Showing posts sorted by date for query karakteristik-kurikulum-2013-paud-ra-tk. Sort by relevance Show all posts
Showing posts sorted by date for query karakteristik-kurikulum-2013-paud-ra-tk. Sort by relevance Show all posts

Sunday, 11 August 2019

Jadi Cendekia Prinsip-Prinsip Penyusunan Ktsp Paud Tk Dan Ra


Prinsip-Prinsip Penyusunan KTSP PAUD Taman Kanak-kanak dan RA. Agar pengembangan kurikulum terfokus, sempurna sasaran dan terkendali, maka para pengembang KTSP PAUD hendaklah memegang dan menjunjung tinggi prinsip yang seharusnya dijalankan.

Prinsip yang harus diperhatikan dalam penyusunan KTSP PAUD adalah:

Pembentukan sikap spiritual dan sosial anak


Kurikulum PAUD dirancang untuk membangun sikap spiritual dan sosial bermakna bukan hanya sekedar untuk sanggup menjawab tes-tes, ujian, kuis, atau pengetahuan jangka pendek lainnya. Sikap spiritual dan sosial dimaksud yaitu sikap yang mencerminkan sikap beragama, hidup sehat, rasa ingin tahu, berpikir dan bersikap kreatif, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, bisa bekerja sama, bisa menyesuaikan diri, santun dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, dan guru di lingkungan rumah, kawasan bermain, dan satuan PAUD.

Mempertimbangkan tahapan tumbuh kembang anak, potensi, minat, dan karakteristik anak


Kurikulum menempatkan anak sebagai sentra tujuan. Kurikulum yang disusun memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan tingkat usia anak (age appropriateness), dan selaras dengan potensi, minat, dan karakteristik anak sebagai kekhasan perkembangan individu anak (individual appropriateness).

Holistik-Integratif


Komponen kurikulum yang disusun meliputi keseluruhan ranah perkembangan (holistik) dalam Kompetensi Dasar yang dimuat dalam Panduan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. Integratif dimaksudkan yaitu segala upaya yang dilakukan dengan memakai langkah terpadu, baik pada upaya pemenuhan layanan pedagogis, layanan kesehatan, layanan gizi maupun layanan perlindungan. Layanan pedagogis berfokus pada stimulasi perkembangan anak terutama pada stimulasi perkembangan mental-intelektual dan social-emosional, layanan kesehatan dan gizi terutama ditujukan untuk membantu pertumbuhan anak, sedangkan layanan proteksi ditujukan semoga tumbuh-kembang lebih optimal yaitu dengan cara proteksi kondisi dan lingkungan nyaman (savety) dan kondusif (security), yaitu yang bebas dari kecemasan, tekanan dan rasa takut.

Dilaksanakan dengan cara berguru melalui bermain


Kurikulum disusun untuk membuka kesempatan berguru anak membangun pengalamannya dalam proses transmisi, transaksi, dan transformasi keterampilan, nilai-nilai, dan karakterdi bawah bimbingan pendidik. Proses penerapan Kurikulum bersifat aktif dimana anak terlibat pribadi dalam kegiatan bermain yang menyenangkan, memakai ide-ide gres yang diperoleh dari pengalaman untuk berguru pengambilan keputusan dan pemecahan dilema sederhana.

Mempertimbangkan kebutuhan anak termasuk anak berkebutuhan khusus


Kurikulum PAUD bersifat inklusif dengan mengakomodir kebutuhan dan perbedaan anak baik dari aspek jenis kelamin, sosial, budaya, agama, fisik, maupun psikhis. Sehingga semua anak terfasilitasi sesuai dengan potensi masing-masing tanpa ada diskriminasi aspek apapun.

Berkesinambungan perkembangan anak dari usia lahir sampai 6 tahun


Kurikulum disusun dengan memperhatikan kesinambungan secara vertikal (antara tujuan pendidikan nasional, tujuan lembaga, tujuan pembelajaran, metode pembelajaran), dan kesinambungan horizontal (antara tahap perkembangan anak: dari bayi, batita, balita, dan prasekolah merupakan rangkaian yang saling berkesinambungan).

Memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni


Penyusunan kurikulum mengadopsi dan memanfaatkan perkembangan keilmuan dan teknologi untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran sepanjang sesuai dengan tahapan perkembangan anak, nilai moral, aksara yang ingin dibangun, dan seni budaya Indonesia.

Memperhatikan sosial budaya


Kurikulum disusun dengan memasukkan lingkungan fisik dan budaya ke dalam proses pembelajaran untuk membangun kesesuaian antara pengalaman yang sudah dimiliki anak dengan pengalaman gres untuk membentuk konsep gres wacana lingkungan dan norma-norma komunitas di dalamnya. Lingkungan sosial dan budaya berperan tidak sebagai obyek dalam kurikulum tetapi sebagai sumber pembelajaran bagi anak usia dini.

Referensi: Pendma Kemenag Pamekasan | IGRA

Jadi Berilmu Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran Paud Kurikulum 2013


Pembelajaran merupakan bentuk penyelenggaraaan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang memadukan secara sistematis dan berkesinambungan suatu kegiatan. Kegiatan pembelajaran sanggup dilakukan di lingkungan forum dan luar forum dalam wujud penyediaan bermacam-macam pengalaman berguru untuk semua siswa PAUD RA atau TK. Kegiatan pembelajaran sebagai suatu proses harus disusun menurut prinsip aktivitas berguru mengajar TK.

Kegiatan pembelajaran dirancang mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran, baik terkait dengan keleluasaan bahan/materi, pengalaman belajar, daerah dan waktu belajar, alat/sumber belajar, bentuk pengorganisasian kelas dan cara penilaian. Dalam aktivitas pembelajaran PAUD, Pendidik perlu menunjukkan dorongan dan santunan kepada akseptor didik untuk mengungkapkan kemampuannya dalam membangun gagasan.

Pendidik berperan sebagai fasilitator dan bertanggung jawab untuk membuat situasi yang sanggup menumbuhkan prakarsa, motivasi dan tanggung jawab akseptor didik untuk belajar. Di samping itu dalam mengelola aktivitas pembelajaran, pendidik hendaknya bisa berbagi teladan interaksi dengan banyak sekali pihak yang terlibat di dalam pembelajaran  dan harus bakir memotivasi akseptor didik untuk terbuka, kreatif, responsif, dan interaktif dalam aktivitas pembelajaran.

Kualitas pembelajaran sanggup diukur dan ditentukan oleh sejauh mana aktivitas pembelajaran tertentu sanggup menjadi alat perubah sikap akseptor didik ke arah yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang telah ditetapkan.

Oleh alasannya itu, pendidik PAUD dibutuhkan bisa merancang, berbagi dan melakukan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan dan perkembangan akseptor didik. Untuk membantu kemampuan Pendidik PAUD dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran, maka perlu membagikan pedoman penyusunan pembelajaran yang bisa anda unduh pada link dibawah ini:

Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran PAUD Kurikulum 2013

Demikian dari kami, biar bisa mambantu dan bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia. Amin...

File: Pendma Kemenag Pamekasan | IGRA

Jadi Akil Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, Bop Paud Tk Ra


Sebelumnya sudah dibagikan kumpulan aplikasi sekolah Gratis, kali ini juga akan membagikan Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA kepada sahabat semua. Saya kumpulkan dalam satu artikel banyak sekali aplikasi, metode dan perangkat berguru dan pembelajaran anak usia dini, kurikulum PAUD, Taman Kanak-kanak dan RA.

Semuanya mencakup; macam-macam metode dan seni administrasi pembelajaran anak usia dini, teknik pembelajarn PAUD, aplikasi data siswa, penyusunan kurikulum, RPPM/RPPH, promes prota, SPJ BOP, dan masih banyak lagi.

Download File Lengkap Aplikasi, Perangkat dan Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA


Selengkapnya dapat anda download pada link berikut ini:

Program Mingguan dan Harian RPPM RPPH PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013
Contoh Standar Operasional Prosedur K13 SOP PAUD RA TK
Fungsi Prinsip Penataan Lingkungan Belajar PAUD Taman Kanak-kanak RA
Karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
Pedoman Penyusunan Rencana Pembelajaran PAUD Kurikulum 2013
Panduan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini
Standar Operasional Prosedur Terbaru PAUD Kurikulum 2013
Pedoman Pengelolaan Kelas PAUD Taman Kanak-kanak dan RA Kurikulum 2013
Contoh Struktur Kurikulum 2013 Untuk PAUD Taman Kanak-kanak RA
Rambu Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran PAUD
Pedoman Pembelajaran PAUD K13 Dengan Pendekatan Saintifik
Pentingnya Pendekatan Saintifik Sejak Anak Usia Dini
Pedoman Dasar Operasional Penyusunan KTSP PAUD
Prinsip Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
Prinsip Penyusunan KTSP PAUD Taman Kanak-kanak dan RA
Karakteristik Cara Belajar Anak Usia Dini
Contoh Program Semester dan Program Tahunan Kurikulum 2013 PAUD
Pedoman Pengembangan Tema Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
Contoh Perangkat Belajar Taman Kanak-kanak RA PAUD Kurikulum 2013
Aplikasi Buku Induk Siswa PAUD Taman Kanak-kanak RA Format Excel
Contoh Program Rencana Kerja PAUD
Lampiran Juknis Bantuan APE PAUD
Lampiran Juknis BOP PAUD Format Word Excel
Contoh Anggaran Dasar RA Taman Kanak-kanak PAUD
Contoh Standar Kompetensi Lulusan RA
Model dan Contoh RKM RKH RA TK
Model dan Contoh Penilaian KTSP RA TK
Pembelajaran RA Taman Kanak-kanak PAUD Melalui Bermain Bercerita Bernyanyi
Jenis Strategi Pembelajaran RA Taman Kanak-kanak PAUD
Strategi dan Prinsip Belajar Anak RA Taman Kanak-kanak PAUD
Contoh SKL SK-KD RA Taman Kanak-kanak PAUD
File Berkas Laporan SPJ BOP RA Format Word Excel
Petunjuk Teknis BOP RA Terbaru
Panduan Guru RA dan TK
Instrumen Akreditasi RA dan MI
Visi Misi dan Pengembangan Kurikulum RA
File Raport RA atau TK
Buku Pedoman Guru dan Siswa RA
Contoh Dokumen Kurikulum RA, TK, PAUD
Komponen Kurikulum Tingkat RA dan TK

Demikian artikel membuatkan dari perihal Kumpulan File Lengkap Aplikasi, Perangkat Metode Belajar, BOP PAUD Taman Kanak-kanak RA. Untuk selengkapnya dapat anda kunjungi halaman ini.

Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Tuesday, 26 March 2019

Jadi Pintar Rujukan Format Evaluasi Harian Dan Bulanan Paud Tk Ra Kurikulum 2013


Contoh Format Penilaian Harian dan Bulanan PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013. Catatan harian seakan-akan dengan catatan anekdot, tetapi lebih panjang. Pengamat secara obyektif menuliskan segala sesuatu secara naratif. Catatan harian mencatat segala hal yang dilakukan dan diucapkan anak pada dikala anak bermain dalam rentang waktu tertentu (misalnya 15 menit atau 30 menit). Catatan harian secara khusus sanggup membantu guru dalam menganalisa perkembangan keterampilan sosial atau dilema perilaku. Catatan harian juga sanggup difokuskan pada area tertentu contohnya bagaimana seorang anak berguru menulis / membaca.

Perhatikan bahwa catatan harian berupa catatan ihwal apa yang kita LIHAT atau DENGAR bukan perkiraan atau interpretasi, Obyektif & Akurat antara lain perkataan, gerakan tubuh, ekspresi wajah, hasil yang dibentuk anak.

Catatan anekdot ialah alat perekam observasi secara bersiklus terhadap suatu bencana atau bencana penting yang melukiskan sikap anak yang terjadinya tidak umum atau bencana khusus, yang diuraikan dalam bentuk pernyataan singkat dan obyektif.

Karakteristik Catatan anekdot


  1. Catatan sederhana ihwal sikap tertentu atau tidak biasa
  2. Dalam banyak kasus, menggambarkan interaksi antar anak, anak dengan orang dewasa, anak dengan material
  3. Memberikan konteks dari munculnya sikap tersebut
  4. Sebagai hasil dari pengamatan secara langsung
  5. Akurat dan spesifik

Tujuan Catatan Anekdot


  1. Catatan anekdot yang dikumpulkan dari waktu ke waktu sanggup memperkuat pemahaman guru terhadap setiap anak sebagai suatu tumpuan atau munculnya profil anak.
  2. Catatan anekdot sanggup menangkap kekayaan dan kompleksitas pada dikala anak berinteraksi dengan sesama anak dan dengan material.
  3. Perubahan sikap yang muncul yang dikumpulkan dalam portofolio menawarkan usulan untuk rencana pengamatan selanjutnya, rencana pembelajaran dan pertemuan orangtua.

Hasil karya ialah hasil kerja anak didik sesudah melaksanakan suatu kegiatan.
Hasil karya sanggup berupa pekerjaan tangan, karya seni atau hasil acara anak lain

Penilaian Hasil Karya Anak


  • Penilaian hasil karya anak berupa gambar, karya seni, unjuk kerja, hasil karya, dll
  • Penilaian hasil karya anak sanggup dilakukan, pada dikala anak melaksanakan kegiatan, atau pada dikala anak telah menuntaskan hasil karyanya

Rambu-rambu Penilaian Hasil Karya


  1. Tuliskan waktu(hari, tanggal, bulan dan tahun) pada hasil karya anak
  2. Tuliskan deskripsi singkat ihwal karya anak di hasil karya anak atau pada kertas lain
  3. Pilihlah hasil karya anak untuk dimasukkan ke dalam portofolio
  4. Hasil karya anak yang dikumpulkan cukup diambil 1 bulan sekali untuk setiap jenis karya anak.

Pelaporan merupakan acara mengkomunikasikan dan menjelaskan hasil evaluasi pendidik/ guru ihwal pertumbuhan dan perkembangan anak.

Rambu-rambu Pembuatan Laporan


  1. Laporan Perkembangan Anak Didik dilaporkan oleh kepala forum / pendidik / secara mulut dan tertulis
  2. Lembaga wajib menjaga kerahasiaan data atau informasi
  3. Menggunakan bahasa yang gampang dipahami.
  4. Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak.
  5. Memberikan gosip ihwal tingkat pencapaian dan perkembangan hasil berguru anak secara bijaksana.
  6. Memberikan masukan ihwal tingkat pencapaian anak pada seluruh kompetensi dasar untuk membantu membuatkan kemampuan anak lebih lanjut
  7. Informasi isi laporan sudah menggambarkan hasil berguru yang mendukung tingkat pencapaian perkembangan anak (TPPA)
  8. Menggambarkan sikap khusus anak di kelas
  9. Menyajikan gosip secara komunikatif, autentik, dan bermakna(tambahkan foto-foto, hasil karya atau video pendukung)
  10. Tidak menyalahkan anak ataupun orangtua
  11. Pengaruh laporan terhadap perasaan anak dan orang tua
  12. Pengaruh laporan terhadap hubungan anak dan guru juga hubungan anak dan orangtua.
  13. Laporan harus mendidik orang renta ihwal perkembangan anak.

Download Contoh Format Penilaian Harian dan Bulanan PAUD Taman Kanak-kanak RA


Contoh Format Penilaian Harian dan Bulanan PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013

Menulis perkembangan anak pada kurikulum 13 PAUD


  1. Laporan perkembangan disajikan secara naratif
  2. Laporan perkembangan anak DISAJIKAN dalam bentuk kemajuan perkembangan sesuai dengan aspek-aspek perkembangan yang tertuang dalam struktur kurikulum.
  3. Yang disajikan dalam laporan perkembangan ialah tingkat ketercapaian KD oleh setiap anak.
  4. Kandungan KD dalam laporan berisi secara utuh kemampuan sikap, pengetahuan dan keterampilan.
  5. Isi ilustrasi capaian sikap, pengetahuan dan keterampilan diidentifikasi berdasar indikator sesuai dengan tahapan usia anak (kelompok usia).

Monday, 25 March 2019

Jadi Cendekia Tumpuan Kompetensi Inti Dan Kompetensi Dasar Paud Tk Ra


Kompetensi Inti (KI) pada Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan tingkat kemampuan untuk mencapai STPP yang harus dimiliki penerima didik PAUD pada usia 6 tahun. Makara Kompetensi Inti merupakan kualitas yang harus dimiliki anak dengan banyak sekali kegiatan pembelajaran melalui bermain yang dilakukan di satuan PAUD.

Kualitas tersebut berisi citra mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Secara terstruktur kompetensi inti dimaksud mencakup:

  • Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
  • Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
  • Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
  • Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

Rumusan kualitas masing-masing kompetensi inti yang harus dimiliki penerima didik terurai pada tabel di bawah ini.

Kompetensi Inti
KI-1 Menerima fatwa agama yang dianutnya
KI-2 Memiliki sikap hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, bisa bekerja sama, bisa menyesuaikan diri, jujur, dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik dan/atau pengasuh, dan teman
KI-3 Mengenali diri, keluarga, teman, pendidik dan/atau pengasuh, lingkungan sekitar, teknologi, seni, dan budaya di rumah, daerah bermain dan satuan PAUD dengan cara: mengamati dengan indra (melihat, mendengar, menghidu, merasa, meraba); menanya; mengumpulkan informasi; mengolah informasi/mengasosiasikan,dan mengkomunikasikan melalui kegiatan bermain
KI-4 Menunjukkan yang diketahui, dirasakan, dibutuhkan,dan dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan kreatif, serta mencerminkan sikap anak berakhlak mulia

Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini berisikan kemampuan dan muatan pembelajaran untuk suatu tema pembelajaran pada PAUD yang mengacu pada Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar dikembangkan menurut pada prinsip akumulatif, saling memperkuat dan memperkaya antar acara pengembangan. Dalam merumuskan Kompetensi Dasar juga memperhatikan karakteristik penerima didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu acara pengembangan yang hendak dikembangkan.

Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti sebagai berikut:

  • Kelompok1:kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1
  • Kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2
  • Kelompok 3: kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3
  • KelompoK 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4.

Uraian dari setiap Kompetensi Dasar untuk setiap kompetensi inti ialah sebagai berikut.

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
KI-1. Menerima fatwa agama yang dianutnya
  1. Mempercayai adanya Tuhan melalui ciptaan-Nya
  2. Menghargai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar sebagai rasa syukur kepada Tuhan.-2.1.Memiliki sikap yang mencerminkan hidup sehat
KI-2. Memiliki sikap hidup sehat, rasa ingin tahu, kreatif dan estetis, percaya diri, disiplin, mandiri, peduli, bisa bekerja sama, bisa menyesuaikan diri, jujur, dan santun dalam berinteraksi dengan keluarga, pendidik dan/atau pengasuh, dan teman
  1. Memiliki sikap yang mencerminkan hidup sehat
  2. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap ingin tahu
  3. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap kreatif
  4. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap estetis
  5. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap percaya diri
  6. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap taat terhadap hukum sehari-hari untuk melatih kedisiplinan
  7. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap sabar (mau menunggu giliran, mau mendengar saat orang lain berbicara) untuk melatih kedisiplinan
  8. Memiliki sikap yang mencerminkan kemandirian
  9. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap peduli dan mau membantu kalau diminta bantuannya
  10. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap kerjasama
  11. Memiliki sikap yang sanggup menyesuaikan diri
  12. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap jujur
  13. Memiliki sikap yang mencerminkan sikap santun kepada orang tua, pendidik dan/atau pengasuh, dan teman
KI-3. Mengenali diri, keluarga, teman, pendidik dan/atau pengasuh, lingkungan sekitar, teknologi, seni, dan budaya di rumah, daerah bermain dan satuan PAUD dengan cara: mengamati dengan indra (melihat, mendengar, menghidu, merasa, meraba); menanya; mengumpulkan informasi; mengolah informasi/mengasosiasikan,dan mengkomunikasikan melalui kegiatan bermain.
  1. Mengenal kegiatan beribadah sehari-hari
  2. Mengenal sikap baik sebagai cerminan etika mulia
  3. Mengenal anggota tubuh, fungsi, dan gerakannya untuk pengembangan motorik bernafsu dan motorik halus
  4. Mengetahui cara hidup sehat
  5. Mengetahui cara memecahkan duduk masalah sehari-hari dan berperilaku kreatif
  6. Mengenal benda -benda disekitarnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya)
  7. Mengenal lingkungan sosial (keluarga, teman, daerah tinggal, daerah ibadah, budaya, transportasi)
  8. Mengenal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
  9. Mengenal teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll)
  10. Memahami bahasa reseptif (menyimak dan membaca)
  11. Memahami bahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara mulut dan non verbal)
  12. Mengenal keaksaraan awal melalui bermain
  13. Mengenal emosi diri dan orang lain
  14. Mengenali kebutuhan, keinginan, dan minat diri
  15. Mengenal banyak sekali karya dan acara seni
KI-4. Menunjukkan yang diketahui, dirasakan, dibutuhkan,dan dipikirkan melalui bahasa, musik, gerakan, dan karya secara produktif dan kreatif, serta mencerminkan sikap anak berakhlak mulia
  1. Melakukan kegiatan beribadah sehari-hari dengan tuntunan orang dewasa
  2. Menunjukkan sikap santun sebagai cerminan etika mulia
  3. Menggunakan anggota badan untuk pengembangan motorik bernafsu dan halus
  4. Mampu menolong diri sendiri untuk hidup sehat
  5. Menyelesaikan duduk masalah sehari-hari secara kreatif
  6. Menyampaikan ihwal apa dan bagaimana benda-benda disekitar yang dikenalnya (nama, warna, bentuk, ukuran, pola, sifat, suara, tekstur, fungsi, dan ciri-ciri lainnya) melalui banyak sekali hasil karya
  7. Menyajikan banyak sekali karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll ihwal lingkungan sosial (keluarga, teman, daerah tinggal, daerah ibadah, budaya, transportasi)
  8. Menyajikan banyak sekali karyanya dalam bentuk gambar, bercerita, bernyanyi, gerak tubuh, dll ihwal lingkungan alam (hewan, tanaman, cuaca, tanah, air, batu-batuan, dll)
  9. Menggunakan teknologi sederhana (peralatan rumah tangga, peralatan bermain, peralatan pertukangan, dll) untuk menuntaskan kiprah dan kegiatannya
  10. Menunjukkan kemampuan berbahasa reseptif (menyimak dan membaca)
  11. Menunjukkan kemampuan berbahasa ekspresif (mengungkapkan bahasa secara mulut dan non verbal)
  12. Menunjukkan kemampuan keaksaraan awal dalam banyak sekali bentuk karya
  13. Menunjukkan reaksi emosi diri secara wajar
  14. Mengungkapkan kebutuhan, harapan dan minat diri dengan cara yang tepat
  15. Menunjukkan karya dan acara seni dengan memakai banyak sekali media

Sunday, 24 March 2019

Jadi Akil Pola Rppm Ra Tk Paud Semester 1 Dan 2 Kurikulum 2013


Rencana pelaksanaan pembelajaran harus dibentuk sebelum pelaksanaan pembelajaran dan harus mengacu kepada karakteristik (usia, sosial budaya dan kebutuhan individual) anak yang terlibat dalam pembelajaran. Kenapa harus menciptakan RPP? Sebagai contoh guru dalam melakukan pembelajaran, mendukung keberhasilan pelaksanaan pembelajaran, mengarahkan guru untuk menyiapkan alat dan materi yang diperlukan, dan mengarahkan guru untuk membangun sikap, pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan dimiliki anak.

Oleh sebab itu disini saya ingin rasanya mengembangkan kepada anda para guru RA atau TK, mengembangkan contoh RPPM tingkat RA / Taman Kanak-kanak / PAUD. Sebenarnya saya pernah membagikan contoh RPPM dan RPPH RA, hanya mungkin saja anda membutuhkan tumpuan untuk menyusun sendiri sehingga akan lebih gampang menyesuaikan dengan kebutuhan di sekolah masing-masing.

Untuk lebih jelasnya, dapat anda lihat tayangan berikut ini:


Itulah sekedar mengembangkan dari ihwal Contoh RPPM RA Taman Kanak-kanak PAUD Semester 1 dan 2 Kurikulum 2013 yang dapat anda download pada link dibawah ini:

RPPM RA K13 Semester 1
RPPM RA K13 Semester 1

Demikian dari kami, supaya dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Tuesday, 26 February 2019

Jadi Arif Cara Penyusunan Dan Kerangka Kurikulum Tingkat Satuan Paud Tk Ra


Salam sejahtera untuk para sahabat semuanya. Kali saya ingin membuatkan kepada para sahabat yang bergelut dalam dunia pendidikan. Yakni seputar tips / cara menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) untuk jenjang PAUD, RA, dan TK. Meliputi: Pengertian KTSP PAUD, Prinsip Penyusunan KTSP, Prosedur Operasonal Pengembangan KTSP, Sistematika KTSP PAUD, dan latihan menyusun KTSP jenjang PAUD, RA, TK.

Pengertian KTSP PAUD


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PAUD (KTSP PAUD) diartikan sebagai kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan PAUD sesuai dengan kondisi, potensi, serta daya dukung yang tersedia dan sanggup diupayakan oleh satuan PAUD masing-masing.

Prinsip Penyusunan KTSP


  1. Pembentukan sikap spiritual dan sosial anak
  2. Mempertimbangkan tahapan tumbuh kembang anak, potensi, minat dan karakteristik anak
  3. Holistik-Integratif
  4. Dilaksanakan dengan cara berguru melalui bermain
  5. Mempertimbangkan kebutuhan anak termasuk anak berkebutuhan khusus
  6. Berkesinambungan atau kontinum perkembangan anak dari usia lahir sampai 6 tahun
  7. Memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
  8. Memperhatikan sosial budaya dan kontekstual

Prosedur Operasonal Pengembangan KTSP


a. Analisis Konteks
Melihat dan menelaah :

  1. Perundangan, Peraturan, Kebijakan dan aneka macam contoh lainnya
  2. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum PAUD
  3. Visi, misi, dan tujuan yang ingin dibangun oleh satuan PAUD
  4. Strategi/Model pembelajaran yang dipilih/digunakan oleh satuan PAUD
  5. Daya dukung (Sarpras, SDM, lingkungan, biaya, dll)

b. Penyusunan Dokumen

  1. Membentuk Tim Pengembang KTSP (kelompok Kerja)
    • Tim pengembang kurikulum (TPK) KTSP di setiap satuan ditentukan oleh Satuan PAUD masing-masing.
    • TPK KTSP PAUD terdiri dari : Kepala Satuan PAUD, Pendidik PAUD, Komite PAUD, atau pihak lain yang diperlukan.
  2. Tim pengembang kurikulum bertugas
    • Melakukan analisis konteks
    • Menyusun draft KTSP
    • Melakukan revieu dan perbaikan KTSP
    • Finalisasi Dokumen KTSP

b. Pengesahan dan Pemberlakuan

  • Pengelola satuan PAUD mengajukan dokumen KTSP untuk disahkan oleh pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau pejabat kecamatan yang ditunjuk atas nama pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
  • Dokumen yang telah disahkan kemudian disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di Satuan PAUD yang bersangkutan untuk diterapkan bersama dan sebagai tanggung jawab bersama.

Sistematika KTSP PAUD


  • Halaman Judul
  • Kata Pengantar
  • Lembar Pengesahan
  • Daftar Isi

BAGIAN I. PROFIL LEMBAGA
A.Profil Satuan Lembaga PAUD (penyelenggara, pengelola dan pendidik)
B. Sejarah singkat Satuan forum PAUD
C. Alamat Dan Peta Lokasi Satuan forum PAUD
D. Status Satuan forum PAUD (negeri/swasta, izin operasional, akreditasi, dll)

BAGIAN II. DOKUMEN I
A. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan Penyusunan KTSP PAUD
  3. Dasar Operasional Penyusunan KTSP PAUD

B. VISI, MISI DAN TUJUAN SATUAN PAUD

  1. Visi Satuan PAUD
  2. Misi Satuan PAUD
  3. Tujuan Satuan PAUD

C. KARAKTERISTIK SATUAN PAUD
D. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
E. KALENDER PENDIDIKAN
F. PROGRAM TAHUNAN

BAGIAN III. DOKUMEN I
A. Program Semester
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (Contoh)
C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (Contoh)
D. Penilaian Pembelajaran (Contoh)

BAGIAN IV. PENUTUP
Isi dengan kata-kata penutup

BAGIAN V. LAMPIRAN

  1. Kalender Pendidikan
  2. Program Tahunan Satuan PAUD
  3. Program Semester Satuan PAUD
  4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan RPPM) (Contoh)
  5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) (Contoh)
  6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan/ Pembelajaran anak
  7. Tata Tertib Satuan PAUD
  8. Dll. yang perlu

Mari Kita Latihan Penyusunan KTSP PAUD Tahap Demi Tahap


Langsung Menyusun Bagian II, yaitu: Dokumen I dan II

PENYUSUNAN Bagian II DOKUMEN I KTSP PAUD
DOKUMEN I BERISI:

  1. Pendahuluan : Latar belakang, tujuan KTSP dan dasar hukum,
  2. Visi, Misi dan Tujuan Satuan PAUD
  3. Karakteristik satuan PAUD
  4. Struktur Kurikulum satuan PAUD
  5. Kalender Pendidikan.
  6. Program Tahunan

Lembar Kerja 1

Buatlah rumusan latar belakang penyusunan KTSP untuk satuan PAUD Anda !

  1. Alenia 1 : berisi alasan yang mendorong satuan PAUD anda menciptakan KTSP.
  2. Alenia 2 : berisi pentingnya KTSP disusun di satuan PAUD anda.

CONTOH : DOKUMEN 1

LATAR BELAKANG :
Latar belakang menjelaskan :

  • Alasan yang mendorong pengembangan kurikulum di satuan pendidikan.
  • Pentingnya pengembangan kurikulum bagi satuan PAUD

Contoh dokument kurikulum PAUD

CONTOH RUMUSAN LATAR BELAKANG :

Pendidikan anak usia dini diyakini menjadi dasar bagi penyiapan sumber daya insan yang berkualitas di masa datang. Oleh alasannya ialah itu layanan PAUD harus dirancang dengan seksama dengan memperhatikan perkembangan anak, perubahan ilmuPengetahuan dan tehnologi serta budaya berkembang. Memahami kondisi tersebut maka Taman Kanak-Kanak ... memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan PAUD, dst ...

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak ... disusun oleh ... (unsur yang terlibat dalam penyusunan KTSP) keberadaannya sangat penting alasannya ialah KTSP sebagai contoh penyelenggaraan dan pengelolaan keseluruhan acara dan pelaksanaan pembelajaran . KTSP juga dijadikan sebagai patokan untuk melakukan pengukuran keberhasilan pencapaina tujuan, acara keseluruhan kegiatan pembelajaran ,dst ...

TUJUAN KTSP
KTSP bertujuan untuk :

  1. Memberikan contoh bagi pengelola dan pendidik dalam menyusun acara layanan , kegiatan pembelajaran dan kegiatan lain yang mendukung pencapaian keberhasilan anak.
  2. Memberikan informasi wacana acara layanan PAUD yang diberikan oleh satuan PAUD kepada penerima didik.
  3. Dokumen acara yang diharapkan untuk proteksi pembinaan
  4. Dst ...

Selengkapnya, simak artikel wacana tujuan dan kerangka dasar kurikulum 2013 paud

DASAR PENYUSUNAN

  1. UU Nomer 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional
  2. Permendikbud Nomer 137 tahun 2014 wacana Standar PAUD
  3. Permendikbud Nomer 146 wacana Kurikulum PAUD
  4. Pedoman Penyusunan KTSP PAUD Tahun 2013 PAUD
  5. Dst ...

VISI SATUAN PAUD
Visi merupakan harapan jangka panjang yang ingin diwujudkan atau diraih oleh Satuan PAUD.

Visi yang dirumuskan sanggup menjadi motivasi bagi semua fihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pengelolaan PAUD.

  • Menjadi arah yang ingin dicapai oleh satuan.
  • Membangun kesamaan pemahaman pada semua pelaksana (pendidik, tenaga kependidikan, dan warga satuan lainnya) yang ada di satuan PAUD sebagai harapan bersama yang ingin diwujudkan
  • Membangun motivasi pendidik, tenaga kependidikan, dan orang bau tanah untuk meraih harapan bersama

baca: contoh visi misi dan pengembangan kurikulum PAUD

CONTOH VISI Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"
Sehat, Cerdas, Kreatif, Mandiri, Ceria, dan berakhlak mulia

MISI SATUAN PAUD
Upaya umum yang ditempuh oleh satuan PAUD dalam rangka mewujudkan visi yang telah dirumuskan.

Misi penting ditetapkan oleh satuan PAUD

  1. Menjadi contoh dalam mewujudkan profil anak yang diharapkan oleh satuan PAUD
  2. Menjadi contoh dalam pengembangan kurikulum dan seni administrasi pencapaiannya di satuan PAUD
  3. Menggambarkan kekhasan atau keunggulan layanan di satuan PAUD

CONTOH MISI Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"

  1. Menyelenggarakan layanan pengembangan holistik-integratif.
  2. Memfasilitasi kegiatan berguru yang aktif dan menyenangkan sesuai dengan tahapan perkembangan, minat, dan potensi anak.
  3. Membangun pembiasaan sikap hidup bersih, sehat dan berakhlak mulia secara mandiri.
  4. Membangun kerjasama dengan orang tua, masyarakat, dan lingkup terkait dalam rangka pengelolaan PAUD yang professional, akuntabel, dan berdaya saing nasional.

TUJUAN SATUAN PAUD
Tujuan satuan berisi rumusan hasil keluaran/output yang ingin dicapai oleh satuan PAUD.

Keterangan:
Visi dirumuskan untuk pencapaian jangka waktu panjang, sedangkan tujuan dirumuskan untuk pencapaian jangka waktu pendek atau biasanya dikaitkan dengan lulusan yang diharapkan.

Contoh: Tujuan Satuan PAUD

  1. Mewujudkan anak yang mempunyai sikap, pengetahuan dan keterampilan yang seimbang pada setiap aspek perkembangannya sebagai bekal mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  2. Mewujudkan anak yang sehat, ceria, bisa merawat diri serta peduli terhadap diri sendiri, teman, dan lingkungan sekitarnya
  3. Menjadikan anak Alqur’ani dan Islami semenjak dini sebagai bekal menjalani kehidupan di masa dewasanya.

Lembar Kerja 2

  1. Buatlah Rumusan Visi satuan PAUD Anda !
  2. Buatlah Rumusan Misi Satuan PAUD !
  3. Susunlah Tujuan Satuan PAUD !


KARAKTERISTIK KTSP
Karakteristik KTSP diisi dengan pembagian terstruktur mengenai wacana nilai, strategi/model serta kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dan diterapkan di satuan PAUD dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan satuan PAUD serta mewujudkan output PAUD.

Isi karakteristik KTSP setidaknya memuat:

  1. Nilai/prinsip yang dipakai oleh satuan lembaga
  2. Model pembelajaran yang digunakan
  3. Kegiatan-kegiatan yang menjadi kekhasan Satuan PAUD anak

CONTOH KARAKTERISTIK KURIKULUM Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"

Kurikulum Taman Kanak-Kanak AL-Firdaus disusun dengan mengusung nilai-nilai islami sebagai dasar untuk pengembangan huruf penerima didik ...

Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan partisipatif, Taman Kanak-Kanak Al- FIrdaus menerapkan model pembelajaran sentra, dimana kelompok anak dalam satu hari bermain dalam satu pusat yang didalamnya berisi aneka macam kegiatan sebagai pemenuhan densitas main. Sentra yang disiapkan adalah: pusat imtaq, pusat balok, pusat materi alam, pusat persiapan, dan pusat main kiprah ...

STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PAUD

Struktur kurikulum Satuan PAUD diturunkan dari kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dengan ditambah kekhasan satuan PAUD atau mengadopsi sebagian kurikulum lain (misal: dari kurikulum asing).

Struktur kurikulum Satuan PAUD berisi:

  1. Program perkembangan yang terdiri dari 6 bidang perkembangan yakni: nilai moral dan agama, motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.
  2. Ranah pengembangan berisi dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang ada dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dan Kompetensi dasar komplemen yang mewakili kekhasan satuan PAUD.
  3. Alokasi waktu yang diharapkan untuk melakukan acara kurikulum.

baca: Struktur Kurikulum Satuan PAUD

KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan berisi planning kegiatan yang akan dilaksanakan selama setahun. Kalender pendidikan diturunkan dari planning tahunan satuan PAUD. Kalender pendidikan memuat:

  1. Permulaan tahun ajaran
  2. Waktu berguru efektif
  3. Hari-hari libur
  4. Perayaan hari-hari besar
  5. Kegiatan puncak tema
  6. Kegiatan pendukung.

PROGRAM TAHUNAN

Program tahunan disusun oleh forum berisi wacana planning kegiatan penerapan kurikulum yang mendukung perkembangan dan berguru anak secara holistik-integratif (baik secara langsung, maupun tidak langsung), yang akan dilaksanakan dari awal tahun pedoman sampai simpulan tahun pedoman terdiri dari:

  1. Kegiatan yang terkait dengan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran (awal-akhir bulan, awal-akhir semester, awal-akhir TA)
  2. Kegiatan penunjang kurikulum (mendatangkan nara sumber, mengunjungi kawasan yang terkait dengan tema, kegiatan bazaar anak, pentas seni anak, dll)
  3. Kegiatan ke-orang tuaan/parenting yang mendukung kurikulum/ pembelajaran (pertemuan orang tua, hari konsultasi, dll)

Contoh acara tahunan

PENYUSUNAN DOKUMEN II KTSP PAUD
DOKUMEN II:

  1. Program Semester
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
  4. Penilaian/ Evaluasi Perkembangan


PROGRAM SEMESTER, RPPM, RPPH DAN PENILAIAN (sesi tersendiri)

  1. Penyusunan acara semester, RPPM, RPPH dituangkan dalam Juknis perencanaan pembelajaran
  2. Secara rinci evaluasi pembelajaran tertuang dalam juknis evaluasi pembelajaran

baca: Contoh RPPM, RPPH PAUD Taman Kanak-kanak RA

PENGESAHAN, PEMBERLAKUAN DAN PENINJAUAN KTSP

  1. Dokumen KTSP PAUD ditandatangani oleh penyelenggara dan kepala sekolah/pengelola serta disahkan oleh dinas pendidikan setempat yang diketahui oleh penilik/pengawas bidang PAUD
  2. Masa pemberlakuan KTSP PAUD sanggup diadaptasi dan ditetapkan oleh satuan PAUD
  3. KTSP yang telah disusun harus siap untuk selalu ditinjau ulang jika terjadi perubahan kebijakan, jenis acara layanan , visi, misi dan tujuan , dsb ...

Lembar Kerja 3

Buatlah acara tahunan dengan memperhatikan visi, misi dan kekhasan atau keunggulan di satuan PAUD Anda.

Monday, 25 February 2019

Jadi Arif Panduan Pengembangan Dan Penerapan Kurikulum 2013 Untuk Paud Ra Tk


Kurikulum ialah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan acara pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Layanan PAUD untuk usia 4 ( Empat ) hingga dengan 6 ( Enam ) tahun terdiri atas Taman kanak-Kanak ( Taman Kanak-kanak ) / Raudhatul Athfal ( RA ) / Bustanul Athfal ( BA ), dan yang sederajat sebagaimana Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Nomor 146 tahun 2014 Pasal 2.

Pola Pembelajaran


  • Pembelajaran berpusat pada guru menjadi berpusat pada penerima didik;
  • Pembelajaran satu arah menjadi interaktif;
  • Pembelajaran terisolasi menjadi secara jejaring ;
  • Pembelajaran pasif menjadi aktif mencari;
  • Pembelajaran sendiri menjadi berkelompok berbasis tim;
  • Pembelajaran alat menjadi berbasis alat multimedia;
  • Pembelajaran massal menjadi berbasis kebutuhan potensi siswa;
  • Pembelajaran ilmu pengetahuan tunggal menjadi ilmu pengetahuan jamak (multidisiplines);
  • Pembelajaran pasif menjadi kritis.

Prinsip Pembelajaran


  • Dari penerima didik diberi tahu, menjadi mencari tahu;
  • Dari pendidik sebagai satu-satunya sumber belajar, menjadi berguru berbasis aneka sumber;
  • Dari pendekatan tekstual menjadi proses dengan pendekatan scientific;
  • Dari pembelajaran berbasis konten, menuju pembelajaran berbasis kompetensi;
  • Dari pembelajaran parsial, menjadi pembelajaran terpadu;
  • Dari pembelajaran verbalisme menjadi pembelajaran aplikatif;
  • Dari pembelajaran yang menekankan tanggapan tunggal, menjadi pembelajaran dengan tanggapan multi dimensi;
  • Peningkatan keseimbangan antara hard skills menuju soft skills;
  • Pembelajaran sepanjang hayat;
  • Pembelajaran yang menerapkan nilai keteladanan, membangun kemauan, dan membuatkan kreativitas.

Karakteristik Kurikulum 2013 PAUD


  • Mengotimalkan perkembangan anak yang mencakup :
  • Aspek nilai Agama dan Moral, Fisik-Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial Emosional, dan Seni yang tercermin dalam keseimbangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan.
  • Menggunakan pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik dalam derma rangsangan pendidikan.
  • Menggunakan evaluasi Otentik dalam memantau perkembangan anak.
  • Memberdayakan tugas orang renta dalam proses pembelajaran.

Demikian saja sedikit klarifikasi dari perihal Panduan Pengembangan dan Penerapan Kurikulum 2013 Untuk PAUD RA TK, yang dapat anda unduh lengkap pada link dibawah ini:

Panduan kurtilas paud ra tk

Demikian dari kami, supaya dapat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Bakir Buku Panduan Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran (Rpp) Paud Tk Ra


Pembelajaran yang baik dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Kegiatan pembelajaran dirancang mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran, keluasan muatan/materi, pengalaman belajar, daerah dan waktu belajar, alat/sumber belajar, model pembelajaran dan cara penilaian.

Kualitas pembelajaran sanggup diukur dan ditentukan oleh sejauh mana aktivitas pembelajaran sanggup mengubah sikap anak ke arah yang sesuai dengan tujuan kompetensi yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu, Guru PAUD dibutuhkan bisa merancang, mengembangkan, dan melakukan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan anak.

Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan rancangan bagi guru untuk melakukan aktivitas bermain yang memfasilitasi anak dalam proses belajar. Rencana pelaksanaan pembelajaran dibentuk sebelum aktivitas pembelajaran dilaksanakan. Rencana pembelajaran harus mengacu kepada karakteristik (usia, sosial budaya, dan kebutuhan individual) anak. Rambu-rambu yang harus diperhatikan dalam menyusun planning pelaksanaan pembelajaran bisa anda simak pada artikel berikut: Rambu-rambu penyusunan RPP PAUD

Apa Saja Jenis Perencanaan?


Berdasarkan Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 PAUD, Dokumen KTSP terdiri dari :

  1. Dokumen 1 berisi sekurang-kurangnya: visi, misi, tujuan satuan pendidikan, jadwal pengembangan dan bahan pembelajaran, pengaturan beban belajar, kalender pendidikan dan jadwal tahunan, dan SOP.
  2. Dokumen 2 berisi perencanaan jadwal semester (Prosem), planning pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM), dan planning pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) yang dilengkapi dengan planning evaluasi perkembangan anak.

Berkaitan dengan kiprah guru sebagai perencana, perencanaan pembelajaran wajib disusun oleh guru secara mandiri, sesuai dengan yang tertuang dalam Dokumen 2. Terdapat tiga jenis perencanaan pembelajaran yang harus disusun dan disiapkan oleh guru sebelum melakukan pembelajaran yaitu:

  1. Program Semester (Prosem)
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

Dalam menyusun ketiga jenis perencanaan di atas, harus mengacu pada muatan pembelajaran yang telah dirumuskan dalam Dokumen 1 (pemetaan bahan pembelajaran menurut jadwal dan kompetensi dasar).

Dalam buku panduan ini akan dijelaskan beberapa poin berikut:

  • Mengapa Guru Perlu Merencanakan Pembelajaran
  • Apa yang Dimaksud Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  • Apa Saja Jenis Perencanaan
  • Apa dan Bagaimana Penyusunan Program Semester
  • Langkah-Langkah Penyusunan Program Semester
  • Contoh Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran
  • Apa dan Bagaimana Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  • Identitas Program Layanan
  • Kompetensi Dasar
  • Materi Pembelajaran
  • Apa dan Bagaimana Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)

Selengkapnya silahkan unduh file pdf dari wacana Buku Panduan Penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PAUD Taman Kanak-kanak RA pada link dibawah ini:

Buku panduan penyusunan rpp paud

Demikian dari kami, biar bisa membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Amin...

Jadi Berilmu Buku Fatwa Penyusunan Kurikulum 2013 Paud Tk Ra


Pendidikan Anak Usia Dini, yang selanjutnya disingkat PAUD, merupakan suatu upaya pelatihan yang ditujukan kepada anak semenjak lahir hingga dengan usia 6 (enam) tahun yang dilakukan melalui derma rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani supaya anak mempunyai kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Beberapa komponen yang sanggup dijabarkan dari rumusan tersebut di atas, yakni:

  • PAUD berisi kegiatan pelatihan berupa kegiatan pendidikan.
  • Sasaran PAUD yaitu anak usia 0-6 tahun
  • Program PAUD untuk membuatkan seluruh potensi anak yang meliputi lingkup perkembangan nilai agama dan moral, fisik  motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni.
  • Tujuan kegiatan PAUD yaitu supaya anak mempunyai kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut

Pendidikan anak usia dini di Indonesia mempunyai kekhasan dibanding dengan yang diterapkan di banyak sekali negara. Kekhasan tersebut pada: (1) cakupan rentang usia, sasaran anak usia dini di Indonesia dari 0 – 6 tahun, sedangkan di berbegai negara mencapai usia 8 tahun; (2) kegiatan layanan anak usia dini di Indonesia terdiri atas Taman Kanak-Kanak (untuk anak 4-6 tahun), Kelompok Bermain (prioritas anak usia 2-4 tahun), Taman Penitipan Anak (prioritas usia 0-6 tahun), dan Satuan PAUD Sejenis (anak 0-6 tahun); (3) jalur pendidikan.

Taman Kanak-Kanak masuk dalam jalur pendidikan formal, sedangkan Kelompok Bermain, Taman Penitipan Anak, dan Satuan PAUD Sejenis masuk dalam jalur pendidikan non formal. Kekhasan tersebut mengakibatkan PAUD di Indonesia spesifik dalam penyelenggaraannya alasannya yaitu setiap kegiatan layanan mempunyai kekhasan masing-masing. Namun demikian semua kegiatan layanan PAUD mempunyai tujuan yang sama yakni membuatkan seluruh potensi anak yang meliputi aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, serta seni untuk mencapai kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan anak usia dini merupakan dasar yang memberi efek positif pada keberhasilan di jenjang pendidikan di atasnya. Oleh alasannya yaitu itu, pendidikan anak usia dini dikembangkan dengan berdasar landasan keilmuan, landasan yurudis, sosial, budaya, dan pedagogis baik secara teoretis maupun empiris.

Isi buku ajaran kurtilas paud format pdf ini meliputi:

  • Apa yang mendasari pemikiran K 13 PAUD?
  • Apakah Makna PAUD Dalam Pembangunan Bangsa
  • Ke manakah Arah Pembangunan PAUD Di Indonesia
  • Mengapa PAUD Memerlukan Kurikulum Berkualitas
  • Perlukah Kurikulum Untuk Pendidikan Anak Usia Dini
  • Apa sajakah yang menjadi Landasan Pengembangan Kurikulum PAUD di Indonesia
  • Bagaimanakah Posisi Kurikulum PAUD dalam Rangka Pendidikan Nasional
  • Bagaimanakah Kedudukan K-13 PAUD dengan Kurikulum Pendidikan di Level Atasnya
  • Bagaimanakah Keterkaitan Standar PAUD dan Kurikulum 2013 PAUD
  • Bagaimanakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia
  • Ke manakah Arah Kurikulum PAUD Indonesia
  • Arah Kurikulum 2013 PAUD
  • Apa sajakah Karakteristik Kurikulum PAUD Indonesia
  • Apa Prasyarat dalam Menerapkan Kurikulum PAUD Indonesia
  • Bagaimana Ketentuan Pemda dalam Penerapan Kurikulum PAUD
  • Bagaimana Ketentuan Setiap Satuan PAUD dalam Penerapan Kurikulum PAUD

Semuanya bagikan dalam bentuk file format pdf dan sanggup anda unduh pada link dibawah ini:

Buku Pedoman Penyusunan Kurikulum 2013 PAUD Taman Kanak-kanak RA

Demikian dari kami, semoga bermanfaat...

Sunday, 24 February 2019

Jadi Cendekia Pola Format Catatan Evaluasi Anekdot Paud Tk Ra Kurikulum 2013


Merupakan alat perekam observasi secara terencana terhadap suatu kejadian atau kejadian penting yang melukiskan sikap anak yang terjadinya tidak umum atau kejadian khusus, yang diuraikan dalam bentuk pernyataan singkat dan obyektif. Baca juga panduan lengkap evaluasi paud tk ra

Karakteristik Catatan Anekdot


  1. Dalam banyak kasus, menggambarkan interaksi antar anak, anak dengan orang dewasa, dan anak dengan
  2. Catatan sederhana wacana sikap tertentu atau tidak biasa
  3. Sebagai hasil dari pengamatan secara langsung
  4. Akurat dan spesifik
  5. Memberikan konteks dari munculnya sikap tersebut.

Tujuan Catatan Anekdot


  1. Catatan anekdot yang dikumpulkan dari waktu ke waktu sanggup memperkuat pemahaman guru terhadap setiap anak sebagai suatu rujukan atau munculnya profil anak.
  2. Catatan anekdot sanggup menangkap kekayaan dan kompleksitas pada dikala anak berinteraksi dengan sesama anak dan dengan material.
  3. Perubahan sikap yang muncul yang dikumpulkan dalam portofolio memperlihatkan anjuran untuk planning pengamatan selanjutnya, planning pembelajaran dan pertemuan orangtua.

Contoh 1 Catatan Anekdot


Nama Anak : Anisa
Tanggal / Waktu : 15 Juli 2014 pk.08:45 WIB
Tempat : Area Membaca
Peristiwa dan Perilaku :
Anisa duduk di sebelah Tina di bersahabat meja baca. Tina menyapa Anisa, "Hi, Anisa! Mau baca buku sama saya ?" Anisa berkata bahwa beliau tidak sanggup membaca. Tina menjawab, “Kita lihat gambarnya saja.”

Contoh 2 Catatan Anekdot


Nama Anak : Wisnu
Tanggal / Waktu : 1 September 2014 pk 08.15 WIB
Tempat : Area Outdoor
Peristiwa dan Perilaku :
Toni mengambil satu dahan tanaman yang tergeletak di pojok taman. Wisnu mengikuti Toni, dan menarik dahan itu sambil dibawa lari berkeliling taman. Wisnu kemudian menaiki dahan itu sambil bergerak melompat-lompat mengelilingi taman.

Atau anda sanggup menciptakan menyerupai gambar diatas.

Yang perlu diperhatikan dalam menciptakan catatan Anekdot


  1. Berupa catatan wacana apa yang kita LIHAT atau DENGAR bukan asumsi
  2. Catatan sebaiknya akurat, obyektif, dan spesifik (hindari penggunaan kata yang subyektif dan ambigu) /(ketidakjelasan makna/bermakna ganda)
  3. Perlu melihat anak yang berbeda dengan ragam kegiatan. Hindari menulis catatan wacana “hal-hal lucu yang dikatakan anak”.
  4. Ingatlah untuk bertanya kepada diri sendiri, “Apakah saya menulis ini dengan cara yang sama ketika orang lain juga melihatnya ?”
  5. Jangan lupa menuliskan nama anak, daerah dan waktu
  6. Telaah KD dan Indikator yang relevan dengan kejadian tersebut.

selengkapnya sanggup anda unduh pada link dibawah ini:
Contoh Format Catatan Penilaian Anekdot PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013

Itulah sekedar klarifikasi dari wacana Catatan Penilaian Anekdot PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013.

Monday, 11 February 2019

Jadi Bakir Panduan Pendidik Paud Tk Ra Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 Terbaru


Panduan Pendidik PAUD Taman Kanak-kanak RA Dalam Pembelajaran Kurikulum 2013 Terbaru. Anak usia dini merupakan individu yang mempunyai karakteristik yang berbeda satu dengan lainnya. Pada ketika ini sedang mengalami perkembangan otak yang sangat pesat dan dikatakan dengan masa emas  (golden ages)sampai 80 %. Masa ini tidak akan terulang lagi. Oleh  itu, sebab dukungan rangsangan pendidikan pada usia dini yang sempurna sangat diharapkan untuk memastikan bahwa setiap anak mencapai perkembangan yang optimal sehingga mereka mempunyai landasan yang berpengaruh untuk menempuh pendidikan selanjutnya.

Pendidik PAUD sebagai ujung tombak yang bertanggungjawab dalam pembelajaran diharapkan bisa merancang, melakukan dan mengevaluasi kegiatan yang melibatkan seluruh aspek perkembangan sehingga tercapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal.

Buku Panduan Ini Digunakan Untuk Memberikan Acuan Bagi Pendidik PAUD dan Pihak Terkait:
  • Memberikan wawasan bagi pendidik dan atau pengasuh PAUD wacana kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
  • Memberi pola cara menyebarkan kegiatan pembelajaran sesuai dengan kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
  • Memberi pola dan klarifikasi yang memandu pendidik dan atau pengasuh untuk sanggup melakukan kegiatan pembelajaran di PAUD khususnya usia 5-6 tahun.

Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan kurikulum yang berbasis kompetensi. Proses pembelajaran yang dilakukan diarahkan untuk tecapainya  kompetensi perilaku spiritual, perilaku sosial, pengetahuan dan keterampilan yang melibatkan 6 aspek perkembangan secara terpadu. Kompetensi dibedakan menjadi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar sebagai berikut:

A. Kompetensi Inti


Kompetensi Inti Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada simpulan layanan PAUD usia 6 (enam) tahun.

Kompetensi Inti mencakup:
  1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti perilaku spiritual.
  2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti perilaku sosial.
  3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
  4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

B. Kompetensi Dasar


Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman berguru yang mengacu pada Kompetensi Inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan kemampuan awal anak serta tujuan setiap aktivitas pengembangan. Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti yaitu:
  1. Kelompok 1: kelompok Kompetensi Dasar perilaku spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1.
  2. Kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar perilaku sosial dalam rangka menjabarkan KI-2.
  3. Kelompok 3: kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3.
  4. Kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4

C. Yang harus diperhatikan dalam pembelajaran PAUD


  1. Karakteristik cara berguru anak usia
  2. Prinsip-prinsip pembelajaran PAUD
  3. Pendekatan Tematik Terpadu
  4. Pendekatan Saintifik di PAUD
  5. Sumber Belajar

D. Perencanaan pembelajaran PAUD


  1. Alur Perencanaan Pembelajaran
  2. Tahapan Penyusunan Program Pembelajaran PAUD

E. Pelaksanaan pembelajaran


  1. Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran
  2. Metode Pembelajaran
  3. Model Pembelajaran
  4. Puncak Tema

F. Penilaian


  1. Pengertian Penilaian
  2. Tujuan Penilaian
  3. Teknik-teknik Penilaian
  4. Prosedur Penilaian
  5. Pola Penulisan Laporan Pencapaian Perkembangan Anak (LPPA)
  6. Teknik Penyampaian Hasil Penilaian
  7. Contoh Format LPPA
  8. Petunjuk Mudah Pengisian LPPA

Selain itu, dalam panduan ini juga terdapat Contoh lengkap RPPM dan RPPH dalam 4 model / tema pembelajaran.
  1. Tema Diriku; Identitasku, Tubuhku, Kesukaanku
  2. Tema Keluargaku; Anggota keluargaku, Profesi anggota keluargaku
  3. Lingkungan; Rumahku, Sekolahku
  4. Binatang; Binatang di air, Binatang di darat, Binatang bersayap, Binatang hutan

Selengkapnya serahkan kepada anda untuk mengunduh file lengkap pada link di bawah ini:

Panduan Pendidik PAUD Taman Kanak-kanak RA Pembelajaran Kurikulum 2013 Terbaru

Referensi: http://paudjateng.xahzgs.com

Jadi Pintar Pedoman / Panduan Model Pembelajaran Paud Tk Ra Kurikulum 2013


Pedoman / Panduan Model Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013. Setiap anak berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Pemenuhan kebutuhan dasar dan pendidikan serta keuntungannya haruslah memadai. Berbekal hal tersebut seorang anak kelak sanggup membangun dirinya menjadi insan mempunyai kegunaan baik untuk diri sendiri maupun masyarakat.

Setiap anak tentu telah dibekali potensi yang luar biasa semenjak kecil. Potensi-potensi itu harus dikembangkan dan digali dengan cara santunan stimulasi yang sesuai. Oleh lantaran itu, sebaiknya setiap anak berhak mendapat kesempatan untuk mengembangkan talenta yang dimilikinya sesuai dengan minatnya tanpa adanya unsur-unsur paksaan di luar dirinya.

Secara umum tujuan pendidikan anak usia dini ialah mengembangkan banyak sekali potensi anak semenjak dini sebagai persiapan untuk hidup dan sanggup beradaptasi dengan lingkungannya. Adapun tujuan penyusunan buku ini ialah sebagai pola bagi pendidik PAUD biar sanggup mengimplementasikan dan mengembangkan model-model pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran di PAUD.

Pembelajaran inovatif: merupakan bentuk pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan sanggup memfasilitasi perkembangan dan kebutuhan anak. Bentuk pembelajaran inovatif menggabungkan atau mengkolaborasikan beberapa aspek penting yang sanggup memperkaya isi pembelajaran menjadi suatu yang baru.

Model Pembelajaran: suatu desain atau rancangan yang menggambarkan proses rincian dan penciptaan situasi lingkungan yang memungkinkan anak berinteraksi dalam pembelajaran, sehingga terjadi perubahan atau perkembangan pada diri anak.

Pembelajaran Terpadu: proses pembelajaran dengan melibatkan/ mengaitkan banyak sekali bidang studi. Pemilihan model keterpaduan dalam pembelajaran diubahsuaikan dengan tujuan pembelajaran, karakteristik dari konsep ilmu yang akan dipelajari, karakteristik siswa serta kebermaknaan bagi siswa.

Pengembangan pembelajaran merupakan sebuah proses yang berkelanjutan, yang dituangkan dalam bentuk penyusunan agenda semester, agenda planning aktivitas mingguan (RKM), dan planning aktivitas harian (RKH), yang diubahsuaikan dengan model pembelajaran yang dipakai dan karakteristik tumbuh kembang anak.

Buku ini menguraikan wacana pengembangan model pembelajaran di PAUD dan beberapa contoh pelaksanaan model pembelajaran untuk dijadikan pola dalam melakukan pembelajaran di PAUD, namun pendidik sanggup mengembangkan sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah.

Selain itu, isi buku panduan model pembelajaran PAUD ini sebagai berikut:
  1. Pengertian Pembelajaran
  2. Prinsip-Prinsip Pembelajaran
  3. Pembelajaran Terpadu di PAUD
  4. Model Pembelajaran dengan Pendekatan Kelompok
  5. Model Pembelajaran dengan Pendekatan Sudut
  6. Model Pembelajaran dengan Pendekatan Area
  7. Model Pembelajaran dengan Pendekatan Sentra
  8. Perencanaan Semester
  9. Perencanaan Bulanan
  10. Perencanaan Mingguan
  11. Perencanaan Harian

Begitulah dari sekedar menyebarkan wacana Model Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013 yang selengkapnya sanggup di unduh pada link di bawah ini:

Pedoman Model Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA Kurikulum 2013
Referensi: http://paudjateng.xahzgs.com

Jadi Bakir Inilah 5 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Pembelajaran Paud Tk Ra


Inilah 5 Hal Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Pembelajaran PAUD Taman Kanak-kanak RA. Seperti kita tahu bahwa aktivitas pembelajaran di tingkat PAUD Taman Kanak-kanak atau RA jauh berbeda dengan pembelajaran di jenjang pendidikan yang lebih tinggi alasannya ialah pendidikan anak usia dini merupakan awal berguru mereka yang masih berumur 3-6 tahun, dan tentunya memerlukan pendidik khusus yang pebuh kesabaran dan telaten dalam urusan anak-anak. Karena itu, dalam mempersiapkan pembelajaran pendidik PAUD dan pihak terkait perlu memperhatikan dan memahami 5 hal berikut ini: 1) Karakteristik cara berguru anak usia dini, 2) Prinsip-Prinsip Pembelajaran PAUD, 3) Pembelajaran Tematik Terpadu, 4) Pendekatan Saintifik di PAUD, dan 5) Sumber Belajar.

Nah dari 5 poin utama tadi tentu tidak cukup hanya sekedar mengerti dan memahami, tapi juga bisa melaksanakan dan menerapkan ketika pembelajaran anak usia dini. Mari kita tengok bersama rincian dari 5 poin diatas sebagai berikut:

A. Karakteristik cara berguru anak usia dini

1. Anak berguru secara bertahap.
Kegiatan dilakukan secara sedikit demi sedikit mengikuti tahapan perkembangan berpikir akseptor didik.

2. Cara berpikir anak bersifat khas.
Anak berpikir secara konkret, berpikir dari apa yang ia lakukan, dan menurut imajinasinya.

3. Anak-anak berguru dengan banyak sekali cara.
Mereka menyerap informasi melalui pengalaman nyata yang mereka alami dengan objek, orang, dan aktivitas yang berada di sekitar dengan memanfaatkan alat indera: penciuman, perasa, pendengaran, penglihatan, peraba, bertanya, dan menalar.

4. Anak berguru satu sama lain dalam lingkungan sosial.
Anak berguru dengan menggandakan sikap dan yang ditunjukkan, dan diekspresikan oleh orangtua, pendidik, dan lingkungan sosial (misalnya teman, pengasuh, tetangga, program TV yang ditonton.

5. Anak berguru melalui bermain.
Bermain membantu menyebarkan banyak sekali potensi anak. Melalui bermain anak diajak bereksplorasi, menemukan, dan memanfaatkan objek-objek yang bersahabat dengan anak, sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi anak.

B. Prinsip-Prinsip Pembelajaran PAUD

1. Belajar melalui bermain
Anak di bawah usia 6 tahun berada pada masa bermain. Pemberian rangsangan pendidikan dengan cara yang sempurna melalui bermain, sanggup memperlihatkan pembelajaran yang bermakna pada anak.

2. Berorientasi pada perkembangan anak
Pendidik harus bisa menyebarkan semua aspek perkembangan sesuai dengan tahapan usia anak.

3. Berorientasi pada kebutuhan anak
Pendidik harus bisa memberi rangsangan pendidikan atau stimulasi sesuai dengan kebutuhan anak, termasuk bawah umur yang mempunyai kebutuhan khusus.

4. Berpusat pada anak
Pendidik harus membuat suasana yang bisa mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi, dan kemandirian sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat perkembangan, dan kebutuhan anak.

5. Pembelajaran aktif
Pendidik harus bisa membuat suasana yang mendorong anak aktif mencari, menemukan, memilih pilihan, mengemukakan pendapat, dan melaksanakan serta mengalami sendiri.

6. Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk menyebarkan nilai-nilai yang membentuk aksara yang positif pada anak. Pengembangan nilai-nilai aksara tidak dengan pembelajaran langsung, akan tetapi melalui pembelajaran untuk menyebarkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan serta melalui penyesuaian dan keteladanan.

7. Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
Pemberian rangsangan pendidikan diarahkan untuk menyebarkan kemandirian anak. Pengembangan kecakapan hidup dilakukan secara terpadu baik melalui pembelajaran untuk menyebarkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan maupun melalui penyesuaian dan keteladanan.

8. Didukung oleh lingkungan yang kondusif
Lingkungan pembelajaran diciptakan sedemikian rupa semoga menarik, menyenangkan, aman, dan nyaman bagi anak. Penataan ruang diatur semoga anak sanggup berinteraksi dengan pendidik, pengasuh, dan anak lain.

9. Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis
Pembelajaran yang demokratis sangat diharapkan untuk menyebarkan rasa saling menghargai antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lain.

10. Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber
Penggunaan media belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di lingkungan PAUD bertujuan semoga pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna. Termasuk narasumber ialah orang-orang dengan profesi tertentu yang dilibatkan sesuai dengan tema, contohnya dokter, polisi, nelayan, dan petugas pemadam kebakaran.

C. Pembelajaran Tematik Terpadu

Salah satu pendekatan pembelajaran yang dipakai dalam Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini ialah pendekatan tematik terpadu. Dalam model pembelajaran tematik terpadu di PAUD, kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk satu tema, sub tema, atau sub-sub tema dirancang untuk mencapai secara bahu-membahu kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan dengan meliputi sebagian atau seluruh aspek pengembangan.

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran pribadi dan tidak pribadi yang terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah. Pembelajaran pribadi ialah proses pembelajaran melalui interaksi pribadi antara anak dengan pendidik yang dirancang dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH). Pembelajaran pribadi berkenaan dengan pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang terkandung dalam Kompetensi Inti-3 (pengetahuan) dan Kompetensi Inti-4 (keterampilan).

Pembelajaran tidak pribadi ialah pembelajaran yang tidak dirancang secara khusus namun terjadi dalam proses pembelajaran langsung. Melalui proses pembelajaran pribadi untuk mencapai kompetensi pengetahuan dan keterampilan akan terjadi imbas ikutan pada pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam Kompetensi Inti-1 (sikap spiritual) dan Kompetensi Inti-2 (sikap sosial).

Pembelajaran tematik terpadu dilaksanakan dalam tahapan aktivitas pembukaan, inti dan penutup.

D. Pendekatan Saintifik di PAUD

1. Apa itu pendekatan saintifik?
Pendekatan saintifik ialah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa semoga akseptor didik secara aktif membangun kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan melalui tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan.

2. Mengapa perlu memakai pendekatan saintifik?
  • Mendorong anak semoga mempunyai kemampuan berpikir kritis, analitis, dan mempunyai kemampuan memecahkan masalah.
  • Memberikan pengalaman berguru yang lebih bermakna kepada anak dengan mendorong anak melaksanakan aktivitas mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi,dan mengomunikasikan.
  • Mendorong anak mencari tahu dari banyak sekali sumber melalui observasi dan bukan hanya diberitahu.

3. Bagaimana pelaksanaan pendekatan saintifik?
  • Mengamati; Mengamati dilakukan untuk mengetahui objek diantaranya dengan memakai indera ibarat melihat, membaca buku, mendengar, menghidu, merasa, dan meraba.
  • Menanya; Anak didorong untuk bertanya, baik perihal objek yang telah diamati maupun hal-hal lain yang ingin diketahui.
  • Mengumpulkan Informasi; Mengumpulkan informasi dilakukan melalui bermacam-macam cara, misalnya: dengan melakukan, mencoba, mendiskusikan, membaca buku, menanya, dan menyimpulkan hasil dari banyak sekali sumber.
  • Menalar; Menalar merupakan kemampuan meng-hubungkan informasi yang sudah dimiliki dengan informasi yang gres diperoleh sehingga mendapat pemahaman yang lebih baik perihal suatu hal
  • Mengomunikasikan; Mengomunikasikan merupakan aktivitas untuk memberikan hal-hal yang telah dipelajari dalam banyak sekali bentuk, contohnya melalui cerita, gerakan, dan dengan memperlihatkan hasil karya berupa gambar, banyak sekali bentuk dari adonan, boneka dari bubur kertas, kriya dari materi daur ulang, dan hasil anyaman.

E. Sumber Belajar

Untuk mendukung kegiatan pembelajaran perlu dipersiapkan sumber-sumber berguru yang sanggup memperkaya pengalaman anak antara lain buku-buku, teman, orang tua, audio visual, dan lingkungan sekitar.

Monday, 4 February 2019

Jadi Pintar Kerangka Dasar Kurikulum 2013 Paud Ra Tk Kb


Kerangka Dasar Kurikulum 2013 PAUD RA Taman Kanak-kanak KB. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan yang paling mendasar alasannya yaitu perkembangan anak di masa selanjutnya akan sangat ditentukan oleh banyak sekali stimulasi bermakna yang diberikan semenjak usia dini. Awal kehidupan anak merupakan masa yang paling sempurna dalam menunjukkan dorongan atau upaya pengembangan semoga anak sanggup berkembang secara optimal.

Masa usia dini yaitu masa emas perkembangan anak dimana semua aspek perkembangan sanggup dengan gampang distimulasi. Periode emas ini hanya berlangsung satu kali sepanjang rentang kehidupan manusia. Oleh alasannya yaitu itu, pada masa usia dini perlu dilakukan upaya pengembangan menyeluruh yang melibatkan aspek pengasuhan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan.

Karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini


Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dirancang dengan karakteristik sebagai berikut:

  • mengoptimalkan perkembangan anak yang meliputi: aspek nilai agama dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni yang tercermin dalam keseimbangan kompetensi sikap, pengetahun, dan keterampilan;
  • menggunakan pembelajaran tematik dengan pendekatan saintifik dalam pinjaman rangsangan pendidikan;
  • menggunakan evaluasi autentik dalam memantau perkembangan anak; dan
  • memberdayakan tugas orang renta dalam proses pembelajaran.

Tujuan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini


Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini bertujuan untuk mendorong berkembangnya potensi anak semoga mempunyai kesiapan untuk menempuh pendidikan selanjutnya.

Kerangka Dasar Kurikulum 2013 PAUD RA TK


A. Landasan Filosofis
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan dengan sejumlah landasan filosofis yang menunjukkan dasar bagi pengembangan seluruh potensi anak semoga menjadi insan Indonesia berkualitas sebagaimana yang tercantum dalam tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan dengan memakai landasan filosofis sebagai berikut.

1. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun
kehidupan bangsa masa sekarang dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan menurut budaya bangsa Indonesia yang bermacam-macam dengan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, sehingga pendidikan diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan. Sehubungan dengan itu, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dirancang untuk sanggup menunjukkan pengalaman mencar ilmu yang luas bagi anak semoga mereka bisa mempunyai landasan untuk menguasai kompetensi yang diharapkan bagi kehidupan di masa sekarang dan masa depan, serta membuatkan kemampuan sebagai pewaris budaya bangsa yang kreatif dan peduli terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa.

2. Anak yaitu pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan filosofi ini, prestasi bangsa di banyak sekali bidang kehidupan di masa lampau yaitu sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk memberi wangsit dan rasa besar hati pada anak. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini memposisikan keunggulan budaya untuk menimbulkan rasa besar hati yang tercermin, dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, dan berbangsa.

3. Dalam proses pendidikan, anak usia dini membutuhkan keteladanan, motivasi, pengayoman/perlindungan, dan pengawasan secara berkesinambungan sebagaimana dicontohkan oleh Ki Hajar Dewantara dalam filosofi: ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.

4. Usia dini yaitu masa dikala anak menghabiskan sebagian besar waktu untuk bermain. Karenanya pembelajaran pada PAUD dilaksanakan melalui bermain dan kegiatan-kegiatan yang mengandung prinsip bermain.

B. Landasan Sosiologis
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan sesuai dengan tuntutan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat setempat.

Masyarakat Indonesia yaitu masyarakat yang sangat beragam. Satuan PAUD merupakan representasi dari masyarakat yang bermacam-macam baik dari aspek strata sosial-ekonomi, budaya, etnis, agama, kondisi fisik maupun mental. Untuk mengakomodasi keberagaman itu, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan secara inklusif untuk memberi dasar terbentuknya sikap saling menghargai dan tidak membeda-bedakan.

C. Landasan Psiko-Pedagogis
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan dengan mengacu pada cara mendidik anak sebagai individu yang unik, mempunyai kecepatan perkembangan yang berbeda, dan belum mencapai masa operasional konkret, dan hasilnya dipakai pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan dan potensi setiap anak.

D. Landasan Teoritis
Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dikembangkan dengan mengacu pada teori pendidikan berbasis standar dan kurikulum berbasis kompetensi. Pendidikan berbasis standar tetapkan adanya standar nasional sebagai kualitas minimal penyelenggaraan pendidikan. Standar tersebut terdiri dari standar tingkat pencapaian perkembangan anak, standar isi, standar proses, standar evaluasi pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.

Proses pengembangan kurikulum secara eksklusif berlandaskan pada empat standar yakni standar tingkat pencapaian perkembangan anak, standar isi, standar proses, dan standar evaluasi pendidikan. Sementara itu, empat standar lainnya dikembangkan lebih lanjut untuk mendukung implementasi kurikulum.

Kurikulum berbasis kompetensi dirancang untuk menunjukkan pengalaman mencar ilmu seluas-luasnya bagi anak untuk membuatkan kemampuan yang berupa sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak.

Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini menerapkan pembelajaran dalam bentuk pinjaman pengalaman mencar ilmu eksklusif kepada anak yang dirancang sesuai dengan latar belakang, karakteristik, dan usia anak.

E. Landasan Yuridis
Landasan yuridis Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini adalah:

  1. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
  2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 ihwal Sistem Pendidikan Nasional;
  3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2005 ihwal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional, beserta segala ketentuan yang dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional;
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 ihwal Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 ihwal Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 ihwal Standar Nasional Pendidikan; dan
  5. Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013 Tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.


Struktur Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pengorganisasian muatan kurikulum, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, dan usang belajar.

A. Muatan Kurikulum
Muatan kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini berisi program-program pengembangan yang terdiri dari:

  1. Program pengembangan nilai agama dan adab meliputi perwujudan suasana mencar ilmu untuk berkembangnya sikap baik yang bersumber dari nilai agama dan adab serta bersumber dari kehidupan bermasyarakat dalam konteks bermain.
  2. Program pengembangan fisik-motorik meliputi perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan kinestetik dalam konteks bermain.
  3. Program pengembangan kognitif meliputi perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan proses berpikir dalam konteks bermain.
  4. Program pengembangan bahasa meliputi perwujudan suasana untuk berkembangnya kematangan bahasa dalam konteks bermain.
  5. Program pengembangan sosial-emosional meliputi perwujudan suasana untuk berkembangnya kepekaan, sikap, dan keterampilan sosial serta kematangan emosi dalam konteks bermain.
  6. Program pengembangan seni meliputi perwujudan suasana untuk berkembangnya eksplorasi, ekspresi, dan apresiasi seni dalam konteks bermain.

B. Kompetensi Inti
Kompetensi Inti Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada final layanan PAUD usia 6 (enam) tahun. Kompetensi Inti mencakup:

  1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
  2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
  3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
  4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.

C. Kompetensi Dasar
Kompetensi Dasar merupakan tingkat kemampuan dalam konteks muatan pembelajaran, tema pembelajaran, dan pengalaman mencar ilmu yang mengacu pada Kompetensi Inti. Rumusan Kompetensi Dasar dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik dan kemampuan awal anak serta tujuan setiap aktivitas pengembangan. Kompetensi Dasar dibagi menjadi empat kelompok sesuai dengan pengelompokkan kompetensi inti yaitu:

  1. Kelompok 1: kelompok Kompetensi Dasar sikap spiritual dalam rangka menjabarkan KI-1;
  2. Kelompok 2: kelompok Kompetensi Dasar sikap sosial dalam rangka menjabarkan KI-2;
  3. Kelompok 3: kelompok Kompetensi Dasar pengetahuan dalam rangka menjabarkan KI-3; dan
  4. Kelompok 4: kelompok Kompetensi Dasar keterampilan dalam rangka menjabarkan KI-4.

Indikator Pencapaian Perkembangan Anak Usia Dini


  1. Indikator pencapaian perkembangan anak yaitu penanda perkembangan yang spesifik dan terukur untuk memantau/menilai perkembangan anak pada usia tertentu.
  2. Indikator pencapaian perkembangan anak merupakan kontinum/rentang perkembangan anak semenjak lahir hingga dengan usia 6 tahun.
  3. Indikator pencapaian perkembangan anak berfungsi untuk memantau perkembangan anak dan bukan untuk dipakai secara eksklusif baik sebagai materi bimbing maupun kegiatan pembelajaran.
  4. Indikator pencapaian perkembangan anak dirumuskan menurut Kompetensi Dasar (KD).
  5. Kompetensi Dasar (KD) dirumuskan menurut Kompetensi Inti (KI).
  6. Kompetensi Inti (KI) merupakan citra pencapaian Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak pada final layanan PAUD usia enam tahun yang dirumuskan secara terpadu dalam bentuk KI Sikap Spiritual, KI Sikap Sosial, KI Pengetahuan, dan KI Keterampilan.
  7. Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada KI Sikap Spiritual dan KD pada KI Sikap Sosial tidak dirumuskan secara tersendiri. Pembelajaran untuk mencapai KD-KD ini dilakukan secara tidak langsung, tetapi melalui pembelajaran untuk KD-KD pada KI Pengetahuan dan KI Keterampilan. Dengan kata lain, sikap positif anak akan terbentuk dikala ia mempunyai pengetahuan dan mewujudkan pengetahuan itu dalam bentuk hasil karya dan/atau unjuk kerja.
  8. Indikator pencapaian perkembangan anak untuk KD pada pengetahuan dan KD pada keterampilan merupakan satu kesatuan alasannya yaitu pengetahuan dan keterampilan merupakan dua hal yang saling berinteraksi.

Kerangka Dasar Kurikulum 2013 PAUD RA Taman Kanak-kanak KB