dan berkesan
  4. Mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dg mengaitkan banyak sekali mata pelajaran dg pengalaman pribadi anak
  5. Belajar lebih garang lantaran sanggup berkomunikasi dalam situasi nyata
  6. Lebih mencicipi manfaat dan makna belajar
  7. Guru sanggup menghemat waktu
  8. Budi pekerti dan budpekerti anak sanggup ditumbuhkan

Karakteristik Perkembangan Anak


  1. Pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan, telah bisa mengontrol badan dan keseimbangannya, sanggup melompat dengan kaki secara bergantian, sanggup mengendarai sepeda roda dua, sanggup menangkap bola, koordinasi tangan dan mata telah berkembang, telah mulai berkompetisi dengan sobat sebaya, memiliki sahabat, bisa berbagi, dan mandiri.
  2. Perkembangan emosi: Telah sanggup mengekspresikan reaksi terhadap orang lain, telah sanggup mengontrol emosi, sudah bisa berpisah dengan orang bau tanah dan telah mulai berguru wacana benar dan salah
  3. Perkembangan kecerdasan: Ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melaksanakan seriasi, mengelompokkan obyek, berminat terhadap angka dan tulisan, meningkatnya perbendaharaan kata, bahagia berbicara, memahami alasannya ialah tanggapan dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu

Cara Anak Belajar


  1. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret
  2. Anak mulai memperlihatkan sikap berguru sebagai berikut:
    • Mulai memandang dunia secara objektif, bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak,
    • Mulai berpikir secara operasional,
    • Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda,
    • Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan, prinsip ilmiah sederhana, dan mempergunakan kekerabatan alasannya ialah akibat, dan
    • Memahami konsep substansi, volume zat cair, panjang, lebar, luas, dan berat

Ciri Belajar Anak


  1. Konkrit; Proses berguru beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang sanggup dilihat, didengar, dibaui, diraba, dan diotak atik
  2. Integratif; Anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan, mereka belum bisa memilah-milah konsep dari banyak sekali disiplin ilmu
  3. Hierarkis; Anak berguru berkembang secara sedikit demi sedikit mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks

Belajar dan Pembelajaran Bermakna


  1. Belajar merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, dan kepandaian yang bersifat menetap dalam tingkah laris yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman.
  2. Pembelajaran ialah proses interaksi antar anak dengan anak, anak dengan sumber berguru dan anak dengan pendidik.
  3. Kegiatan pembelajaran bermakna jikalau dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan menawarkan rasa aman, bersifat individual dan kontekstual, anak mengalami eksklusif yang dipelajarinya

Keuntungan Pembelajaran Tematik


  1. Siswa gampang memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu,
  2. Siswa bisa mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai
  3. Kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama;
  4. Pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
  5. Kompetensi dasar sanggup dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan mata pelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa;
  6. Siswa bisa lebih mencicipi manfaat dan makna berguru lantaran materi disajikan dalam konteks tema yang jelas;
  7. Siswa lebih garang berguru lantaran sanggup berkomunikasi dalam situasi nyata, untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari mata pelajaran lain;
  8. Guru sanggup menghemat waktu lantaran mata pelajaran yang disajikan sanggup dipersiapkaan sekaligus

Ciri khas pembelajaran tematik:


  1. Pengalaman dan acara berguru sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar;
  2. Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa;
  3. Kegiatan berguru akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil berguru sanggup bertahan lebih lama;
  4. Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa;
  5. Mengembangkan keterampilan sosial siswa, menyerupai kerjasama, toleransi, komunikasi, dan tanggap terhadap gagasan orang lain

Manfaat pembelajaran tematik:


Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan, lantaran tumpang tindih materi sanggup dikurangi bahkan dihilangkan, Siswa bisa melihat hubungan-hubungan yang bermakna alasannya ialah isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat, bukan tujuan akhir,

Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan menerima pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah. Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat,

Implikasi bagi Guru


Guru harus kreatif baik dalam menyiapkan kegiatan/pengalaman berguru bagi anak, juga dalam menentukan kompetensi dari banyak sekali mata pelajaran dan mengaturnya biar pembelajaran menjadi lebih bermakna, menarik, menyenangkan dan utuh

Implikasi bagi Siswa


Siswa harus siap mengikuti acara pembelajaran yang dalam pelaksanaannya dimungkinkan untuk bekerja baik secara individual, pasangan, kelompok kecil ataupun klasikal; Siswa harus siap mengikuti acara pembelajaran yang bervariasi secara aktif contohnya melaksanakan diskusi kelompok, mengadakan penelitian sederhana, dan pemecahan masalah

Pelaksanaan Pembelajaran tematik


  1. Memerlukan banyak sekali sarana dan prasarana belajar
  2. Memanfaatkan banyak sekali sumber belajar
  3. Mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran yang bervariasi
  4. masih sanggup memakai buku asuh yang sudah ada dikala ini untuk masing-masing mata pelajaran dan dimungkinkan pula untuk memakai buku embel-embel khusus yang memuat materi asuh yang terintegrasi

Implikasi terhadap Pengaturan Ruangan


  1. Ruang perlu ditata diadaptasi dengan tema yang sedang dilaksanakan.
  2. Susunan dingklik penerima didik sanggup berubah-ubah diadaptasi dengan keperluan pembelajaran yang sedang berlangsung
  3. Peserta didik tidak selalu duduk di kursi tetapi sanggup duduk di tikar/karpet
  4. Kegiatan hendaknya bervariasi dan sanggup dilaksanakan baik di dalam kelas maupun di luar kelas
  5. Dinding kelas sanggup dimanfaatkan untuk memajang hasil karya penerima didik dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar
  6. Alat, sarana dan sumber berguru hendaknya dikelola sehingga memudahkan penerima didik untuk memakai dan menyimpannya kembali.

Menentukan Tema


Cara pertama; Mempelajari SKL , KI dan kompetensi dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran, dilanjutkan dengan menetapkan tema yang sesuai

Cara kedua; Menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan, untuk menentukan tema tersebut, guru sanggup berhubungan dengan penerima didik sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan anak

Prinsip Penentuan Tema


  1. Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa: a) Dari yang termudah menuju yang sulit; b) Dari yang sederhana menuju yang kompleks; c) Dari yang faktual menuju ke yang abstrak.
  2. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri siswa
  3. Ruang lingkup tema diadaptasi dengan usia dan perkembangan siswa, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya

Lakukan identifikasi dan analisis untuk setiap SKL, KI, KD dan indikator yang cocok untuk setiap tema sehingga semua kompetensi, kompetensi dasar dan indikator tersajikan semuanya

Hubungkan kompetensi dasar dan indikator dengan tema sebagai pemersatu sehingga akan terlihat kaitan antara tema, kompetensi dasar dan indikator dari setiap mata pelajaran. Jaringan tema ini sanggup dikembangkan sesuai dengan alokasi waktu setiap tema.

Sunday, 24 February 2019

Jadi Pintar Jenis Dan Cara Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana Ra Tk Paud Doc


Dalam dunia pendidikan, media pembelajaran memiliki peranan penting dalam acara berguru mengajar. Pendidik seharusnya memperhatikan wacana pemanfaatan media dalam setiap acara pembelajaran, dengan mempelajari bagaimana cara menetapkan media pembelajaran supaya sanggup mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses berguru mengajar. Realitanya media pembelajaran sering terabaikan dengan alasan: terbatasnya waktu untuk menciptakan persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Agar proses berguru mengajar mudah, efisiensi dan konsentrasi berguru meningkat, seorang pendidik harus menentukan serta memakai media yang sempurna dan berelevansi dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Media pembelajaran tidak harus mahal, dalam acara berguru mengajar yang diharapkan ialah tercapainya tujuan pembelajaran. Makara sesederhana mungkin media pembelajaran sanggup digunakan sebagai sarana mencapai tujuan pembelajaran. Oleh alasannya itu, pemakalah akan menjelaskan wacana pembuatan media pembelajaran sederhana.

Macam - Macam Media Pembelajaran Sederhana


Dilingkungan kita, terdapat banyak benda yang sanggup dijadikan sebagai media pembelajaran sederhana. Hal ini hanya membutuhkan kreatifitas dari seorang pendidik, untuk mengubah benda tersebut menjadi media tertentu supaya sanggup membantu tercapainya tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa macam media pembelajaran sederhana, yaitu:

a. Gambar
Gambar yang dimaksud disini termasuk foto, lukisan / gambar, dan sketsa ( gambar garis). Tujuan utama penampilan banyak sekali jenis gambar ini ialah untuk memvisualisasikan konsep yang ingin di sampaikan kepada siswa.
  1. Gambar jadi; Gambar jadi sanggup diambil dari majalah, brosur, selebaran, dan lain-lain yang sanggup digunakan dalam proses pembelajaran.
  2. Gambar Garis (sketsa); Ciri untama dalam menciptakan gambar garis, yaitu adanya objek, aksi, atau situasi yang ingin dilukiskan. Dengan gambar garis siswa akan memahami pembelajaran melalui sketsa gambar.
  3. Gambar diam; Media gambar membisu ialah media visual berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi, misalnya: foto, gambar, peta.
  4. Gambar fotografi; Gambar fotografi diperoleh dari beberapa sumber, contohnya dari surat kabar, lukisan, kartun, ilustrasi, foto yang diperoleh dari banyak sekali sumber tersebut sanggup digunakan oleh guru secara efektif dalam acara berguru mengajar dengan tujuan tertentu. Terdapat lima criteria yang harus diperhatikan antara lain:
    • Gambar fotografi itu harus cukup memadai.
    • Gambar-gambar itu harus memenuhi persyaratan artistic yang bermutu.
    • Gambar fotografi untuk tujuan pengajaran harus cukup besar dan jelas.
    • Validitas gambar, yaitu apakah gambar itu benar atau tidak.
    • Memikat perhatian anak, ini cenderung kepada hal-hal yang diamatinya, misalnya, binatang, kereta api, kapal terbang dan sebagainya.

b. Peta dan Globe
Peta dan globe berfungsi untuk menyajikan data-data lokasi, seperti: keadaan permukaan (bumi, daratan, sungai sungai, gunung-gunung), dan tempat- tempat serta arah dan jarak. Kelebihan lain dari peta dan globe, dalam acara berguru mengajar adalah:
  1. Memungkinkan siswa mengerti posisi dari kesatuan politik, kawasan kepulauan dan lain lain;
  2. Merangsang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruh- dampak geografis;
  3. Memungkinkan siswa memperoleh citra wacana imigrasi dan distribusi penduduk, tumbuh- tumbuhan dan kehidupan hewan, serta bentuk bumi yang sebenarnya.

c. Grafik
Sebagai suatu media visual, grafik ialah penggambaran data berangka, bertitik yang memperlihatkan relasi timbal balik sehingga membentuk informasi. Fungsi grafik ialah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti dan menerangkan perkembangan. Ada beberapa macam grafik, antara lain:
  1. Grafik batang, dibentuk dengan memakai batang sebagai citra kelompok data secara vertical atau horizontal.
  2. Grafik garis; Grafik garis digunakan untuk melukiskan kecederungan – kecenderungan dan menghubungkan dua kelompok data, yang di dasarkan kepada dua skala pada sudut tegak lurus. Misalnya, grafik itu sanggup memperlihatkan relasi tekanan dan temperatur kalau volume gas di jaga supaya tetap konstan.
  3. Grafik lingkaran; Grafik bulat digunakan untuk menggambarkan informasi mengenai porsi (alokasi) penggunaan dana yang tersedia. Jumlah persentase keseluruhan segmen ialah 100%.
  4. Grafik gambar; Grafik gambar merupakan bentuk alternatif dari grafik batang yang digunakan untuk melukiskan nilai. Untuk mempermudah pemahaman dan menghindari kebingungan, sebaiknya nilai setiap rangkaian gambar dicantumkan.

d. Papan Tulis
Papan tulis dan whiteboard merupakan salah satu media penyajian untuk pembelajaran. Media ini digunakan untuk penyajian goresan pena atau sketsa gambar dengan memakai kapur atau spidol.

e. Papan Flanel
Papan flanel merupakan media visual yang efektif untuk menyajikan pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini sanggup dilipat dan praktis. Gambar-gambar yang sanggup dipasang dan dilepas dengan mudah, sehingga sanggup digunakan berkali-kali. [13]

f. Display
Display sanggup dibentuk sebagai media pembelajaran sederhana dengan cara pertama, menentukan gambar yang sesuai dengan mata pelajaran. Kedua, gambar-gambar tersebut pribadi ditempelkan pada papan bulletin dengan mengunakan paku payung. [14]

g. Relia
Media relia ialah benda nyata, yang tidak harus dihadirkan di ruang kelas tetapi siswa sanggup melihat pribadi ke objek, sehingga sanggup memperlihatkan pengalaman faktual kepada siswa. Contoh: Mempelajari keanekaragaman mahluk hidup. [15]

h. Poster
Poster merupakan penggambaran yang ditujukan sebagai pemberitahuan, peringatan, maupun menarik perhatian dengan menyatukan gambar, warna, tulisan, dan kata-kata. Poster yang baik harus dinamis, menonjolkan kualitas. Poster harus sederhana tidak memerlukan pemikiran bagi pengamat secara rinci, harus cukup berpengaruh untuk menarik perhatian, bila tidak, akan hilang kegunaanya.

i. Bagan (Chart)
Bagan merupakan presentasi berupa gambar grafis yang menginformasikan hubungan-hubungan. Misalnya: kronologis, jumlah, dan hierarki. Sebagai media yang baik, skema haruslah: sanggup dimengerti, sederhana dan lugas, serta memiliki daya tarik. Terdapat beberapa macam chart atau bagan, antara lain:
  1. Bagan Pohon ( Tree Chart ); Bagan pohon menyerupai sebuah pohon terdiri dari batang, cabang-cabang, dan ranting-ranting. Sesuai dengan namanya, skema pohon dikembangkan dari dasar yang terdiri atas beberapa akar menuju batang tunggal
  2. Bagan Chart Klasifikasi digunakan untuk menjelaskan atau mengelompokkan objek, insiden dan taksonomi.
  3. Bagan Garis Waktu, menunjukan relasi kronologis antara peristiwa-peristiwa yang terjadi. Garis waktu amat bermanfaat untuk meringkaskan urutan waktu dari serangkaian peristiwa.
  4. Bagan Alir ( Flowchart ) ialah skema proses yang memperlihatkan suatu urutan, proseddur atau aliran proses.

j. Herbarium
Herbarium ialah koleksi atau pola tumbuhan yang telah dikeringkan atau diawetkan, diklarifikasi, dan direkatkan pada kertas dengan keterangan tertentu.

Cara Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana


Dalam proses pembelajaran, pendidik sanggup menciptakan sendiri media pembelajaran sederhana yang sanggup berupa gambar atau foto. Menurut Oemar Hamalik (1994:67-68) sebelum menciptakan media gambar terlebih dahulu memperhatikan keaslian gambar, kesederhanaan, bentuk item, dan artistik.

Selengkapnya sanggup anda download pada link dibawah ini:

Jenis dan Cara Pembuatan Media Pembelajaran Sederhana RA Taman Kanak-kanak PAUD doc

Media gambar sebagai bab dari media pembelajaran sederhana sering dipergunakan alasannya nilai irit dan kepraktisannya. Guru sanggup menciptakan sendiri media gambar ini atau membeli. Untuk membeli media gambar yang cantik tentu harganya relatif mahal dibanding menciptakan sendiri media gambar tersebut. Media gambar sanggup dibentuk dengan bermacam-macam variasi pembuatan. Bahan-bahan yang dipergunakan dalam pembuatan media gambar sanggup berupa kertas, papan triplek, gabus, dan kain.