Pedoman / Panduan Model Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013. Setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Pemenuhan kebutuhan dasar dan pendidikan serta keuntungannya haruslah memadai. Berbekal hal tersebut seorang anak kelak sanggup membangun dirinya menjadi insan mempunyai kegunaan baik untuk diri sendiri maupun masyarakat.
Setiap anak tentu telah dibekali potensi yang luar biasa semenjak kecil. Potensi-potensi itu harus dikembangkan dan digali dengan cara santunan stimulasi yang sesuai. Oleh lantaran itu, sebaiknya setiap anak berhak mendapat kesempatan untuk mengembangkan talenta yang dimilikinya sesuai dengan minatnya tanpa adanya unsur-unsur paksaan di luar dirinya.
Secara umum tujuan pendidikan anak usia dini ialah mengembangkan banyak sekali potensi anak semenjak dini sebagai persiapan untuk hidup dan sanggup beradaptasi dengan lingkungannya. Adapun tujuan penyusunan buku ini ialah sebagai pola bagi pendidik PAUD biar sanggup mengimplementasikan dan mengembangkan model-model pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran di PAUD.
Pembelajaran inovatif: merupakan bentuk pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan sanggup memfasilitasi perkembangan dan kebutuhan anak. Bentuk pembelajaran inovatif menggabungkan atau mengkolaborasikan beberapa aspek penting yang sanggup memperkaya isi pembelajaran menjadi suatu yang baru.
Model Pembelajaran: suatu desain atau rancangan yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak.
Pembelajaran Terpadu: proses pembelajaran dengan melibatkan/ mengaitkan banyak sekali bidang studi. Pemilihan model keterpaduan dalam pembelajaran diubahsuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik dari konsep ilmu yang akan dipelajari, karakteristik siswa serta kebermaknaan bagi siswa.
Pengembangan pembelajaran merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, yang dituangkan dalam bentuk penyusunan agenda semester, agenda planning aktivitas mingguan (RKM), dan planning aktivitas harian (RKH), yang diubahsuaikan dengan model pembelajaran yang dipakai dan karakteristik tumbuh kembang anak.
Buku ini menguraikan wacana pengembangan model pembelajaran di PAUD dan beberapa contoh pelaksanaan model pembelajaran untuk dijadikan pola dalam melakukan pembelajaran di PAUD, namun pendidik sanggup mengembangkan sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.
Selain itu, isi buku panduan model pembelajaran PAUD ini sebagai berikut:
Model Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Dengan Pendekatan Area. Dalam model ini anak diberi kesempatan untuk memilih/melakukan kegiatan sendiri sesuai dengan minat mereka. Pembelajarannya dirancang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan spesifik anak dan menghormati keragaman budaya yang menekankan pada prinsip (1) pengalaman pembelajaran pribadi setiap anak, (2) membantu anak membuat pilihan dan keputusan melalui acara di dalam area-area yang disiapkan, dan (3) keterlibatan keluarga dalam proses pembelajaran. Keterlibatan keluarga dalam pembelajaran itu sendiri sanggup dilakukan melalui beberapa cara sebagai berikut :
Anggota keluarga dilibatkan secara sukarela dalam kegiatan pembelajaran, contohnya orang renta dilibatkan dalam mempersiapkan pengaturan media pembelajaran atau menjadi model dalam pembelajaran tertentu.
Anggota keluarga bermitra dengan PAUD dalam membuat keputusan wacana anak, contohnya orang renta diminta pertimbangannya perihal kebutuhan layanan khusus individual untuk anak.
Anggota keluarga sanggup berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan di PAUD, contohnya orang renta diminta membantu persiapan kegiatan tertentu di sekolah.
Dalam membuat lingkungan dan materi latih yang menunjang pembelajaran, pendidik mendasarkan diri pada pengetahuan yang dimilikinya wacana perkembangan anak. Selain itu, dalam menyusun tujuan pembelajaran pendidik memperhatikan keunikan masing-masing anak, menghargai kelebihan-kelebihan dan kebutuhan-kebutuhan setiap anak, menjaga keingintahuan alami yang dimiliki anak dan mendukung pembelajaran bersama.
Pembelajaran Area ini meliputi tiga pilar utama, yaitu; (1) konstruktivitas; (2) sesuai dengan perkembangan, dan (3) pendidikan progresif.
Konstruktivisme meyakini bahwa pembelajaran terjadi ketika anak berusaha memahami dunia di sekelilingnya. Pembelajaran menjadi proses interaktif yang melibatkan teman sebaya anak, orang cukup umur dan lingkungan. Anak membangun pemahaman mereka sendiri atas dunia dan hal-hal yang terjadi di sekelilingnya dengan membangun pemahaman-pemahaman gres dan pengalaman/ pemahaman yang telah mereka miliki sebelumnya. Pelaksanaan pembelajaran Area ini menggunakan metode yang selaras dengan tahap perkembangan anak. Setiap anak berkembang melalui tahapan yang yang berbeda, namun pada ketika yang sama, setiap anak yaitu makhluk individu dan unik.
Dengan demikian pendidik harus mencermati dan menyimak perbedaan antara keterampilan dan minat tertentu dari belum dewasa yang berusia sama. Semua kegiatan dalam pembelajaran ini didasarkan pada minat anak, tingkat perkembangan kognitif dan kematangan sosioemosional, mendorong rasa ingin tahu alamiah anak, kegembiraan terhadap pengalaman-pengalaman panca indera dan impian untuk menjelajahi gagasan-gagasan gres anak itu sendiri. Pelaksanaan pendidikan progresif dibangun menurut prinsip-prinsip perkembangan anak dan konstruktivisme ini.
Pembelajaran Area menggunakan 10 (sepuluh) area, yaitu: Area Agama, Balok, Bahasa, Drama, Berhitung/Matematika, IPA, Seni/Motorik, Pasir dan Air, Musik, Membaca dan Menulis. Dalam satu hari sanggup dibuka minimal 4 area untuk disiapkan alat bermain/alat peraga dan sarana pembelajaran yang sesuai dengan indicator yang ingin dicapai. Alat bermain untuk area tersebut yaitu :
1) Area Agama : maket tempat ibadah dan alat peraga tata cara ibadah agama-agama di Indonesia, contohnya sebagai berikut : a) Islam : maket masjid, gambar tata cara shalat, gambar tata cara berwudhu, sajadah, mukena, peci, kain sarung, kerudung, buku Iqro’, kartu abjad hijaiyah, tasbih, juz’amma, Al-Qur’an, dan sebagainya. b) Hindu : maket pura, gambar orang menuju ke Pura, tiruan sesaji. c) Kristen/katolik : maket gereja, Alkitab, Rosario. d) Budha : maket pura, maket candi Budha, gambar bikshu. e) Konghucu : maket klenteng, foto orang sembahyang.
2) Area Balok : balok dengan aneka macam bentuk, ukuran, dan warna, leggo, lotto sejenis, lotto berpasangan, potongan geometri dari triplek aneka macam ukuran dan warna, kotak geometri, kendaraan mainan (kendaraan laut, udara, darat), rambu-rambu kemudian lintas, kubus berpola, kubus aneka macam ukuran dan warna. Korek api, lidi, tusuk es krim, tusuk gigi, bola dengan aneka macam ukuran dan warna, kardus bekas, dan sebagainya.
3) Area Berhitung/Matematika : lambang bilangan, potongan geometri, kartu angka, kulit kerang, puzzle, konsep bilangan, kubus permainan, pohon hitung, papan jamur, ukuran panjang pendek, ukuran tebal-tipis, tutup botol, pensil, manik-manik, gambar buah-buahan, penggaris, meteran, buku tulis, puzzle busa (angka), kalender, gambar bilangan, pasak, jam, kartu gambar, kartu berpasangan, lembar kerja, dan sebagainya.
4) Area IPA: macam-macam tiruan binatang, gambar-gambar perkembangbiakan binatang, gambar-gambar proses petumbuhan tanaman, biji-bijian (jagung, kacang tanah, kacang hijau, beras), kerang kerikil kali, pasir, bunga karang, magnet, mikroskop, beling pembesar(lup), pipet, tabung ukur, timbangn kue, timbangan bebek(sebenarnya), gelas ukuran, pencampur warna, nuansa warna, pita meteran, penggaris, benda-benda bernafsu (batu, kerikil bata, amplas, besi, kayu, kapas, kain, kulit kayu, kulit binatang, dan lainnya) benda-benda untuk pengenalan aneka macam macam rasa (gula, kopo asam, cuka, garam, sirup, cabe, dan lain-lain), aneka macam macam bumbu (bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, lengkuas, daun salam, jahe, kunyit, jinten, dan lain-lain), pengenalan aroma.
5) Area Musik : Seruling, kastanyet, maracas, organ kecil, tamburin, kerincingan, triangle kecil, balok kayu, kulintang, angklung, biola, piano, harmonica, gendang, rebana, dan sebagainya dengan menyesuaikan pada keunikan kawasan masing-masing.
6) Area Bahasa : buku-buku cerita, gambar seri, kartu kategori kata, kartu nama-nama, boneka tangan, panggung boneka, papan planel, kartu nama bulan, majalah anak, koran, macam-macam gambar sesuai tema, kliping bencana dan sebagainya.
7) Area Membaca dan Menulis : buku tulis, pensil warna, pensil, kartu huruf, kartu kategori, kartu gambar, kertas piano, spidol, ballpoint dan sebagainya.
8) Area Drama : tempat tidur anak (boneka), almari kecil, meja dingklik kecil (meja tamu), boneka-boneka, tempat jemuran, setrika dan meja setrika, baju-baju besar, handuk, bekas make up, minyak wangi, sisir, kompor-komporan, penggorengan, dandang tiruan, piring, sendok, garpu, gelas, cangkir, teko, keranjang belanja, pisau mainan, ulekan/cobek, mangkok-mangkok, tas-tas, sepatu/sandal, rak sepatu, cermin, mixer, blender, sikat gigi, odol, telepon-teleponan, tiruan baju tentara dan polisi, tiruan baju dokter, dan sebagainya.
9) Area Pasir/ Air : kolam pasir/ kolam air, akuarium kecil, baskom kecil, gayung, garpu, garu, botol-botol plastik, tabung air, cangkir plastik, literan air, corong, sekop kecil, saringan pasir, serokan, cetakan-cetakan pasir/cetakan agar-agar aneka macam bentuk, penyiram tumbuhan dan sebagainya.
10) Area Seni dan Motorik : meja gambar, meja dingklik anak, krayon, pensil berwarna, pensil, kapur tulis, kapur warna, arang buku gambar, kertas lipat, kertas koran, lem, gunting, kertas warna, kertas kado, kotak bekas, materi sisa dan sebagainya.
1. Pengelolaan kelas Pengelolaan kelas pada model pembelajaran area meliputi pengorganisasian penerima didik, pengaturan area yang diprogramkan, dan peranan pendidik. Untuk itu hal-hal yang diharapkan dalam pengelolaan kelas yaitu :
Alat bermain, sarana prasarana diatur sesuai dengan area yang diprogramkan pada hari itu.
Kegiatan sanggup dilakukan dengan menggunakan meja kursi, karpet, atau tikar sesuai dengan alat yang digunakan.
Pengaturan area memungkinkan pendidik sanggup melaksanakan pengamatan sehingga sanggup menawarkan motivasi, pembinaan, dan penilaian.
Pendidik memperhatikan perbedaan individu setiap penerima didik pada ketika mereka melaksanakan kegiatan di area.
2. Langkah-langkah Kegiatan a. Kegiatan Awal (+ 30 menit) Kegiatan yang dilaksanakan yaitu melatih pembiasaan, contohnya menyanyi, memberi salam dan berdoa. Bercerita wacana pengalamam sehari-hari dan setiap anak bercerita, 3 atau 4 anak bertanya wacana kisah anak tersebut, membicarakan tema/sub tema, melaksanakan kegiatan fisik/motorik yang sanggup dilakukan di luar atau di dalam kelas.
b. Kegiatan Inti (+ 60 menit) secara individual di area kegiatan Sebelum melaksanakan kegiatan inti, pendidik bersama anak membicarakan tugas-tugas di area yang diprogramkan. Setelah itu penerima didik dibebaskan menentukan area yang disukai sesuai dengan minatnya. Pendidik menjelaskan kegiatan-kegiatan di dalam area yang diprogramkan. Area yang dibuka setiap hari diubahsuaikan dengan indicator yang dikembangkan dan sarana/alat pembelajaran yang ada.
Anak sanggup berpindah area sesuai dengan mintanya tanpa ditentukan oleh pendidik. Apabila terdapat anak tidak mau melaksanakan kegiatan di arena yang diprogramkan, pendidik harus memotivasi anak tersebut biar mau melaksanakan kegiatan. Pendidik sanggup melayani anak dengan membawakan tugasnya ke area yang sedang diminatinya Pendidik melaksanakan evaluasi dengan menggunakan alat evaluasi yang telah disiapkan, tetapi sanggup juga untuk mengetahui ke area mana saja minat anak hari itu dengan menggunakan ceklis ( √ ) di setiap area.
Bagi kegiatan yang memerlukan pemahaman atau yang membahayakan, jumlah anak dibatasi biar guru sanggup memperhatikan lebih mendalam proses dan hasil yang dicapai secara maksimal, tanpa mengabaikan belum dewasa yang berada di area yang lain. Orang tua/keluarga sanggup dilibatkan untuk berpartisipasi membantu pendidik pada waktu kegiatan pembelajaran, menawarkan sesuatu yang bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan anak.
c. Istirahat/Makan + 30 menit Kegiatan makan bersama menanamkan adaptasi yang baik, contohnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan setelah makan, tata tertib makan, mengenalkan jenis masakan bergizi, menumbuhkan rasa sosial (berbagai makanan) dan kerjasama. Melibatkan anak membersihkan sisa masakan dan merapikan alat-alat makan yang telah digunakan. Setelah kegiatan makan selesai, waktu yang tersedia sanggup dipakai untuk bermain dengan alat permainan yang bertujuan berbagi fisik/motorik. Apabila dianggap waktu untuk istirahat kurang, pendidik sanggup menambah waktu istirahat dengan tidak mengambil waktu kegiatan lainnya, contohnya bermain sebelum kegiatan awal atau setelah kegiatan penutup.
d. Kegiatan Akhir + 30 menit Klasikal Kegiatan final dilaksanakan secara klasikal, contohnya dengan bercerita, bernyanyi, kisah dari pendidik atau membaca puisi, dilanjutkan dengan diskusi kegiatan satu hari dan menginformasikan kegiatan esok hari, berdoa, mengucapkan salam dan pulang.
3. Penilaian Penilaian yang dilakukan pada model pembelajaran area pada hakekatnya tidak berbeda dengan model-model pembelajaran sebelumnya alasannya selama kegiatan pembelajaran berlangsung, pendidik mencatat segala hal yang terjadi baik terhadap perkembangan penerima didik maupun acara kegiatannya sebagai dasar bagi keperluan penilaian.
Penataan lingkungan berguru dengan memakai pendekatan SAINTIFIK akan terkait dengan model pembelajaran yang digunakan. Model Pembelajaran yang banyak dipakai di Indonesia: Sudut, Kelompok, Area, dan Sentra. PAUD perlu di desain semoga menarik dan fungsional untuk bermain dan belajar.
Menurut ki hajar dewantara, PAUD sebaiknya dirancang sehingga merupakan "taman" bagi anak. Penataan Lingkungan Belajar harus Sesuai dengan jumlah anak, Sesuai dengan tahapan perkembangan anak, Sesuai dengan sosial budaya masyarakat setempat, dan Sesuai dengan jenis layanan PAUD.
Model-Model Pembelajaran PAUD RA TK
Model Sudut meliputi; Sudut kehidupan praktis, Sudut sensorik, Sudut matematika, Sudut bahasa, dan Sudut budaya. Model Area meliputi; Area Balok, Area Drama, Area Seni, Area Keaksaraan, Area Pasir dan Air, Area Gerak dan Musik, Area Sain, Area Matematika, Area Imtaq. Model Sentra meliputi; Bahan Alam, Peran, Rancang Bangun, Persiapan.
Semuanya bagikan dalam bentuk file format pdf yang dapat diunduh pada link dibawah ini:
Kurikulum yaitu seperangkat planning dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (PP 32/2013 Pasal 1 ayat 16 yang merujuk pada UU 20/2003 Pasal 1 ayat 19)
Struktur Kurikulum 2013 PAUD merupakan pengorganisasian muatan kurikulum, kompetensi inti, kompetensi dasar dan usang belajar
MUATAN KURIKULUM PROGRAM PENGEMBANGAN:
Pengembangan akhlaq sikap sosial emosional dan kemandirian
Kompetensi Inti PAUD Kompetensi Inti PAUD merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada final layanan PAUD usia 6 (enam) tahun yang dirumuskan secara terpadu dalam bentuk:
Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1);
Kompetensi Inti Sikap Sosial (KI-2);
Kompetensi Inti Pengetahuan (KI-3); dan
Kompetensi Inti Keterampilan (KI-4).
Kompetensi dasar
Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman berguru yang mengacu pada Kompetensi Inti.
Kompetensi Dasar merupakan pembagian terstruktur mengenai dari Kompetensi Inti dan terdiri atas:
Kompetensi Dasar sikap spiritual;
Kompetensi Dasar sikap sosial;
Kompetensi Dasar pengetahuan; dan
Kompetensi Dasar keterampilan.
Kompetensi Dasar dijabarkan lebih lanjut dalam indikator pencapaian perkembangan anak.
Tidak ada indikator khusus untuk KD pada KI 1 dan KI 2
Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada KI Sikap Spiritual dan KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran untuk mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran untuk mencapai KD-KD pada KI Pengetahuan dan KI Keterampilan, serta melalui pembiasaan dan keteladanan. Dengan kata lain, sikap konkret anak akan terbentuk saat beliau mempunyai pengetahuan dan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya dan/atau unjuk kerja. Contoh sikap konkret itu yaitu sikap hidup sehat, jujur, peduli, rasa ingin tahu, kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, bisa bekerja sama, bisa menyesuaikan diri, dan santun
MUATAN PEMBELAJARAN Muatan pembelajaran yaitu cakupan materi yang ada pada kompetensi dasar sebagai materi yang akan dijadikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Perencanaan Program Semester (PROSEM)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
Perencanaan Program Semester (PROSEM), berisi daftar tema satu semester termasuk alokasi waktu setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan yang bersifat fleksibel. Perencanaan PROSEM:
membuat daftar tema satu semester
menentukan alokasi waktu untuk setiap tema
menentukan KI dan KD pada setiap tema
memilih, menata dan mengurutkan tema
menjabarkan tema kedalam sub tema dan sanggup dikembangkan lebih rinci lagi menjadi sub-sub tema untuk setiap semester;
mencermati kompetensi dasar yang sesuai dengan sub tema yang akan dikembangkan
RPPM
RPPM disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. RPPM sanggup berbentuk jaringan tema atau format lain yang dikembangkan oleh satuan/lembaga PAUD yang berisi projek-projek yang akan dikembangkan menjadi kegiatan pembelajaran.
Pada final satu atau beberapa tema sanggup dilaksanakan kegiatan puncak tema. Puncak tema sanggup berupa kegiatan antara lain menciptakan kue/makanan, makan bersama, pekan raya hasil karya, pertunjukan, panen tanaman, dan kunjungan.
RPPH
RPPH yaitu perencanaan kegiatan harian yang akan dilaksanakan oleh pendidik dan/atau pengasuh pada setiap hari atau sesuai dengan kegiatan lembaga.
Komponen RPPH, antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema, kelompok usia, alokasi waktu, kegiatan berguru (pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup), indikator pencapaian perkembangan, evaluasi perkembangan penerima didik, serta media dan sumber.
Pendekatan tematik terpadu memakai tema yang telah dipilih
Model pengelolaan kelas yang diadaptasi dengan model pembelajaran yang akan digunakan, misalnya:
model pembelajaran kelompok dengan sudut-sudut kegiatan,
model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman,
model pembelajaran area, dan
model Pembelajaran sentra
Rangkaian proses pada pendekatan saintifik yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, mengomunikasikan
Penilaian
Penilaian proses dan hasil berguru PAUD merupakan proses pengumpulan dan mengkaji informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh wacana pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu. Lingkup evaluasi semua aspek perkembangan yang dirumuskan dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Model Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Dengan Pendekatan Sudut. Kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran menurut sudut-sudut kegiatan, memakai langkah-langkah pembelajaran yang ibarat dengan model pembelajaran area, alasannya yaitu memperhatikan minat anak. Jumlah sudut yang disediakan 5 sudut dalam penggunaannya diubahsuaikan dengan jadwal yang direncanakan dengan kisaran 2 samapi 5 sudut. Dalam kondisi tertentu dimungkinkan 1 sudut lebih dari 1 kegiatan. Alat-alat yang disediakan pada sudut-sudut acara selayaknya lebih bervariasi dan sering diganti, diubahsuaikan dengan tema atau sub tema yang dibahas. Sudut-sudut acara yang dimaksud yaitu :
1. Sudut Ketuhanan
Alat-alat yang ditempatkan yaitu maket daerah ibadah, peralatan ibadah, gambar-gambar, dan alat lainnya yang sesuai dengan keagamaan.
2. Sudut Keluarga
Alat-alat pada sudut keluarga terdiri dari dingklik tamu, meja makan, peralatan dapur, peralatan ruang kamar tidur, boneka banyak sekali jenis, dan peralatan lain di ruang tamu.
3. Sudut Alam Sekitar dan Pengetahuan
Alat-alat pada sudut alam sekitar dan pengetahuan terdiri dari akuarium, meja/rak untuk benda-benda obyek pengetahuan, kulit kerang, biji-bijian, batu-batuan, beling pembesar, timbangan, magnet dan alat-alat untuk menyediliki alam sekitar, gambar-gambar wacana alam sekitarnya dan tanda-tanda alam.
4. Sudut Pembangunan
Alat-alat yang ditempatkan pada sudut ini yaitu alat-alat untuk permainan konstruksi, ibarat balok, keping geometri, alat pertukangan, dan minatur/model banyak sekali jenis kendaraan, plastisin, pledog, tanah liat.
5. Sudut Kebudayaan
Alat-alat yang ditempatkan pada sudut kebudayaan yaitu peralatan musik/perkusi, rak-rak buku, buku perpustakaan, alat untuk pengenalan bentuk, warna, konsep bilangan, simbol-simbol, alat untuk kreativitas, rumah adat, pakaian adat, tokoh-tokoh pewayangan.
Keberadaan sudut-sudut acara tersebut sanggup ditempatkan di dalam kelas maupun di ruang sendiri sesuai keadaan dan kondisi PAUD masing-masing. Pada waktu acara di sudut berlangsung, pendidik tidak hanya berada di salah satu sudut saja, tetapi juga menunjukkan bimbingan kepada akseptor didik yang membutuhkan atau mengalami kesulitan.
Pengelolaan Kelas
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas pada model pembelajaran menurut sudut-sudut kegiatan yaitu :
Pengaturan alat bermain dan perabot di ruangan, termasuk meja, dingklik dan luasnya ruangan, diubahsuaikan dengan acara yang akan dilaksanakan, khususnya pada sudut-sudut kegiatan.
Sumber berguru dan hasil acara anak sanggup dipajang di papan atau didinding ruangan. Hasil karya anak, sanggup juga disimpan di laci masing-masing anak sebagai portofolio.
Setelah dipakai untuk pembelajaran, alat bermain dirapikan dan disimpan sedemikian rupa sehingga sanggup melatih anak untuk penyesuaian yang ingin dicapai ibarat kemandirian, tanggung jawab, menciptakan keputusan, kebiasaan mengatur kembali peralatan dan sebagainya.
Langkah-langkah Kegiatan
a. Kegiatan Awal (+ 30 menit) Kegiatan yang dilaksanakan yaitu bernyanyi, berdoa, mengucap salam, membicarakan tema/sub tema, diskusi acara yang akan dilaksanakan, malakukan kegaitan fisik/ motorik.
b. Kegiatan Inti (+ 60 menit) secara individual di sudut-sudut kegiatan Sebelum melaksanakan acara inti, pendidik bersama anak membicarakan tugas-tugas yang diprogramkan di sudut-sudut kegiatan. Setelah itu pendidik menjelaskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di setiap sudut acara yang diprogramkan. Sudut yang dibuka setiap hari diubahsuaikan dengan indikator yang dikembangkan dan sarana/alat pembelajaran yang ada. Kemudian anak dibebaskan untuk menentukan sudut acara yang disukai sesuai dengan minatnya. Anak sanggup berpindah sudut acara sesuai dengan minatnya tanpa ditentukan oleh pendidik, pendidik memberi motivasi.
c. Istirahat/Makan (+ 30 menit) Kegiatan makan bersama menanamkan penyesuaian yang baik, contohnya mencuci tangan, berdoa sebelum dan setelah makan, membuatkan bekal dengan teman, membereskan dan merapikan alat-alat makan dan sebagainya. Setelah acara makan selesai, waktu yang tersedia sanggup dipakai untuk bermain di dalam atau di luar kelas.
d. Kegiatan Akhir (+ 30 menit) Kegiatan selesai dilaksanakan secara klasikal, contohnya dengan bercerita, bernyanyi, bersama-sama menunjukkan kelas, diskusi acara sehari yang telah dilakukan, informasi acara esok hari, berdoa, dan mengucapkan salam.
Penilaian
Penilaian yang dilakukan pada pembelajaran ini sama dengan evaluasi pada model pembelajaran Kelompok dengan Kegiatan Pengaman, yaitu selama acara pembelajaran berlangsung, pendidik mencatat segala hal yang terjadi baik terhadap perkembangan akseptor didik maupun jadwal kegiatannya sebagai dasar bagi keperluan penilaian.
Rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM) merupakan planning kegiatan yang disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. Perencanaan kegiatan mingguan sanggup berbentuk jaringan tema (web). Jaringan tema berisi projek-projek yang akan dikembangkan menjadi kegiatan-kegiatan pembelajaran. Pada tamat satu atau beberapa tema sanggup dilaksanakan kegiatan puncak tema yang menawarkan prestasi penerima didik. Puncak tema sanggup berupa kegiatan antara lain menciptakan kue/makanan, makan bersama, bazar hasil karya, pertunjukan, panen tanaman, dan kunjungan.
Rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) ialah perencanaan kegiatan harian yang akan dilaksanakan oleh pendidik / pengasuh pada setiap hari atau sesuai dengan kegiatan lembaga. Komponen RPPH, antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema, alokasi waktu, hari/tanggal, kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
RPPH ialah perencanaan kegiatan harian yang akan dilaksanakan oleh pendidik/pengasuh pada setiap hari atau sesuai dengan kegiatan lembaga. Komponen RPPH, antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema, alokasi waktu, hari/tanggal, kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Penyusunan RPPM memperhatikan hal-hal berikut:
Diturunkan dari program
Berisi sub tema – KD – bahan – planning kegiatan
Penyusunan kegiatan mingguan diubahsuaikan dengan seni administrasi pengelolaan kelas (area, sentra, kelompok usia) yang ditetapkan masing-masing satuan PAUD..
Sub tema diambil dari bab tema di kegiatan semester
Materi diturunkan dari pengetahuan yang akan dikenalkan sesuai KD
Rencana kegiatan diisi dengan jenis kegiatan yang akan dilakukan anak selama satu minggu.
3. Pengulangan Materi Materi yang ditetapkan pada setiap sub tema akan dipakai terus selama sub tema tersebut dibahas tetapi disampaikan melalui kegiatan bermain yang berbeda di setiap model pembelajaran sentra / area / kegiatan sudut.
Contoh RPPM
Cara Penyusunan RPPH
Disusun menurut kegiatan mingguan.
Kegiatan harian berisi kegiatan pembuka, inti, dan penutup.
Pelaksanaan pembelajaran dalam satu hari dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran.
Penyusunan kegiatan harian diubahsuaikan dengan kondisi satuan pendidikan masing-masing dan memakai pendekatan saintifik.
Kegiatan harian sanggup dibentuk oleh satuan pendidikan dengan format sesuai kebutuhan masing-masing.