Showing posts sorted by relevance for query materi-pelajaran-matematika-kelas-6. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query materi-pelajaran-matematika-kelas-6. Sort by date Show all posts

Friday, 28 December 2018

Lebih Cendekia Bahan Pelajaran Matematika Kelas 6 Semester 2 Sd/Mi Lengkap

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Berikut bahan pembelajaran untuk bidang studi / bahan pelajaran Matematika untuk kelas VI semester II (genap) SD/MI selengkapnya:


A. Menyederhanakan dan Mengurutkan Pecahan
B. Mengubah Bentuk Pecahan ke Desimal atau Sebaliknya
C. Menentukan Nilai Pecahan dari Suatu Bilangan atau Kuantitas Tertentu
D. Melakukan Operasi Hitung yang Melibatkan Berbagai Bentuk Pecahan
E. Memecahkan Masalah dengan Menggunakan Skala
Ayo Berlatih 5


A. Menggambar Letak Benda pada Denah
B. Mengenal Koordinat Posisi Sebuah Benda
C. Menentukan Posisi Titik dalam Sistem Koordinat Kartesius
Ayo Berlatih 6


A. Penyajian Data
B. Menentukan Rata-rata Hitung dan Modus
C. Mengurutkan Data Termasuk Nilai Tertinggi dan Terendah
D. Menafsirkan Hasil Pengolahan Data
Ayo Berlatih 7
Ayo Berlatih Akhir Semester 2
Glosarium
Indeks
Daftar Pustaka
Kunci Jawaban

Materi MTK SD/MI kelas 6 semester II sanggup dipelajari selengkapnya di sini : Materi Pelajaran Matematika Kelas 6 Semester 1 SD/MI Lengkap

Tuesday, 1 October 2019

Jadi Pintar Perbandingan Taktik Think-Talk-Write Dengan Ekspositori


Saat ini pemerintah sedang menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. KTSP merupakan kurikulum berorientasi pada pencapaian kompetensi. Sanjaya, (2008 : 127) menyatakan bahwa tujuan KTSP disini ialah meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif dalam berbagi kurikulum, mengelola dan berbagi sumber daya yang tesedia.

Perubahan KTSP membawa perubahan dalam pembelajaran di kelas. Dalam KTSP proses pembelajaran lebih menekankan pada keaktifan siswa dibandingkan dengan tugas guru. Guru lebih berperan sebagai fasilitator, motivator dan dinamisator, sehingga dalam setiap proses pembelajaran guru diharapkan sanggup membuat pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan, yang akan bermuara pada peningkatan prestasi mencar ilmu peserta didik. Menurut Mulyasa, (2007 : 39), terutama prestasi pada pelajaran matematika yang membutuhkan pemikiran yang kuat dalam pemahamannya.

Belajar merupakan suatu proses yang kompleks yang terjadi pada setiap orang. Proses mencar ilmu biasanya ditandai dengan adanya perubahan tingkah laris pada diri orang itu. Belajar sanggup dilakukan dimana saja dan kapan saja, proses mencar ilmu yang diselenggarakan secara formal biasanya dilakukan disekolah. Di sekolah interaksi antara guru, siswa dan lingkungan sekolah juga sanggup menentukan keberhasilan dalam proses belajar.

Itulah sebabnya kegiatan guru dalam proses pembelajaran harus sanggup membuat proses mencar ilmu mengajar yang berdaya guna, salah satunya ialah kegiatan dalam merencanakan proses mencar ilmu mengajar ibarat menetapkan metode yang sempurna dalam proses mencar ilmu mengajar. Hal ini sesuai dengan pendapat Dimyati dan Moejiono (1994:3) yang menyampaikan bahwa metode mengajar ialah alat untuk mencapai tujuan. Hal ini tidak lepas dari pentingnya seorang guru sebagai tenaga pendidik dalam menentukan metode mengajar yang sesuai dan penggunaannya harus diubahsuaikan dengan materi yang akan disampaikan, sehingga penggunaannya sanggup dikatakan efektif dan efisien dalam upaya tercapainya tujuan pembelajaran.

Matematika sebagai salah satu pembelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian siswa. Kesulitan ini tidak hanya pada materi yang diterima siswa tetapi mungkin penggunaan metode mengajar yang kurang tepat. Untuk itu guru dalam mengajar matematika dituntut untuk memakai metode yang dirasa sempurna atau sesuai. Di samping itu keterlibatan siswa secara aktif dalam berfikir atau kemampuan memecahkan problem yang merupakan tujuan dari pembelajaran.

Keberhasilan proses mencar ilmu mengajar sangat ditentukan oleh taktik pembelajaran yang dipilih oleh seorang guru. Oleh alasannya itu, seorang guru harus menguasai banyak sekali taktik pembelajaran dengan baik. Motif dan gairah mencar ilmu pada peserta didik harus selalu sanggup dibangkitkan, dipupuk dan dikembangkan. Sehingga, dalam mencar ilmu peserta didik tidak jenuh dan sanggup mencicipi pentingnya materi yang disampaikan.

Banyak faktor yang menghipnotis keberhasilan dalam proses mencar ilmu mengajar matematika. Di antaranya ialah tujuan, materi pelajaran, taktik pembelajaran, metode pembelajaran, media dan penilaian (Sanjaya, 2006: 58). Dari beberapa komponen tersebut, ada satu komponen yang sangat menentukan dalam proses mencar ilmu mengajar yaitu metode atau taktik pembelajaran.

Penggunaan taktik yang baik dan benar akan besar lengan berkuasa baik terhadap proses mencar ilmu mengajar dan kemampuan peserta didik dalam memahami mata pelajaran khususnya matematika sehingga memungkinkan tercapainya prestasi mencar ilmu yang gemilang bagi pesereta didik.

Salah satu taktik penbelajaran yang dipakai di sekolah ialah taktik pembelajaran Think-Talk-Write (TTW). Strategi pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) mengajak siswa dalam acara berpikir, berbicara, dan menuliskan materi yang ia pelajari dengan bahasa yang ia konstruk sendiri. Aktivitas berpikir sanggup dilihat dari kegiatan membaca. Wiederhold (dalam Yamin dan Antasari, 2009: 84) menyatakan bahwa kemampuan membaca, dan membaca secara komprehensif (reading comprehension) secara umum dianggap berpikir, mencakup membaca baris-demi baris (reading the lines) atau membaca yang penting saja (reading between the lines). Fase berkomunikasi (talk) pada taktik ini memungkinkan siswa untuk terampil berbicara. Dan fase yang terakhir yakni ”write”, siswa menuliskan hasil dari bacaan dan diskusi sebelumnya. Aktivitas menulis berarti mengkonstruksi ide, lantaran sehabis berdiskusi atau berdialog antar teman dan kemudian mengungkapkannya melalui goresan pena (Yamin dan Antasari, 2009: 84).

Selain TTW, taktik pembelajaran yang biasa dilakukan oleh ialah taktik ekspositori. Strategi pembelajaran ekspositori ialah taktik pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari seorang guru kepada sekelompok siswa dengan maksud biar siswa sanggup menguasai materi pelajaran secara optimal (Sanjaya, 2009:179). Keunggulan dalam pembelajaran ekspositori guru sanggup mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, pembelajaran ini juga dianggap paling efektif apabila materi yang harus dikuasai cukup luas, dalam pembelajaran ini siswa selain sanggup mendengar melalui penutur ihwal materi juga sekaligus sanggup melihat/observasi dan taktik pembelajaran ekspositori sanggup dipakai dalam jumlah siswa besar dan ukuran kelas besar.
Dalam mata pelajaran Matematika, pokok bahasan faktorisasi bentuk aljabar merupakan bahasan terapan yang sangat bermanfaat dalam mengolah dan menyajikan suatu isu atau data. Penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari menarik untuk diperluas lagi dengan memahamkan kepada siswa. Siswa sanggup mengaitkannya dengan kehidupan mereka di dalam maupun di luar kelas, sehingga taktik Think-Talk-Write (TTW) sanggup diterapkan dalam pokok bahasan ini.

Dalam taktik think-talk-write (TTW) tidak hanya berbagi kemampuan matematik anak tetapi juga kemampuan komunikasi baik verbal maupun tulisan. Strategi ini menempatkan siswa lebih banyak mencar ilmu sendiri, berbagi kekreatifan dalam memecahkan masalah, siswa betul-betul ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Tugas guru ialah menentukan problem yang perlu dilontarkan kepada siswa untuk dipecahkan. Tugas berikutnya dari guru ialah membimbing mencar ilmu siswa dalam rangka pemecahan masalah.
Berikut ini akan diberikan citra ihwal proses pelaksanaan pembelajaran matematika dengan memakai taktik think-talk-write (TTW) pada sub materi pokok garis singgung komplotan dua bulat yang terdiri dari garis singgung komplotan dalam dua bulat dan garis singgung komplotan luar dua lingkaran.

A. Pendahuluan - Menyiapkan problem yang akan dipecahkan oleh siswa

  • Guru : Pada kegiatan ini guru mengingatkan siswa ihwal materi pelajaran sebelumnya (membahas PR), memotivasi siswa, memberikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan taktik yang akan digunakan, menyiapkan setting kelas dan alat-alat yang dibutuhkan serta membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok yang beranggotakan heterogen, serta membagikan Lembar Kerja Siswa(LKS) yang akan dipecahkan siswa ihwal garis singgung komplotan dalam dua bulat dan garis singgung komplotan luar dua lingkaran.
  • Siswa : Pada kegiatan ini siswa menjawab pertanyaan guru terkait materi pelajaran sebelumnya, mengamati dan memperhatikan isu atau klarifikasi yang disampaikan oleh guru kemudian berkumpul dengan kelompok sesuai dengan pembagian guru.

B. Kegiatan Inti
Tahap I : Tahap Berpikir (Think)

  • Guru : Pada tahap ini guru menawarkan waktu kepada siswa dalam kelompok untuk membaca acuan dan membuat catatan terkait materi garis singgung komplotan dalam dua bulat dan garis singgung komplotan luar dua bulat serta penyelesaian problem dalam Lomba Kompetensi Siswa yang telah dibagikan.
  • Siswa :Siswa membaca acuan dan membuat catatan terkait dengan materi garis singgung komplotan dalam dua bulat dan garis singgung komplotan luar dua bulat serta menuntaskan problem dalam Lomba Kompetensi Siswa secara berkelompok.

Tahap II : Tahap Berbicara (Talk)

  • Guru : Pada tahap ini guru mengkondisikan kelas untuk setting diskusi baik dalam kelompok dan diskusi antar kelompok, guru menjadi moderator merangkap motivator yang mengatur jalannya diskusi antar kelompok untuk membahas hasil bacaan dan catatan pada tahap sebelumnya serta penyelesaian problem yang ada pada LKS.
  • Siswa : Siswa berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman untuk membahas hasil bacaan dan catatan ihwal materi garis singgung komplotan dalam dua bulat dan garis singgung komplotan luar dua bulat serta mencari penyelesaian permasalahan yang ada di LKS.

Tahap III : Tahap Menulis (Write)

  • Guru : Pada tahap ini guru menawarkan waktu kepada siswa untuk menuliskan materi kembali dan solusi dari permasalahan yang ada di Lomba Kompetensi Siswa sesuai dengan bahasa sendiri secara individual.
  • Siswa : Siswa menulis materi kembali dan solusi dari permasalahan yang ada di Lomba Kompetensi Siswa sesuai dengan bahasa sendiri.

C. Penutup

  • Guru : Pada kegiatan ini guru menawarkan PR dan mengakhiri pelajaran
  • Siswa : Pada kegiatan ini siswa mencatat PR, Berbeda jikalau dibandingkan dengan taktik pembelajaran ekspositori, pada taktik ini proses pembelajaran ditekankan pada komunikasi verbal. Dalam taktik ini guru mempresentasikan materi pelajaran. Siswa mendapat materi jadi bukan dikonstruksi sendiri.

Dalam pembelajaran Matematika Materi Pokok Garis singgung Lingkaran yang dilaksanakan dengan taktik Ekspositori kita sanggup menerapkannya dengan beberapa langkah:

1. Persiapan (Preparation)

  • Guru : Pada kegiatan ini guru mengingatkan siswa ihwal materi pelajaran sebelumnya (membahas PR), memotivasi siswa, serta memberikan tujuan pembelajaran.
  • Siswa : Pada kegiatan ini siswa menjawab pertanyaan guru terkait materi pelajaran sebelumnya, mengamati dan memperhatikan isu atau klarifikasi yang disampaikan oleh guru.

2. Kegiatan Inti
Tahap Penyajian (Presentation)
  • Guru : Guru menawarkan klarifikasi ihwal garis singgung komplotan dalam dua bulat dan garis singgung komplotan luar dua lingkaran.
  • Siswa : Siswa mendengarkan klarifikasi guru ihwal garis singgung komplotan dalam dua bulat dan garis singgung komplotan luar dua lingkaran.

Tahap Menghubungkan (Correlation)

  • Guru : Guru mengaitkan materi garis singgung komplotan dalam dua bulat dan garis singgung komplotan luar dua bulat dengan kehidupan siswa.
  • Siswa : Siswa mendengarkan klarifikasi guru dan menanyakan hal yang tidak dimengerti.

Tahap Menyimpulkan (Generalization)

  • Guru : Pada tahap ini guru menyimpulkan materi dengan menawarkan poin penting dari garis singgung komplotan dalam dua bulat dan garis singgung komplotan luar dua lingkaran
  • Siswa : Siswa mendengarkan klarifikasi guru dan menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti.

Tahap Penerapan (Application)

  • Guru : Guru menawarkan soal terkait materi garis singgung komplotan dua bulat serta menawarkan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan sendiri kemudian dibahas secara klasikal.
  • Siswa : Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru kemudian secara bergantikan membahas soal ke depan kelas.

3. Penutup

  • Guru : Pada kegiatan ini guru menawarkan PR dan mengakhiri pelajaran
  • Siswa : Pada kegiatan ini siswa mencatat PR

Perbandingan Strategi TTW dengan Strategi Pembelajaran Ekspositori

NoThink-Talk-WriteEkspositori
1.Peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran, mulai dari tahap berpikir, berbicara, dan menulisPeserta didik berperan pasif sebagai peserta informasi
2.Prinsip komunikasi verbal diterapkan oleh siswa selaku penyampai pesanPrinsip komunikasi verbal diterapkan guru selaku penyampai pesan
3.Pengetahuan dibangun oleh konstruksi siswa dari hasil bacaan, diskusi, dan tulisanPengetahuan didapat dari guru tanpa konstruksi siswa
4.Kemampuan didasarkan atas hasil bacaan, diskusi, dan tulisanKemampuan diperoleh melalui latihan
5.Tujuan tamat pembelajaran ialah kemampuan pemahaman dan komunikasi matematik siswaTujuan tamat pembelajaran ialah penguasaan materi pelajaran
6.Keberhasilan pembelajaran dilihat mulai dari proses dan hasil mencar ilmu (tes)Keberhasilan pembelajaran dilihat hanya dari hasil tes
7.Interaksi secara umum dikuasai antar siswaInteraksi secara umum dikuasai antara siswa dengan guru

Atas dasar pembahasan komparatif konsepsional (teoritis) diatas maka sanggup peneliti tegaskan bahwa taktik pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) lebih baik dalam memotivasi siswa dalam pembelajaran dibandingkan taktik pembelajaran Ekspositori.

Referensi :
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi VI). Jakarta: Rineka Cipta 2006
Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta 2010

Friday, 14 December 2018

Jadi Pintar Rpp Matematika Kelas 6 Sd Mi Kurikulum 2013 Revisi Terbaru 2018


RPP Matematika Kelas 6 SD MI Kurikulum 2013 Revisi Terbaru 2018 ini terdiri dari 5 cuilan yaitu: Operasi Hitung Campuran, Operasi Hitung Bilangan Pecahan, Lingkaran, Bangun Ruang, dan Gabungan Bangun Ruang. Dan dalam setiap cuilan sudah meliputi Materi pembelajaran, Metode pembelajaran , Penilaian, Pengayaan dan Remedial, Catatan anekdot untuk mencatat perilaku peduli dan tanggung jawab, dan Kerja Sama dengan Orang Tua.

Saat ini Matematika termasuk salah satu mata pelajaran yang dipisah dari tematik untuk kelas 4 5 dan 6 menyerupai halnya mapel PJOK yang juga dipisah pada kurikulum 2013 revisi terbaru 2018. RPP ini berbentuk format word yang dapat anda edit sesuai kondisi masing-masing. Terdiri dari 105 halaman dengan ukuran 3.68 MB.

Baca juga:
RPP Silabus Promes PAI Kelas 3 MI Kurikulum 2013
Silabus PJOK Revisi SD Kelas 3 Kurikulum 2013
RPP Silabus Revisi SD MI Kelas 3 Kurikulum 2013
RPP PAI Revisi SD Kelas 3 Kurikulum 2013

Download RPP Matematika Kelas 6 SD MI Kurikulum 2013 Revisi Terbaru 2018


Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:
Download

Itulah dari saya ihwal rpp matematika kelas 6, biar dapat bermanfaat...

Jadi Bakir Buku Matematika Kelas 4 Sd Mi Kurikulum 2013 Edisi Revisi


Download Buku Matematika Kelas 4 SD MI Kurikulum 2013 Edisi Revisi. Kurikulum 2013 disusun untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya dengan pendekatan mencar ilmu saintifik menurut nilai-nilai budaya bangsa. Kurikulum 2013 sudah tidak lagi memakai Standar Kompetensi (SK) sebagai pola membuatkan Kompetensi Dasar (KD). Sebagai gantinya, Kurikulum 2013 telah menyusun Kompetensi Inti (KI).

Kompetensi Inti merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki seorang penerima didik SD MI kelas 4 melalui pembelajaran Kompetensi Dasar yang diorganisasikan dan pembelajaran integratif dan pendekatan saintifik. Kompetensi Inti memuat kompetensi perilaku spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan yang dikembangkan dalam Kompetensi Dasar yang tertuang dalam buku matematika kelas 4 SD MI kurikulum 2013 revisi 2018 ini.

Tujuan penyusunan Buku Guru matematika kelas 4 SD MI ini yaitu menunjukkan pola atau pedoman bagi guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan melaksanakan evaluasi terhadap proses pembelajaran matematika di SD/MI kelas IV. Dalam buku ada bab penting yang perlu menerima perhatian khusus, yaitu acara pembelajaran, penilaian, pengayaan dan remedial, serta interaksi guru dengan orang renta penerima didik. Untuk memudahkan dalam penggunaan, ibarat di buku siswanya buku ini terbagi ke dalam enam pelajaran sebagai berikut.

Pelajaran 1 Pecahan


Pelajaran ini memuat bahan pecahan, yang mencakup pengertian pecahan, bagian senilai, bagian sederhana, membandingkan dan mengurutkan pecahan, aneka macam bentuk pecahan, pembulatan bilangan, dan menaksir operasi hitung dua bilangan.

Pelajaran 2 Konsep Faktor dan Kelipatan Bilangan


Pelajaran ini memuat bahan konsep faktor dan kelipatan bilangan, yang mencakup faktor dan kelipatan bilangan, bilangan prima, FPB dan KPK, dan permasalahan yang berkaitan dengan FPB dan KPK.

Pelajaran 3 Pengukuran Panjang dan Berat


Pelajaran ini memuat bahan pengukuran panjang dan berat. Materi pengukuran panjang mencakup satuan baku panjang, operasi hitung yang melibatkan satuan panjang, dan pembulatan dan menaksir hasil pengukuran panjang ke satuan terdekat. Adapun bahan pengukuran berat mencakup satuan baku berat, operasi hitung yang melibatkan satuan berat, dan pembulatan dan penaksiran hasil pengukuran berat ke satuan terdekat.

Pelajaran 4 Keliling dan Luas Bangun Datar


Pelajaran ini memuat bahan keliling dan luas bangkit datar, yang mencakup segi banyak beraturan dan segi banyak tidak beraturan, keliling dan luas bangkit datar (persegi, persegi panjang, dan segitiga), dan hubungan antargaris.

Pelajaran 5 Statistika


Pelajaran ini memuat bahan statistika, yang mencakup mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menafsirkan hidangan data.

Download Buku Matematika Kelas 4 Kurikulum 2013


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Pelajaran 6 Pengukuran Sudut


Pelajaran ini memuat bahan pengukuran sudut, yang mencakup mengenal, membandingkan dan mengukur sudut, selanjutnya mengukur sudut pada bangkit datar dan menuntaskan problem yang berkaitan dengan pengukuran sudut.

Itulah dari saya perihal Buku Matematika Kelas 4 SD MI Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2018 yang bisa anda download pada link yang tersedia diatas.

Saturday, 29 December 2018

Lebih Bakir Bahan Pelajaran Matematika Kelas 6 Semester 1 Sd/Mi Lengkap

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Berikut bahan pembelajaran untuk bidang studi / bahan pelajaran Matematika untuk kelas VI semester I (ganjil) SD/MI selengkapnya:


A. Menggunakan Sifat-sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat
B. Operasi Hitung Campuran
C. Operasi FPB dan KPK pada Dua Bilangan
D. Menentukan FPB dan KPK pada Tiga Bilangan
E. Menentukan Akar Pangkat Tiga Suatu Bilangan Kubik
F. Menyelesaikan Masalah yang Melibatkan Operasi Hitung Termasuk Penggunaan Akar dan Pangkat
Ayo Berlatih 1


A. Mengenal Satuan Volume
B. Operasi Hitung Satuan Waktu
C. Mengenal Satuan Debit
D. Menyelesaikan Masalah yang Berkaitan dengan Satuan Debit
Ayo Berlatih 2


A. Menghitung Luas Bangun Datar
B. Menghitung Luas Segi Banyak
C. Menentukan Luas Lingkaran
D. Menentukan Volume Prisma Segitiga dan Tabung
Ayo Berlatih 3


A. Mengumpulkan dan Membaca Data
B. Mengolah dan Menyajikan Data dalam Bentuk Tabel
C. Menafsirkan Data
Ayo Berlatih 4
Ayo Berlatih Akhir Semester 1

Materi MTK SD/MI kelas 6 semester II sanggup dipelajari selengkapnya di sini : Materi Pelajaran Matematika Kelas 6 Semester 2 SD/MI Lengkap

Friday, 4 January 2019

Lebih Berilmu Bahan Pelajaran Matematika Kelas 5 Semester 2 Sd/Mi Lengkap

Sahabat Edukasi yang berbahagia...

Berikut bahan pembelajaran untuk bidang studi / bahan pelajaran Matematika untuk kelas V semester II (genap) SD/MI selengkapnya:


A. Pecahan ke Bentuk Persen dan Desimal
B. Mengoperasikan Penjumlahan dan Pengurangan Berbagai Bentuk Pecahan
C. Mengoperasikan Perkalian dan Pembagian Berbagai Bentuk Pecahan
D. Perbandingan dan Skala
Berlatih Bersama
Rangkuman
Refleksi
Ayo Berlatih 5


A. Mengenal Sifat-sifat Bangun Datar
B. Mengenal Sifat-sifat Bangun Ruang
C. Jaring-jaring Bangun Ruang Sederhana
D. Membuktikan Kesebangunan Antar Bangun Datar
E. Membuktikan Simetri Lipat dan Simetri Putar Bangun Datar
F. Menyelesaikan Masalah yang Berhubungan dengan Bangun Datar dan Bangun Ruang
Berlatih Bersama
Rangkuman
Refleksi
Ayo Berlatih 6
Ayo Berlatih Akhir Semester 2
Glosarium
Daftar Pustaka
Kunci Jawaban

Materi MTK SD/MI kelas 5 semester II sanggup dipelajari selengkapnya di sini : Materi Pelajaran Matematika Kelas 5 Semester 1 SD/MI Lengkap

Sunday, 13 October 2019

Jadi Arif Kajian Teoritis Wacana Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw


Pengertian Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Di dalam acara proses berguru mengajar, guru matematika bisa memakai model pembelajaran yang bisa menciptakan siswa ikut aktif di dalam acara proses berguru mengajar dan juga merasa tertarik dengan pelajaran matematika. Salah satu model pembelajaran yang bisa dipakai oleh guru yaitu model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw.

Dalam penerapan jigsaw ini, siswa dibagi dalam bentuk kelompok dengan 4 atau 5 anggota kelompok berguru yang heterogen. Mulai dari tingkat kemampuan, jenis kelamin, suku/ ras yang berbeda. Materi pelajaran diberikan dalam bentuk teks. Setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari penggalan tertentu materi yang diberikan itu.

Anggota dari kelompok lain yang menerima kiprah topik yang sama berkumpul dan berdiskusi mengenai topik tersebut, kelompok ini disebut kelompok ahli. Selanjutnya anggota kelompok hebat kembali ke kelompok asal, dan mengajarkan kembali apa yang telah dipelajarinya dan didiskusikan di dalam kelompok ahlinya untuk diajarkan kepada sobat kelompok asal. Setelah diadakan pertemuan dan diskusi dalam kelompok asal, masing - masing siswa dikenai kuis mengenai materi yang telah dipelajari.

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw


  1. Siswa dibagi atas beberapa kelompok (tiap kelompok anggotanya 5-6 orang).
  2. Materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi - bagi menjadi beberapa sub bab.
  3. Setiap anggota kelompok membaca sub penggalan yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya.
  4. Anggota dari kelompok lain yang telah mempelajari sub penggalan yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok hebat untuk mendiskusikannya.
  5. Setiap anggota kelompok hebat sehabis kembali ke kelompoknya bertugas mengajar sobat - temannya.
  6. Pada pertemuan dan diskusi kelompok asal, siswa - siswa dikenai tagihan berupa kuis individu.
  7. Penghargaan kelompok, Guru memberikan penghargaan kepada salah satu kelompok yang nilainya lebih tinggi dari kelompok yang lain.

Kelebihan dan Kelemahan Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw


  1. kelebihan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw
    Belajar kooperatif sangat efektif untuk memperbaiki kekerabatan antar suku dan etnis dalam kelas multibudaya dan memperbaiki kekerabatan antara siswa normal dan siswa penyandang cacat. Davidson (1991) memberikan sejumlah implikasi aktual dalam berguru matematika dengan memakai model berguru kooperatif, yaitu sebagai berikut:
    • Kelompok kecil memberikan santunan sosial untuk berguru matematika.
    • Kelompok kecil memperlihatkan kesempatan untuk sukses bagi semua siswa dalam matematika
    • Masalah matematika idealnya cocok untuk diskusi kelompok, lantaran mempunyai solusi yang sanggup didemonstrasikan secara objektif
    • Siswa dalam kelompok sanggup membantu siswa lain untuk menguasai masalah-masalah dasar dan mekanisme perhitungan yang perlu dalam konteks permainan, teka-teki, atau pembahasan masalah-masalah yang bermanfaat.
  2. Kelemahan model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw
    • Prinsip utama contoh pembelajaran ini ialah “peer teaching”, pembelajaran oleh sobat sendiri, ini akan menjadi hambatan lantaran perbedaan persepsi dalam memahami suatu konsep yang akan di diskusiskan bersama dengan siswa lain.
    • Dirasa sulit meyakinkan siswa untuk bisa berdiskusi memberikan meteri pada teman, bila siswa tidak punya rasa percaya diri.
    • Rekod siswa perihal nilai, kepribadian, perhatian siswa harus sudah dimiliki oleh pendidik dan ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup usang untuk mengenali tipe-tipe siswa dalam kelas tersebut.
    • Awal penggunaan model ini biasanya sulit dikendalikan, biasanya butuh waktu yang cukup dan persiapan yang matang sebelum model pembelajaran ini bisa berjalan dengan baik
  3. Upaya Mengatasi Kelemahan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ialah sebagai berikut :
    • Guru menunjukan terlebih dahulu materi yang akan didemontrasikan secara singkat dan terperinci disertai dengan aplikasinya
    • Mengoptimalisasi waktu dengan cara memberi batasan dalam pembuatan pertanyaan dan menjawab pertanyaan.
    • Guru harus lebih bersahabat terhadap muridnya biar sanggup mengetahui kemampuan masing-masing siswanya
    • Guru harus sanggup mengatur waktu untuk memakai model pembelajaran tipe jigsaw tersebut.

Referensi :
Pengukuran dan Penilaian Pendidikan. Malang : YP2LPM 1984
Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Maling : Universitas Negeri Malang 2003

Monday, 2 December 2019

Lebih Berakal Komponen Pembiayaan Dana Bos Sd/Sdlb Dan Smp/Smplb Tahun 2017 Menurut Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017

Sahabat Edukasi yang berbahagia... Komponen Pembiayaan Dana BOS SD/SDLB dan SMP/SMPLB di tahun anggaran 2017 Berdasarkan Permendikbud Nomor 26 Tahun 2017 terdiri dari 11 macam jenis pembiayaan. Dari seluruh BOS yang diterima oleh sekolah, sekolah wajib memakai sebagian dana tersebut untuk membeli buku teks pelajaran bagi peserta didik dan buku pegangan bagi guru sesuai dengan kurikulum yang dipakai oleh sekolah.

Buku teks tersebut harus sudah dibeli oleh (tersedia di) sekolah sebelum Tahun Pelajaran Baru dimulai. Dengan demikian, sekolah sanggup memakai BOS triwulan I dan triwulan II (bagi sekolah yang mendapatkan penyaluran tiap triwulan) atau semester I (bagi sekolah yang mendapatkan penyaluran tiap semester) untuk membiayai pembelian buku teks. Sekolah harus mencadangkan separuh BOS yang diterima di triwulan II (untuk sekolah yang mendapatkan penyaluran tiap triwulan) atau sepertiga dari BOS yang diterima di semester I (untuk sekolah yang mendapatkan penyaluran tiap semester), atau 20% dari alokasi sekolah dalam satu tahun, di rekening sekolah untuk pembelian buku teks yang harus dibeli sekolah. BOS yang dicadangkan ini gres boleh dicairkan apabila sekolah akan membayar pemesanan buku teks yang diharapkan atau sudah memenuhi kewajiban menyediakan buku.

Apabila penggunaan dana untuk pembelian buku teks lebih besar dari 20% BOS yang telah dicadangkan, sekolah sanggup menambahkan dana tersebut dari dana yang ada. Sebaliknya apabila dana yang dicadangkan tersebut masih tersisa sesudah sekolah memenuhi kebutuhan buku teks yang telah ditentukan, maka sisa dana tersebut sanggup dipakai untuk pembelian buku lainnya atau pembiayaan kegiatan lainnya.

Ketentuan penggunaan BOS pada SD dan Sekolah Menengah Pertama sebagai berikut:

1. PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN

a.   Sekolah wajib membeli/menyediakan buku teks pelajaran untuk peserta didik dan buku panduan guru sesuai dengan kurikulum yang dipakai oleh sekolah. Buku teks pelajaran yang dibeli meliputi pembelian buku teks pelajaran baru, mengganti buku yang rusak, dan/atau membeli kekurangan buku semoga tercukupi rasio satu peserta didik satu buku untuk tiap mata pelajaran atau tema. Ketentuan pembelian/penyediaan buku dari BOS sebagai berikut:

1) SD

a) Penyelenggara Kurikulum 2013 (K-13)

(1)     SD yang sudah melaksanakan K-13, maka buku yang harus dibeli merupakan buku untuk setiap tema pada Kelas 1 dan Kelas 4 semester II dan Kelas 2 dan Kelas 5 semester I.
(2)     SD yang gres melaksanakan K-13, maka buku yang harus dibeli merupakan buku untuk setiap tema pada Kelas 1 dan Kelas 4 semester I.
(3)     SD pelaksana K-13 sebagaimana dimaksud pada angka (1) dan (2), maka khusus Kelas 4 harus membeli buku untuk mata pelajaran Matematika, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
(4)     Buku teks yang harus dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
(5)     Buku yang dibeli oleh sekolah harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini dipakai sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

b) Penyelenggara Kurikulum 2006

(1)     Buku teks pelajaran yang harus dibeli sekolah merupakan buku untuk setiap mata pelajaran pada semua tingkat kelas. Jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akhir adanya penambahan jumlah peserta didik dan/atau adanya buku usang yang rusak.
(2)     Buku teks pelajaran yang dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
(3)     Buku yang dibeli harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini dipakai sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

2) Sekolah Menengah Pertama

a) Penyelenggara K-13

(1)     Buku yang harus dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajaran pada kelas 8 dan kelas 9 sejumlah peserta didik, dan buku panduan guru untuk setiap mata pelajaran pada kelas 8 dan kelas 9 sejumlah guru mata pelajaran. Untuk kelas 7, jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akhir adanya penambahan jumlah peserta didik dan/atau adanya buku usang yang rusak.
(2)     Bagi sekolah yang gres melaksanakan K-13 di tahun ini, buku yang harus dibeli merupakan buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajaran pada kelas 7 sejumlah peserta didik dan buku panduan  guru untuk setiap mata pelajaran pada kelas 7 sejumlah guru mata pelajaran.
(3)     Buku yang harus dibeli sekolah merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
(4)     Buku teks pelajaran yang dibeli harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini dipakai sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

b) Penyelenggara Kurikulum 2006

(1)     Buku teks pelajaran yang harus dibeli sekolah merupakan buku untuk setiap mata pelajaran pada semua tingkat kelas. Jumlah buku yang dibeli bertujuan untuk mencukupi kekurangan akhir adanya penambahan jumlah peserta didik dan/atau adanya buku usang yang rusak.  
(2)     Buku teks pelajaran yang dibeli merupakan buku teks pelajaran yang telah dinilai dan telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
(3)     Buku teks pelajaran yang dibeli ini harus dijadikan pegangan oleh peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ini dipakai sebagai buku teks pelajaran sepanjang tidak ada perubahan ketentuan buku teks dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
b.      Membeli buku bacaan, buku pengayaan, dan buku acuan untuk memenuhi SPM pendidikan dasar sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatur perihal Standar Pelayanan Minimal.
c.      Langganan koran dan/atau majalah/publikasi terencana yang terkait dengan pendidikan, baik offline maupun online.
d.      Pemeliharaan atau pembelian gres buku/koleksi perpustakaan apabila buku/koleksi yang usang sudah tidak sanggup dipakai dan/atau kurang jumlahnya.
e.      Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan.
f.       Pengembangan database perpustakaan.
g.      Pemeliharaan perabot perpustakaan atau pembelian gres apabila perabot yang usang sudah tidak sanggup dipakai atau jumlahnya kurang.
h.      Pemeliharaan dan/atau pembelian AC perpustakaan.

2. PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

a.   Semua jenis pengeluaran dalam rangka penerimaan peserta didik gres (termasuk registrasi ulang peserta didik lama), antara lain:
1)   penggandaan formulir pendaftaran;
2)   administrasi pendaftaran;
3)   publikasi (pembuatan spanduk, brosur, dan lainnya);
4)   biaya kegiatan pengenalan lingkungan sekolah;
5)   konsumsi penyelenggaraan kegiatan dan transportasi.
b.  Pembuatan spanduk sekolah bebas pungutan.

3. KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN EKSTRAKURIKULER

a.   Membeli/mengganti alat peraga IPA yang diharapkan sekolah untuk memenuhi SPM pada SD.
b.   Mendukung penyelenggaraan pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan pada SD.
c.   Mendukung penyelenggaraan pembelajaran kontekstual pada SMP.
d.   Pengembangan pendidikan karakter, penumbuhan kecerdikan pekerti, dan kegiatan kegiatan pelibatan keluarga di sekolah.
e.   Pembelajaran remedial dan pembelajaran pengayaan.
f.    Pemantapan persiapan ujian.
g.   Olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja, dan ekstrakurikuler yang sesuai dengan kebutuhan sekolah lainnya.
h.   Pendidikan dan pengembangan sekolah sehat, aman, ramah anak, dan menyenangkan.
i.    Pembiayaan lomba yang tidak didanai dari dana Pemerintah Pusat/pemerintah daerah, termasuk untuk biaya transportasi dan fasilitas peserta didik/guru dalam mengikuti lomba, dan biaya registrasi mengikuti lomba.

Keterangan:

Untuk pelaksanaan yang sifatnya kegiatan, maka biaya yang sanggup dibayarkan dari BOS meliputi ATK atau penggandaan materi, biaya penyiapan tempat kegiatan, gaji narasumber lokal sesuai standar biaya umum setempat, dan/atau transportasi/konsumsi panitia dan narasumber apabila diharapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. KEGIATAN EVALUASI PEMBELAJARAN

Kegiatan penilaian pembelajaran yang sanggup didanai meliputi kegiatan ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan final semester, ulangan kenaikan kelas, dan/atau ujian sekolah/nasional. Komponen pembiayaan dari kegiatan yang sanggup dibayarkan terdiri atas:

a.   fotokopi/penggandaan soal;
b.   fotokopi laporan pelaksanaan hasil ujian untuk disampaikan oleh guru kepada kepala sekolah, serta dari kepala sekolah ke dinas pendidikan dan kepada orang tua/wali peserta didik;
c.   biaya transport pengawas ujian yang ditugaskan di luar sekolah tempat mengajar, yang tidak didanai oleh Pemerintah Pusat/pemerintah daerah;
d.   biaya konsumsi penyelenggaran kegiatan penilaian pembelajaran dan investigasi hasil ujian di sekolah.

5. PENGELOLAAN SEKOLAH

a.   Pembelian buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, materi praktikum, buku induk peserta didik, dan/atau buku inventaris.
b.   Pembelian alat tulis kantor (termasuk tinta printer, CD, dan/atau flash disk).
c.   Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), termasuk peralatan dan/atau obat-obatan.
d.   Pembelian minuman dan/atau camilan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah bagi guru, tenaga kependidikan, petugas administrasi, dan/atau tamu.
e.   Pengadaan sparepart alat kantor.
f.    Pembelian alat-alat kebersihan dan/atau alat listrik.
g.   Penggandaan laporan dan/atau surat-menyurat untuk keperluan sekolah.
h.   Insentif bagi tim penyusun laporan BOS.
i.    Biaya transportasi dalam rangka mengambil BOS di bank/ kantor pos.
j.    Transportasi dalam rangka koordinasi dan/atau pelaporan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Khusus untuk SDLB/SMPLB/SLB dalam rangka koordinasi dan/atau pelaporan kepada dinas pendidikan provinsi.
k.   Biaya pertemuan dalam rangka penyusunan RKJM dan RKT, kecuali untuk pembayaran honor.
l.    Biaya untuk membuatkan dan/atau pemeliharaan laman sekolah dengan domain “sch.id”.
m.  Pendataan melalui aplikasi Dapodik, dengan ketentuan sebagai berikut:
1)   Kegiatan pendataan Dapodik yang sanggup didanai meliputi:
a)   pemasukan data;
b)   validasi;
c)   updating; dan/atau
d)   sinkronisasi data ke dalam aplikasi Dapodik, yang meliputi:
(1)  data profil sekolah;
(2)  data peserta didik;
(3)  data sarana dan prasarana; dan
(4)  data guru dan tenaga kependidikan.
2)   Komponen pembiayaan kegiatan pendataan Dapodik meliputi:
a)   penggandaan formulir Dapodik;
b)   alat dan/atau materi habis pakai pendukung kegiatan;
c)   konsumsi dan/atau transportasi kegiatan pemasukan data, validasi, updating, dan sinkronisasi;
d)   sewa internet (warnet) dan/atau biaya transportasi menuju warnet, apabila tahapan kegiatan pendataan tidak sanggup dilakukan di sekolah alasannya permasalahan jaringan internet;
e)   honor petugas pendataan Dapodik. Kebijakan pembayaran gaji untuk petugas pendataan di sekolah mengikuti ketentuan sebagai berikut:
(1)  kegiatan pendataan Dapodik diupayakan untuk dikerjakan oleh tenaga manajemen berkompeten yang sudah tersedia di sekolah, baik yang merupakan pegawai tetap maupun tenaga honorer, sehingga sekolah tidak perlu menganggarkan biaya komplemen untuk pembayaran gaji bulanan;
(2)  apabila tidak tersedia tenaga manajemen yang berkompeten, sekolah sanggup menugaskan petugas pendataan lepas (outsourcing) yang dibayar sesuai dengan waktu pekerjaan atau per kegiatan (tidak dibayarkan dalam bentuk gaji rutin bulanan).
n.   Pembelian peralatan/perlengkapan yang menunjang operasional rutin di sekolah, antara lain bel, sound system dan speaker untuk upacara, teralis jendela, dan/atau perlengkapan sejenis lainnya.
o.   Khusus untuk sekolah yang berada pada tempat terpencil atau belum mempunyai jaringan listrik, sanggup membeli/sewa genset atau jenis lainnya yang lebih cocok contohnya panel surya, termasuk perlengkapan pendukungnya.
p.   Penanggulangan dampak darurat bencana, khusus selama masa tanggap darurat, contohnya pembelian masker.
q.   Khusus Sekolah Menengah Pertama yang menjadi induk dari Sekolah Menengah Pertama Terbuka, maka BOS sanggup dipakai juga untuk:
1)   supervisi oleh kepala sekolah;
2)   supervisi oleh wakil kepala Sekolah Menengah Pertama Terbuka;
3)   kegiatan tatap muka di sekolah induk oleh guru pembina yang diadaptasi dengan beban mengajarnya;
4)   kegiatan pembimbingan di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) oleh guru pamong;
5)   kegiatan manajemen ketatausahaan oleh petugas tata perjuangan (1 orang);
6)   pengelolaan kegiatan pembelajaran oleh Pengelola TKB Mandiri.

Keterangan:

1)   penanggung jawab pengelolaan dan penggunaan BOS untuk SMPT/TKB Mandiri yaitu Kepala Sekolah Menengah Pertama induk;  
2)   besaran biaya diadaptasi dengan standar biaya umum setempat atau ketentuan peraturan perundang-undangan.

6. PENGEMBANGAN PROFESI GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN, SERTA PENGEMBANGAN MANAJEMEN SEKOLAH

a.   Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG)/ Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) atau Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS)/Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Bagi sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama, hanya diperbolehkan memakai BOS untuk biaya transport kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/block grant tersebut.
b.   Menghadiri seminar yang terkait pribadi dengan peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan, apabila ditugaskan oleh sekolah. Biaya yang sanggup dibayarkan meliputi biaya pendaftaran, transportasi, dan/atau fasilitas apabila seminar diadakan di luar sekolah.
c.   Mengadakan workshop/lokakarya untuk peningkatan mutu, menyerupai dalam rangka pemantapan penerapan kurikulum/silabus, pemantapan kapasitas guru dalam rangka penerapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), pengembangan dan/atau penerapan kegiatan penilaian kepada peserta didik. Biaya yang sanggup dibayarkan meliputi fotokopi, konsumsi guru peserta workshop/lokakarya yang diadakan di sekolah, dan/atau biaya narasumber dari luar sekolah dengan mengikuti standar biaya umum daerah.

BOS dihentikan dipakai untuk membiayai kegiatan yang sama yang telah didanai oleh Pemerintah Pusat/pemerintah tempat atau sumber lainnya.

7. LANGGANAN DAYA DAN JASA

a.   Biaya langganan listrik, air, dan/atau telepon.
b.   Pemasangan instalasi gres apabila sudah ada jaringan di sekitar sekolah dan/atau penambahan daya listrik.  
c.   Biaya langganan internet dengan cara pasca bayar atau prabayar, baik dengan fixed modem maupun mobile modem. Termasuk pula untuk pemasangan gres apabila sudah ada jaringan di sekitar sekolah. Khusus penggunaan internet dengan mobile modem, batas maksimal pembelian paket/voucher sebesar Rp. 250.000/bulan. Adapun biaya langganan internet melalui fixed modem diadaptasi dengan kebutuhan sekolah.

8. PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH

a.   Pengecatan, perbaikan atap bocor, dan/atau perbaikan pintu dan/atau jendela.
b.   Perbaikan mebeler, termasuk pembelian mebeler di kelas untuk peserta didik/guru kalau mebeler yang ada di kelas sudah tidak berfungsi dan/atau jumlahnya kurang mencukupi kebutuhan.
c.   Perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan/atau jamban/WC) untuk menjamin kamar mandi dan/atau jamban/WC peserta didik berfungsi dengan baik.
d.   Perbaikan jalan masuk pembuangan dan/atau jalan masuk air hujan.
e.   Perbaikan lantai dan/atau perawatan fasilitas sekolah lainnya.

Untuk seluruh pembiayaan di atas sanggup dikeluarkan pembayaran upah tukang dan bahan, transportasi, dan/atau konsumsi.

9. PEMBAYARAN HONOR

a.   Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM).
b.   Tenaga manajemen (tenaga yang melaksanakan manajemen sekolah termasuk melaksanakan kiprah sebagai petugas pendataan Dapodik), termasuk tenaga manajemen BOS untuk SD.
c.   Pegawai perpustakaan.
d.   Penjaga sekolah.
e.   Petugas satpam.
f.    Petugas kebersihan.

Keterangan:
a.   Batas maksimum penggunaan BOS untuk membayar gaji bulanan guru/tenaga kependidikan dan non kependidikan honorer di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah tempat sebesar 15% (lima belas persen) dari total BOS yang diterima, sementara di sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat maksimal 50% (lima puluh persen) dari total BOS yang diterima;
b.   guru mempunyai kualifikasi akademik S-1/D-IV;
c.   bukan merupakan guru yang gres direkrut sesudah proses pengalihan kewenangan; dan
d.   guru gaji pada sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah tempat sebagaimana dimaksud dalam abjad a wajib mendapatkan penugasan dari pemerintah tempat dengan memperhatikan analisis kebutuhan guru dan memberikan tembusan penugasan dimaksud kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

10. PEMBELIAN/PERAWATAN ALAT MULTI MEDIA PEMBELAJARAN

a.   Membeli komputer desktop/work station berupa PC/All in One Computer untuk dipakai dalam proses pembelajaran, dimana jumlah maksimal bagi SD 5 unit/tahun dan bagi Sekolah Menengah Pertama 5 unit/tahun. Selain untuk membeli, BOS boleh dipakai untuk perbaikan dan/atau upgrade komputer desktop/work station milik sekolah.
b.   Membeli printer atau printer plus scanner maksimal 1 unit/tahun. Selain untuk membeli, BOS boleh dipakai untuk perbaikan printer milik sekolah.
c.   Membeli laptop maksimal 1 unit/tahun dengan harga maksimal Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah). Selain untuk membeli, BOS boleh dipakai untuk perbaikan atau upgrade laptop milik sekolah.
d.   Membeli proyektor maksimal 5 unit/tahun dengan harga tiap unit maksimal Rp 7.000.000,- (tujuh juta rupiah). Selain untuk membeli, BOS boleh dipakai untuk perbaikan proyektor milik sekolah.

Keterangan:

a.   komputer desktop/workstation, printer/printer scanner, laptop dan/atau proyektor harus dibeli di penyedia barang yang menunjukkan garansi resmi;
b.   proses pengadaan barang oleh sekolah harus mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan;
c.   peralatan di atas harus dicatat sebagai inventaris sekolah.

11. BIAYA LAINNYA

Apabila seluruh komponen sebagaimana dimaksud pada angka 1-10 telah terpenuhi pembiayaannya dan masih terdapat kelebihan BOS, maka BOS sanggup dipakai untuk keperluan lainnya, dimana penggunaan dana ini harus diputuskan melalui rapat bersama dengan dewan guru dan Komite Sekolah. Pembiayaan yang sanggup didanai antara lain:

a.   peralatan pendidikan yang mendukung kurikulum yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat;
b.   membangun jamban/WC beserta sanitasinya dan/atau kantin sehat, bagi SD/SDLB yang belum mempunyai prasarana tersebut;
c.   mesin ketik untuk kebutuhan kantor.