Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini menggunakan pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik dipandang sesuai dengan pola kerja otak alasannya ialah membahas satu tema dari banyak sekali konsep dan aspek perkembangan. Penentuan tema sangat terbuka. Artinya, satuan PAUD sanggup menentukan tema yang akan dipakai dalam pembelajaran sesuai dengan minat anak, situasi dan kondisi lingkungan, serta kesiapan guru mengelola kegiatan.
Penentuan tema tidak sekadar gampang diterapkan, tetapi perlu memperhatikan beberapa prinsip biar pembelajaran yang dilaksanakan lebih menarik dan mendalam. Keluasan tema bergantung pada kemampuan guru dalam menguasai tema tersebut.
Hal penting yang harus diperhatikan guru dalam menyebarkan tema ialah kebermaknaan tema dalam membangun pengalaman berguru yang bermutu bagi anak usia dini. Oleh alasannya ialah itu dalam menentukan tema menjadi penting kalau diawali dengan identifikasi tema dan sekaligus ketertarikan anak terhadap topik tertentu. Untuk memperlihatkan wawasan kepada para guru PAUD dalam menyebarkan tema pembelajaran, maka disusun “Pedoman Pengembangan Tema dalam Pembelajaran Anak Usia Dini”. Pedoman ini diperlukan sanggup menjadi pola bagi guru dalam menyebarkan tema di forum PAUD masing-masing.
Tema ialah topik yang menjadi payung untuk mengintegrasikan seluruh konsep dan muatan pembelajaran melalui aktivitas main dalam mencapai kompetensi dan tingkat perkembangan yang diharapkan. Pembelajaran tematik ialah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa muatan pembelajaran dalam mencapai kompetensi dasar (KD) dan tingkat perkembangan yang diharapkan.
Pelaksanaan tema dan subtema sanggup dilakukan dalam aktivitas pengembangan melalui bermain dan pembiasaan. Tema bukan merupakan tujuan pembelajaran melainkan sarana untuk mengintegrasikan keseluruhan perilaku dalam pengetahuan dan keterampilan yang ingin dibangun.
Karena itulah pedoman pengembangan tema ini dibutuhkan untuk membantu penyusunan tema yang akan diajarkan. Meliputi:
Mengapa Harus Menggunakan Tema dalam Pembelajaran PAUD
Mengapa menggunakan tema
Apa Pengertian tema
Apa manfaat tema
Program Pengembangan apa yang dibangun melalui tema
Apa prinsip-prinsip dalam menentukan tema
Teknik Pengembangan Tema
Bagaimana merumuskan tema
Objek apa saja yang sanggup dijadikan tema
Seberapa luas tema sanggup dikembangkan
Berapa usang waktu yang dibutuhkan
Bagaimana merumuskan kompetensi dasar dan bahan pembelajaran dikaitkan dengan tema
Apakah puncak tema itu
Bagaimana menyebarkan aktivitas dalam transisi antartema.
Seperti itulah sekilas dari ihwal Buku Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran PAUD RA Taman Kanak-kanak Kurikulum 2013 yang bisa anda unduh pada link dibawah ini:
Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. Pembelajaran anak usia dini sanggup dikembangkan dengan memakai tema. Melalui tema pembelajaran, akseptor didik akan lebih gampang mengenal suatu konsep pengetahuan dan sanggup mempelajari sesuatu yang bersifat konkret. Dengan demikian, indikator perkembangan anak sanggup tercapai secara optimal.
Kenyataan di lapangan mengatakan bahwa pendidik PAUD banyak mengalami hambatan dalam menyebarkan tema pembelajaran. Hal ini antara lain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, kreativitas, kepekaan dan keberanian pendidik.
Pendidik PAUD diperlukan sanggup menyebarkan tema sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan tema biar pembelajaran yang dilaksanakan lebih menarik dan mendalam.
Oleh lantaran itu untuk memenuhi kebutuhan tersebut disusunlah "Pedoman Pengembangan Tema dalam Pembelajaran Anak Usia Dini". Pedoman ini diperlukan sanggup menjadi pola bagi pendidik dalam menyebarkan tema di forum PAUD masing-masing. Selengkapnya silahkan lihat pada link dibawah ini:
KTSP PAUD ialah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di satuan pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan kondisi daerah, satuan PAUD, dan kebutuhan anak. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini disusun mengacu pada Standar Nasional PAUD serta Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum PAUD.
Dokumen I berisi sekurang-kurangnya visi, misi, tujuan satuan pendidikan, muatan pembelajaran, pengaturan beban belajar, dan kalender pendidikan. Jabaran setiap komponen pada dokumen I ialah sebagai berikut:
a. Visi Satuan Pendidikan
Visi ialah harapan bersama pada masa mendatang dari warga satuan pendidikan anak usia dini, yang dirumuskan dan ditetapkan oleh setiap forum menurut masukan dari seluruh warga forum pendidikan anak usia dini. Visi tersebut bisa menawarkan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga satuan pendidikan dan segenap pihak yang berkepentingan. Visi sanggup ditinjau dan dirumuskan kembali secara terpola sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.
b. Misi Satuan Pendidikan
Misi ialah sesuatu yang harus dilaksanakan sebagai pembagian terstruktur mengenai visi yang telah ditetapkan dalam kurun waktu tertentu untuk menjadi tumpuan bagi penyusunan aktivitas serta menawarkan keluwesan dan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan pendidikan yang terlibat, dengan menurut masukan dari seluruh warga satuan pendidikan anak usia dini. Misi sanggup ditinjau dan dirumuskan kembali secara terpola sesuai dengan perkembangan dan tantangan di masyarakat.
d. Muatan Pembelajaran
Muatan pembelajaran ialah cakupan materi yang ada pada kompetensi dasar sebagai materi yang akan dijadikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai kompetensi perilaku spiritual, perilaku sosial, pengetahuan, dan keterampilan. Materi-materi tersebut seharusnya dikuasai anak sesuai dengan tahapan usianya yang diberikan melalui stimulasi pendidikan secara terintegrasi dengan memakai tema-tema yang sesuai dengan kondisi forum PAUD/satuan pendidikan dan anak.
e. Pengaturan Lama Belajar
Lama berguru merupakan waktu yang dipakai untuk memberi pengalaman berguru kepada anak dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun. Lama berguru dilaksanakan melalui pembelajaran tatap muka dengan durasi paling sedikit 900 menit per minggu. Satuan PAUD untuk kelompok usia 4-6 tahun yang tidak sanggup melaksanakan pembelajaran 900 menit per ahad wajib melaksanakan pembelajaran 540 menit dan ditambah 360 menit pengasuhan terprogram.
f. Kalender Pendidikan
Kalender pendidikan ialah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran anak selama satu tahun fatwa yang meliputi permulaan tahun ajaran, ahad efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, dan hari libur. Kalender Pendidikan juga berisi aktivitas kegiatan tahunan yang meliputi kegiatan-kegiatan perayaan hari besar nasional, kegiatan-kegiatan puncak tema, kegiatan-kegiatan forum (misal: rekreasi dan pentas seni).
Dokumen II berisi Perencanaan Program Semester (Prosem), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM), dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Untuk merencanakan pembelajaran, satuan PAUD menyusun aktivitas yang meliputi:
1) Program Semester
Prosem berisi daftar tema satu semester dan alokasi waktu setiap tema. Penyusunan Prosem dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
membuat daftar tema satu semester
menentukan alokasi waktu untuk setiap tema
menentukan KD pada setiap tema
memilih, menata, dan mengurutkan tema
menjabarkan tema ke dalam sub tema dan sanggup dikembangkan lebih rinci lagi menjadi sub-sub tema untuk setiap semester; Dalam menyusun Prosem, satuan PAUD diberi keleluasaan dalam menentukan format.
2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan
RPPM disusun sebagai teladan pembelajaran selama satu minggu. RPPM sanggup berbentuk jaringan tema atau format lain yang dikembangkan oleh satuan PAUD yang berisi projek-projek yang akan dikembangkan menjadi kegiatan pembelajaran. Pada final satu atau beberapa tema sanggup dilaksanakan kegiatan puncak tema untuk memperlihatkan hasil belajar. Puncak tema sanggup berupa kegiatan antara lain menciptakan kue/makanan, makan bersama, festival hasil karya, pertunjukan, panen tanaman, dan kunjungan.
3) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian
RPPH disusun sebagai teladan pembelajaran harian. Komponen RPPH meliputi antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema, kelompok usia, alokasi waktu, kegiatan berguru (kegiatan pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup), indikator pencapaian perkembangan, evaluasi perkembangan anak, serta media dan sumber belajar.
Prinsip Penyusunan Kurikulum
Penyusunan Kurikulum PAUD dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut.
Kurikulum dikembangkan prinsip berpusat pada anak yaitu dengan mempertimbangkan potensi, minat, bakat, perkembangan, dan kebutuhan semua anak, termasuk anak yang memiliki kebutuhan khusus.
Kurikulum dikembangkan secara kontekstual yaitu dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, kondisi sekolah, dan kebutuhan anak.
Substansi kurikulum meliputi semua dimensi kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) dan meliputi semua aktivitas pengembangan yang direncanakan dan disajikan secara terpadu dan berkesinambungan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Kurikulum disusun supaya semua aktivitas pengembangan menjadi dasar pembentukan kepribadian anak secara utuh dalam pembentukan perilaku spiritual dan perilaku sosial anak.
Kurikulum disusun dengan memperhatikan tingkat perkembangan anak alasannya ialah anak akan berguru dengan baik jikalau kebutuhan fisik terpenuhi serta merasa tenteram, kondusif dan nyaman.
Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan cara anak berguru dari sederhana ke rumit, nyata ke abstrak, dari gerakan ke verbal, dan dari keakuan ke rasa sosial.
Kurikulum disusun dengan mempertimbangkan keterpaduan aspek dalam pengembangan anak usia dini holistik integratif (PAUD-HI) yaitu pendidikan, kesehatan dan gizi, pengasuhan, dan sumbangan anak.
Kurikulum disusun dengan memakai pendekatan berguru melalui bermain yang dirancang supaya tercipta suasana yang menyenangkan, fungsional, dan efektif dalam proses pembelajaran.
Kurikulum dikembangkan untuk menawarkan pengalaman berguru pada anak dengan memperhatikan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang berkembang secara dinamis.
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Kurikulum perlu memuat keragaman potensi kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan kawasan setempat untuk menghasilkan anak yang mengenal, mengapresiasi dan menyayangi budaya daerah.
Prosedur dan Mekanisme Pengembangan Kurikulum
Prosedur dan prosedur pengembangan kurikulum operasional PAUD meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Satuan PAUD membentuk tim/kelompok kerja pengembang kurikulum.
Tim/kelompok kerja pengembang melaksanakan analisis konteks dengan mempelajari dan mencermati pedoman-pedoman yang ada dalam Peraturan Menteri ihwal Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini ini, menganalisis kondisi, peluang, dan tantangan yang ada di lembaga/satuan PAUD yang bekerjasama dengan anak, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, biaya dan program-program yang akan dilakukan.
Penyusunan draf dokumen kurikulum PAUD sesuai dengan komponen yang telah ditetapkan.
Tim/kelompok kerja melaksanakan review, revisi, dan penetapan.
Dokumen disahkan oleh pejabat yang berwenang sesuai dengan kewenangannya, seperti: dinas pendidikan setempat, kantor kementerian agama setempat, dan/atau ketua yayasan/pengelola.
Pelaksanaan KTSP merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga satuan PAUD.
Pembelajaran anak usia dini sanggup dikembangkan dengan memakai tema. Melalui tema pembelajaran, penerima didik akan lebih gampang mengenal suatu konsep pengetahuan dan sanggup mempelajari sesuatu yang bersifat konkrit. Dengan demikian, indikator perkembangan anak sanggup tercapai secara optimal.
Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pendidik PAUD banyak mengalami hambatan dalam menyebarkan tema pembelajaran. Hal ini antara lain disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, kreativitas, kepekaan dan keberanian pendidik.
Pendidik PAUD dibutuhkan sanggup menyebarkan tema sesuai dengan prinsip-prinsip pengembangan tema semoga pembelajaran yang dilaksanakan lebih menarik dan mendalam. Oleh lantaran itu untuk memenuhi kebutuhan tersebut disusunlah “Pedoman Pengembangan Tema dalam Pembelajaran Anak Usia Dini”. Pedoman ini dibutuhkan sanggup menjadi contoh bagi pendidik dalam menyebarkan tema di forum PAUD masing-masing.
Pembelajaran tematik merupakan suatu pembelajaran yang mengaitkan banyak sekali bahasan dari Kompetensi Dasar secara terintegrasi kedalam satu tema.
Tema bukan merupakan tujuan pembelajaran melainkan sebagai ekspansi wawasan dalam rangka menghantarkan kematangan perkembangan anak
Manfaat Tema
Menghubungkan bahasan satu dengan lainnya, sesuai dengan cara berpikir anak.
Sebagai Topik bahasan. Topik bahasan yang erat dan dikenal anak menciptakan anak lebih sanggup terlibat di dalamnya.
Menghubungkan pengetahuan sebelumnya dengan pengetahuan yang gres yang sudah dimiliki anak.
Memudahkan pendidik PAUD dalam pengembangan kegiatan belajar sesuai dengan konsep dan sarana yang dimiliki lingkungan.
Aspek yang dibangun melalui Tema
Tema yang dikembangkan dalam pembelajaran harus sanggup membangun sikap perilaku, pengetahuan dan keterampilan penerima didik.
Sikap perilaku: sikap beragama, sikap hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, bisa bekerja sama, bisa menyesuaikan diri, jujur, santun dalam berinteraksi dengan keluarga, sobat dan guru.
Pengetahuan yang sanggup dikembangkan berupa : pengetahuan wacana diri, keluarga, teman, guru, lingkungan sekitar, teknologi, seni dan budaya.
Keterampilan yang dikembangkan berupa : kemampuan berpikir, berkomunikasi, bertindak produktif dan kreatif melalui bahasa, musik, karya dan gerakan sederhana.
Prinsip Memilih Tema
1. Kedekatan
Tema hedaknya dipilih mulai dari tema yang terdekat dengan kehidupan anak. Dekat dimaksud sanggup erat secara fisik sanggup juga erat secara emosi atau minat anak. Contoh tema yang terdekat dengan penerima didik contohnya diri sendiri. Di dalam tema diri sendiri sanggup dikembangkan menjadi sub tema saya dengan topik bahasan antara lain :
Mengidentifikasi anggota tubuh
Fungsi masing-masing anggota tubuh
Siapa saja yang boleh menyentuh anggota badan tertentu dan alasan diperbolehkannya
Cara melindungi anggota badan dari hal-hal yang membahayakan
Setelah tema diri sendiri pendidik sanggup menentukan tema lain yang erat dengan kehidupan sehari-hari penerima didik. Masing-masing forum tentu mempunyai kondisi yang berbeda-beda. Misalnya bagi forum PAUD yang lingkungannya erat dengan pantai, maka tema lingkunganku dengan sub tema "pantaiku yang indah" sanggup menjadi pilihan tema sesuai dengan prinsip kedekatan. Bagi forum PAUD yang lingkungannya erat dengan perkebunan, tema lingkunganku dengan sub tema "Kebun" dengan topik bahasan "kebun mangga, kebun kelapa" atau lainnya. "Kebun" sanggup menjadi pilihan tema sesuai dengan prinsip kedekatan.
2. Kesederhanaan
Tema yang dipilih yang sudah dikenal anak semoga anak sanggup menggali lebih banyak pengalamannya. Kaprikornus pemilihan tema tidak perlu yang muluk-muluk. Contoh: Berdasarkan prinsip kesederhanaan kita sanggup menentukan tema "lingkungan" dengan sub tema "Kebun Mangga" melalui topik bahasan yang sederhana kepada penerima didik. Misalnya :
Macam-macam kebun mangga
Cara memelihara kebun mangga
Peralatan yang dipakai di kebun mangga
Manfaat buah mangga bagi kesehatan
Cara mengkonsumsi buah mangga
3. Kemenarikan
Tema yang dipilih harus bisa menarik minat berguru anak. tema menarik tidak selalu tema yang gila tetapi tema sekitar anak juga bisa menarik jikalau guru sanggup menentukan aktifitas yang sesuai dengan perkembangan anak. Contoh: tema lingkunganku dengan sub tema "Kebun Mangga" sangat menarik bagi anak dengan aktifitas antara lain :
Menghitung jumlah buah mangga dengan macam-macam warna, mengumpulkan daun mangga, mengklasifikasi daun mangga menurut warna/ukuran, menggambar pohon mangga, menggambar buah mangga, menggambar kebun mangga, meniru tekstur kulit batang mangga, dll.
Melakukan pengamatan terhadap pohon mangga yang ada di lingkungan (tekstur kulit pohon mangga, warna batang mangga, tinggi batang, jumlah ranting pada cabang, urutan ukuran daun, berbagai.
Melakukan acara bersama orang renta dan guru contohnya menciptakan jus, manisan dan banyak sekali masakan dari buah mangga dan membuka festival bersama.
4. Keinsidentalan
Pemilihan tema tidak selalu baku yang direncanakan di awal tahun, tetapi juga sanggup menyisipkan insiden luar biasa yang dialami anak. contohnya kejadian banjir yang dialami anak sanggup dijadikan tema insidental. Contoh: Pada dikala bawah umur mengamati pohon mangga yang berada di luar kelas dan mendiskusikannya, tiba-tiba ada seekor kupu-kupu besar dan berwarna indah melintas dan hinggap pada salah satu ranting bunga yang berada di erat pohon mangga, maka pendidik sanggup mengajak anak untuk membahas kupu-kupu tersebut, wacana warnanya, caranya terbang, apa yang dicari atau dimakan, bagaimana berkembang biaknya dll.
Apa saja yang sanggup dijadikan tema
Banyak hal dilingkungan kehidupan kita sanggup dijadikan tema, lantaran intinya tema sebagai bingkai yang sanggup dipelajari anak.
Lembaga sanggup menyebarkan tema sesuai dengan kebutuhan, situasi dan kondisi. Dalam buku panduan guru telah diberikan contoh sebanyak 9 Tema yang dikembangkan menjadi 34 Sub/Sub-sub Tema . Bagi forum yang telah bisa menyebarkan tema, berikut ini merupakan salah satu contoh yang sanggup dipakai sebagai contoh untuk menyebarkan yaitu:
Diriku: Tubuhku, Kesukaanku, identitasku
Keluargaku: Anggota Keluarga, Pekerjaan keluargaku
Binatang: Ikan, Ayam, Burung, Harimau
Lingkungan alam: Laut, Gunung, Kotaku, Desaku, Kebunku, dll
Lingkungan sosial: Tetanggaku, Teman bermainku, Gotong royong, Pos Hansip
Budaya: Pakaianku, Makanan, Tari-tarian, Sopan santun, Permainan tradisional, dll
Hari besar agama: Idul Fitri, Idul Adha, Nyepi, Natal, Waisak, dll
Negaraku: Lambang Negara, Bendera Negara, Lagu Kebangsaaan, Pahlawan Nasional, Lagu Nasional, dll.
Profesi, dll.
Dari kelompok di atas sanggup diurai menjadi tema-tema yang lebih khusus. Ternyata banyak sekali yang sanggup dijadikan tema, lantaran itu tidak perlu untuk disamakan tema kita dari Sabang hingga Merauke. Masing-masing tempat mempunyai keunikan. Mengapa keunikan itu tidak dijadikan sebagai tema pembelajaran?
Keluasan tema
Sebuah tema sanggup dikembangkan menjadi sub tema, sub-sub tema, pokok bahasan, dan seterusnya. Jika pertanyaannya seberapa luas sebuah tema dikembangkan? Jawabannya tergantung seberapa luas pendidik sanggup memfasilitasi pengembangan tema untuk member pengalaman gres pada anak.
Artinya bila pendidik yang banyak membaca tentu akan menyebarkan tema menjadi sangat luas, tetapi bisa juga sebaliknya.
Berapa usang waktu yang dibutuhkan
Tidak ada ketentuan sebuah tema dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Artinya sebuah tema bisa dilaksanakan usang dan bisa juga singkat, tergantung keluasan tema dan minat anak terhadap tema tersebut. Ada kalanya satu tema membutuhkan waktu selama sebulan atau bahkan lebih, ada juga yang kurang dari sebulan.
Kurikulum yaitu seperangkat planning dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (PP 32/2013 Pasal 1 ayat 16 yang merujuk pada UU 20/2003 Pasal 1 ayat 19)
Struktur Kurikulum 2013 PAUD merupakan pengorganisasian muatan kurikulum, kompetensi inti, kompetensi dasar dan usang belajar
MUATAN KURIKULUM PROGRAM PENGEMBANGAN:
Pengembangan akhlaq sikap sosial emosional dan kemandirian
Kompetensi Inti PAUD Kompetensi Inti PAUD merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada final layanan PAUD usia 6 (enam) tahun yang dirumuskan secara terpadu dalam bentuk:
Kompetensi Inti Sikap Spiritual (KI-1);
Kompetensi Inti Sikap Sosial (KI-2);
Kompetensi Inti Pengetahuan (KI-3); dan
Kompetensi Inti Keterampilan (KI-4).
Kompetensi dasar
Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman berguru yang mengacu pada Kompetensi Inti.
Kompetensi Dasar merupakan pembagian terstruktur mengenai dari Kompetensi Inti dan terdiri atas:
Kompetensi Dasar sikap spiritual;
Kompetensi Dasar sikap sosial;
Kompetensi Dasar pengetahuan; dan
Kompetensi Dasar keterampilan.
Kompetensi Dasar dijabarkan lebih lanjut dalam indikator pencapaian perkembangan anak.
Tidak ada indikator khusus untuk KD pada KI 1 dan KI 2
Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada KI Sikap Spiritual dan KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran untuk mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran untuk mencapai KD-KD pada KI Pengetahuan dan KI Keterampilan, serta melalui pembiasaan dan keteladanan. Dengan kata lain, sikap konkret anak akan terbentuk saat beliau mempunyai pengetahuan dan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya dan/atau unjuk kerja. Contoh sikap konkret itu yaitu sikap hidup sehat, jujur, peduli, rasa ingin tahu, kreatif, kritis, percaya diri, disiplin, mandiri, bisa bekerja sama, bisa menyesuaikan diri, dan santun
MUATAN PEMBELAJARAN Muatan pembelajaran yaitu cakupan materi yang ada pada kompetensi dasar sebagai materi yang akan dijadikan kegiatan-kegiatan untuk mencapai kompetensi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan, dan keterampilan.
PERENCANAAN PEMBELAJARAN
Perencanaan Program Semester (PROSEM)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
Perencanaan Program Semester (PROSEM), berisi daftar tema satu semester termasuk alokasi waktu setiap tema dengan menyesuaikan hari efektif kalender pendidikan yang bersifat fleksibel. Perencanaan PROSEM:
membuat daftar tema satu semester
menentukan alokasi waktu untuk setiap tema
menentukan KI dan KD pada setiap tema
memilih, menata dan mengurutkan tema
menjabarkan tema kedalam sub tema dan sanggup dikembangkan lebih rinci lagi menjadi sub-sub tema untuk setiap semester;
mencermati kompetensi dasar yang sesuai dengan sub tema yang akan dikembangkan
RPPM
RPPM disusun untuk pembelajaran selama satu minggu. RPPM sanggup berbentuk jaringan tema atau format lain yang dikembangkan oleh satuan/lembaga PAUD yang berisi projek-projek yang akan dikembangkan menjadi kegiatan pembelajaran.
Pada final satu atau beberapa tema sanggup dilaksanakan kegiatan puncak tema. Puncak tema sanggup berupa kegiatan antara lain menciptakan kue/makanan, makan bersama, pekan raya hasil karya, pertunjukan, panen tanaman, dan kunjungan.
RPPH
RPPH yaitu perencanaan kegiatan harian yang akan dilaksanakan oleh pendidik dan/atau pengasuh pada setiap hari atau sesuai dengan kegiatan lembaga.
Komponen RPPH, antara lain: tema/sub tema/sub-sub tema, kelompok usia, alokasi waktu, kegiatan berguru (pembukaan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup), indikator pencapaian perkembangan, evaluasi perkembangan penerima didik, serta media dan sumber.
Pendekatan tematik terpadu memakai tema yang telah dipilih
Model pengelolaan kelas yang diadaptasi dengan model pembelajaran yang akan digunakan, misalnya:
model pembelajaran kelompok dengan sudut-sudut kegiatan,
model pembelajaran kelompok dengan kegiatan pengaman,
model pembelajaran area, dan
model Pembelajaran sentra
Rangkaian proses pada pendekatan saintifik yaitu: mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, mengomunikasikan
Penilaian
Penilaian proses dan hasil berguru PAUD merupakan proses pengumpulan dan mengkaji informasi secara sistematis, terukur, berkelanjutan, serta menyeluruh wacana pertumbuhan dan perkembangan yang telah dicapai oleh anak selama kurun waktu tertentu. Lingkup evaluasi semua aspek perkembangan yang dirumuskan dalam kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Sebelumnya sudah dibagikan kumpulan aplikasi sekolah Gratis, kali ini juga akan membagikan Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA kepada sahabat semua. Saya kumpulkan dalam satu artikel banyak sekali aplikasi, metode dan perangkat berguru dan pembelajaran anak usia dini, kurikulum PAUD, Taman Kanak-kanak dan RA.
Semuanya mencakup; macam-macam metode dan seni administrasi pembelajaran anak usia dini, teknik pembelajarn PAUD, aplikasi data siswa, penyusunan kurikulum, RPPM/RPPH, promes prota, SPJ BOP, dan masih banyak lagi.
Download File Lengkap Aplikasi, Perangkat dan Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA
Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:
Demikian artikel membuatkan dari perihal Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA. Untuk selengkapnya dapat anda kunjungi halaman ini.
Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...
Salam sejahtera untuk para sahabat semuanya. Kali saya ingin membuatkan kepada para sahabat yang bergelut dalam dunia pendidikan. Yakni seputar tips / cara menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) untuk jenjang PAUD, RA, dan TK. Meliputi: Pengertian KTSP PAUD, Prinsip Penyusunan KTSP, Prosedur Operasonal Pengembangan KTSP, Sistematika KTSP PAUD, dan latihan menyusun KTSP jenjang PAUD, RA, TK.
Pengertian KTSP PAUD
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PAUD (KTSP PAUD) diartikan sebagai kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan PAUD sesuai dengan kondisi, potensi, serta daya dukung yang tersedia dan sanggup diupayakan oleh satuan PAUD masing-masing.
Prinsip Penyusunan KTSP
Pembentukan sikap spiritual dan sosial anak
Mempertimbangkan tahapan tumbuh kembang anak, potensi, minat dan karakteristik anak
Holistik-Integratif
Dilaksanakan dengan cara berguru melalui bermain
Mempertimbangkan kebutuhan anak termasuk anak berkebutuhan khusus
Berkesinambungan atau kontinum perkembangan anak dari usia lahir sampai 6 tahun
Memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
Memperhatikan sosial budaya dan kontekstual
Prosedur Operasonal Pengembangan KTSP
a. Analisis Konteks Melihat dan menelaah :
Perundangan, Peraturan, Kebijakan dan aneka macam contoh lainnya
Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum PAUD
Visi, misi, dan tujuan yang ingin dibangun oleh satuan PAUD
Strategi/Model pembelajaran yang dipilih/digunakan oleh satuan PAUD
Daya dukung (Sarpras, SDM, lingkungan, biaya, dll)
b. Penyusunan Dokumen
Membentuk Tim Pengembang KTSP (kelompok Kerja)
Tim pengembang kurikulum (TPK) KTSP di setiap satuan ditentukan oleh Satuan PAUD masing-masing.
TPK KTSP PAUD terdiri dari : Kepala Satuan PAUD, Pendidik PAUD, Komite PAUD, atau pihak lain yang diperlukan.
Tim pengembang kurikulum bertugas
Melakukan analisis konteks
Menyusun draft KTSP
Melakukan revieu dan perbaikan KTSP
Finalisasi Dokumen KTSP
b. Pengesahan dan Pemberlakuan
Pengelola satuan PAUD mengajukan dokumen KTSP untuk disahkan oleh pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau pejabat kecamatan yang ditunjuk atas nama pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Dokumen yang telah disahkan kemudian disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di Satuan PAUD yang bersangkutan untuk diterapkan bersama dan sebagai tanggung jawab bersama.
Sistematika KTSP PAUD
Halaman Judul
Kata Pengantar
Lembar Pengesahan
Daftar Isi
BAGIAN I. PROFIL LEMBAGA A.Profil Satuan Lembaga PAUD (penyelenggara, pengelola dan pendidik) B. Sejarah singkat Satuan forum PAUD C. Alamat Dan Peta Lokasi Satuan forum PAUD D. Status Satuan forum PAUD (negeri/swasta, izin operasional, akreditasi, dll)
BAGIAN II. DOKUMEN I A. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Tujuan Penyusunan KTSP PAUD
Dasar Operasional Penyusunan KTSP PAUD
B. VISI, MISI DAN TUJUAN SATUAN PAUD
Visi Satuan PAUD
Misi Satuan PAUD
Tujuan Satuan PAUD
C. KARAKTERISTIK SATUAN PAUD D. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM E. KALENDER PENDIDIKAN F. PROGRAM TAHUNAN
BAGIAN III. DOKUMEN I A. Program Semester B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (Contoh) C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (Contoh) D. Penilaian Pembelajaran (Contoh)
Pendidikan anak usia dini diyakini menjadi dasar bagi penyiapan sumber daya insan yang berkualitas di masa datang. Oleh alasannya ialah itu layanan PAUD harus dirancang dengan seksama dengan memperhatikan perkembangan anak, perubahan ilmuPengetahuan dan tehnologi serta budaya berkembang. Memahami kondisi tersebut maka Taman Kanak-Kanak ... memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan PAUD, dst ...
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak ... disusun oleh ... (unsur yang terlibat dalam penyusunan KTSP) keberadaannya sangat penting alasannya ialah KTSP sebagai contoh penyelenggaraan dan pengelolaan keseluruhan acara dan pelaksanaan pembelajaran . KTSP juga dijadikan sebagai patokan untuk melakukan pengukuran keberhasilan pencapaina tujuan, acara keseluruhan kegiatan pembelajaran ,dst ...
TUJUAN KTSP KTSP bertujuan untuk :
Memberikan contoh bagi pengelola dan pendidik dalam menyusun acara layanan , kegiatan pembelajaran dan kegiatan lain yang mendukung pencapaian keberhasilan anak.
Memberikan informasi wacana acara layanan PAUD yang diberikan oleh satuan PAUD kepada penerima didik.
Dokumen acara yang diharapkan untuk proteksi pembinaan
UU Nomer 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional
Permendikbud Nomer 137 tahun 2014 wacana Standar PAUD
Permendikbud Nomer 146 wacana Kurikulum PAUD
Pedoman Penyusunan KTSP PAUD Tahun 2013 PAUD
Dst ...
VISI SATUAN PAUD Visi merupakan harapan jangka panjang yang ingin diwujudkan atau diraih oleh Satuan PAUD.
Visi yang dirumuskan sanggup menjadi motivasi bagi semua fihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pengelolaan PAUD.
Menjadi arah yang ingin dicapai oleh satuan.
Membangun kesamaan pemahaman pada semua pelaksana (pendidik, tenaga kependidikan, dan warga satuan lainnya) yang ada di satuan PAUD sebagai harapan bersama yang ingin diwujudkan
Membangun motivasi pendidik, tenaga kependidikan, dan orang bau tanah untuk meraih harapan bersama
CONTOH VISI Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS" Sehat, Cerdas, Kreatif, Mandiri, Ceria, dan berakhlak mulia
MISI SATUAN PAUD Upaya umum yang ditempuh oleh satuan PAUD dalam rangka mewujudkan visi yang telah dirumuskan.
Misi penting ditetapkan oleh satuan PAUD
Menjadi contoh dalam mewujudkan profil anak yang diharapkan oleh satuan PAUD
Menjadi contoh dalam pengembangan kurikulum dan seni administrasi pencapaiannya di satuan PAUD
Menggambarkan kekhasan atau keunggulan layanan di satuan PAUD
CONTOH MISI Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"
Menyelenggarakan layanan pengembangan holistik-integratif.
Memfasilitasi kegiatan berguru yang aktif dan menyenangkan sesuai dengan tahapan perkembangan, minat, dan potensi anak.
Membangun pembiasaan sikap hidup bersih, sehat dan berakhlak mulia secara mandiri.
Membangun kerjasama dengan orang tua, masyarakat, dan lingkup terkait dalam rangka pengelolaan PAUD yang professional, akuntabel, dan berdaya saing nasional.
TUJUAN SATUAN PAUD Tujuan satuan berisi rumusan hasil keluaran/output yang ingin dicapai oleh satuan PAUD.
Keterangan: Visi dirumuskan untuk pencapaian jangka waktu panjang, sedangkan tujuan dirumuskan untuk pencapaian jangka waktu pendek atau biasanya dikaitkan dengan lulusan yang diharapkan.
Contoh: Tujuan Satuan PAUD
Mewujudkan anak yang mempunyai sikap, pengetahuan dan keterampilan yang seimbang pada setiap aspek perkembangannya sebagai bekal mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Mewujudkan anak yang sehat, ceria, bisa merawat diri serta peduli terhadap diri sendiri, teman, dan lingkungan sekitarnya
Menjadikan anak Alqur’ani dan Islami semenjak dini sebagai bekal menjalani kehidupan di masa dewasanya.
Lembar Kerja 2
Buatlah Rumusan Visi satuan PAUD Anda !
Buatlah Rumusan Misi Satuan PAUD !
Susunlah Tujuan Satuan PAUD !
KARAKTERISTIK KTSP Karakteristik KTSP diisi dengan pembagian terstruktur mengenai wacana nilai, strategi/model serta kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dan diterapkan di satuan PAUD dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan satuan PAUD serta mewujudkan output PAUD.
Isi karakteristik KTSP setidaknya memuat:
Nilai/prinsip yang dipakai oleh satuan lembaga
Model pembelajaran yang digunakan
Kegiatan-kegiatan yang menjadi kekhasan Satuan PAUD anak
CONTOH KARAKTERISTIK KURIKULUM Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"
Kurikulum Taman Kanak-Kanak AL-Firdaus disusun dengan mengusung nilai-nilai islami sebagai dasar untuk pengembangan huruf penerima didik ...
Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan partisipatif, Taman Kanak-Kanak Al- FIrdaus menerapkan model pembelajaran sentra, dimana kelompok anak dalam satu hari bermain dalam satu pusat yang didalamnya berisi aneka macam kegiatan sebagai pemenuhan densitas main. Sentra yang disiapkan adalah: pusat imtaq, pusat balok, pusat materi alam, pusat persiapan, dan pusat main kiprah ...
STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PAUD
Struktur kurikulum Satuan PAUD diturunkan dari kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dengan ditambah kekhasan satuan PAUD atau mengadopsi sebagian kurikulum lain (misal: dari kurikulum asing).
Struktur kurikulum Satuan PAUD berisi:
Program perkembangan yang terdiri dari 6 bidang perkembangan yakni: nilai moral dan agama, motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.
Ranah pengembangan berisi dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang ada dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dan Kompetensi dasar komplemen yang mewakili kekhasan satuan PAUD.
Alokasi waktu yang diharapkan untuk melakukan acara kurikulum.
Kalender pendidikan berisi planning kegiatan yang akan dilaksanakan selama setahun. Kalender pendidikan diturunkan dari planning tahunan satuan PAUD. Kalender pendidikan memuat:
Permulaan tahun ajaran
Waktu berguru efektif
Hari-hari libur
Perayaan hari-hari besar
Kegiatan puncak tema
Kegiatan pendukung.
PROGRAM TAHUNAN
Program tahunan disusun oleh forum berisi wacana planning kegiatan penerapan kurikulum yang mendukung perkembangan dan berguru anak secara holistik-integratif (baik secara langsung, maupun tidak langsung), yang akan dilaksanakan dari awal tahun pedoman sampai simpulan tahun pedoman terdiri dari:
Kegiatan yang terkait dengan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran (awal-akhir bulan, awal-akhir semester, awal-akhir TA)
Kegiatan penunjang kurikulum (mendatangkan nara sumber, mengunjungi kawasan yang terkait dengan tema, kegiatan bazaar anak, pentas seni anak, dll)
Kegiatan ke-orang tuaan/parenting yang mendukung kurikulum/ pembelajaran (pertemuan orang tua, hari konsultasi, dll)
Dokumen KTSP PAUD ditandatangani oleh penyelenggara dan kepala sekolah/pengelola serta disahkan oleh dinas pendidikan setempat yang diketahui oleh penilik/pengawas bidang PAUD
Masa pemberlakuan KTSP PAUD sanggup diadaptasi dan ditetapkan oleh satuan PAUD
KTSP yang telah disusun harus siap untuk selalu ditinjau ulang jika terjadi perubahan kebijakan, jenis acara layanan , visi, misi dan tujuan , dsb ...
Lembar Kerja 3
Buatlah acara tahunan dengan memperhatikan visi, misi dan kekhasan atau keunggulan di satuan PAUD Anda.