Showing posts sorted by relevance for query penerapan-strategi-pembelajaran-melalui-bermain. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query penerapan-strategi-pembelajaran-melalui-bermain. Sort by date Show all posts

Thursday, 12 September 2019

Jadi Cendekia Pembelajaran Ra Tk Paud Melalui Bermain Bercerita Bernyanyi


Kali ini sedikit berbeda dari artikel sebelumnya perihal 14 metode pembelajaran, lebih tepatnya metode pembelajaran khusus anak RA Taman Kanak-kanak dan PAUD. Karena memang berbeda penerapan metode untuk siswa RA Taman Kanak-kanak atau PAUD dengan metode untuk siswa di tingkat yang lebih tinggi.

Selanjutnya kita akan sedikit mengulas metode untuk anak RA Taman Kanak-kanak atau PAUD melalui metode bermain, bercerita dan bernyanyi.

A. Strategi Pembelajaran Melalui Bermain


Bermain merupakan suatu acara yang menempel pada dunia anak. Bermain yakni kodrat anak. Bermain sanggup dipandang sebagai suatu acara yang bersifat voluntir, spontan, terfokus pada proses, memberi ganjaran secara intrinsik, menyenangkan dan flexible.

Kriteria dalam acara bermain yakni memotivasi intrinsik, mempunyai dampak positif. Cara bermain pun lebih diutamakan dari pada tujuannya, serta bermain mempunyai kelenturan.

Fungsi bermain bagi anak TK


Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Untuk melaksanakan aneka macam tugas yang ada di dalam kehidupan nyata. Untuk melaksanakan aneka macam tugas yang ada di dalam kehidupan nyata.

  • Untuk mencerminkan korelasi dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata.
  • Untuk menyalurkan perasaan yang besar lengan berkuasa ibarat memukul-mukul kaleng.
  • Untuk melepaskan dorongan yang tidak sanggup diterima ibarat berperan sebagai pencuri.
  • Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan ibarat gosok gigi, serta untuk memecahkan problem dan mencoba aneka macam penyelesaian masalah.

Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain


Rancangan acara bermain mencakup penentuan tujuan dan tema acara bermain; macam acara bermain; daerah dan ruang bermain; materi dan peralatan bermain; dan urutan langkah bermain.

Tujuan acara bermain bagi anak usia Taman Kanak-kanak yakni untuk meningkatkan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia TK, baik perkembangan motorik, kognitif, bahasa, kreativitas, emosi atau sosial. Kegiatan bermain akan memperlihatkan hasil yang optimal apabila acara itu dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. Tema yang akan dipilih sanggup mengacu pada 20 tema yang terdapat dalam PKB Taman Kanak-kanak 1994.

Sebelum melaksanakan acara bermain, bermacam materi dan peralatan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. Langkah berikutnya yakni memilih urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan acara yang harus dilaksanakan oleh setiap penerima permainan.

Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain
Pelaksanaan acara bermain terdiri dari tiga acara yaitu:

  • Kegiatan prabermain
  • Kegiatan bermain
  • Kegiatan epilog

Pada acara pra bermain, terdapat dua macam acara persiapan, yaitu:

  • Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan acara bermain
  • Kegiatan penyiapan materi dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam acara bermain

Tahap bermain terdiri dari rangkaian acara yang berurutan dari awal hingga dengan final acara bermain. Banyaknya acara pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis permainan yang dipilih, serta jumlah anak yang mengikuti permainan.

Kegiatan epilog merupakan acara final dari seluruh langkah acara bermain. Pada acara ini, guru memperlihatkan pemfokusan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki oleh anak seperti, menunggu giliran, kemampuan bekerja sama, kemampuan memecahkan problem dan sebagainya.

Evaluasi atau evaluasi perlu dilaksanakan biar guru mendapat umpan balik perihal keberhasilan acara bermain. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan acara bermain yang telah ditetapkan sebelumnya

B. Strategi Pembelajaran melalui Bercerita


Metode bercerita merupakan salah satu taktik pembelajaran yang sanggup memperlihatkan pengalaman berguru bagi anak Taman Kanak-kanak dengan membawakan dongeng kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan guru harus menarik, dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK.

Penggunaan bercerita sebagai salah satu taktik pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Isi dongeng harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK.
  2. Kegiatan bercerita diusahakan sanggup memperlihatkan perasaan gembira, lucu, dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita
  3. Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak Taman Kanak-kanak yang bersifat unik dan menarik.

Beberapa macam teknik bercerita yang sanggup dipergunakan antara lain guru sanggup membaca eksklusif dari buku, memakai ilustrasi dari buku gambar, memakai papan flannel, memakai boneka, bermain tugas dalam suatu cerita, atau bercerita dengan memakai jari-jari tangan.

Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol acara yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. Selain itu daerah duduk pun harus diatur sedemikian rupa, contohnya berbentuk bulat sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif.

Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita


Kegiatan bercerita merupakan acara yang mempunyai manfaat besar bagi perkembangan anak serta pencapaian tujuan pendidikan. Sebelum melaksanakan acara bercerita guru terlebih dahulu harus merancang acara bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara sistematis.

Penerapan Strategi Pembelajaran melalui Bercerita


Penerapan taktik pembelajaran melalui bercerita mengacu pada mekanisme pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya, yaitu:

  1. Menetapkan tujuan dan tema cerita.
  2. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih.
  3. Menetapkan materi dan alat yang diharapkan dalam acara bercerita.
  4. Menetapkan rancangan langkah-langkah acara bercerita:
    • mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita;
    • mengatur daerah duduk;
    • melaksanakan acara pembukaan;
    • mengembangkan cerita;
    • menetapkan teknik bertutur;
    • mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita.
  5. Menetapkan rancangan evaluasi acara bercerita.

Tujuan yang ingin dicapai melalui acara bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi teladan dalam melaksanakan acara lainnya. Guru mempunyai kebebasan untuk memilih bentuk dongeng yang dipilih, sepanjang bisa menggambarkan isi dongeng dengan baik. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam acara bercerita sangat bergantung kepada bentuk dongeng yang dipilih sebelumnya.

Pengaturan daerah duduk, merupakan hal yang patut mendapat perhatian sebab pengaturan yang baik menciptakan anak merasa nyaman dan sanggup mengikuti dongeng di samping teknik bercerita, dan teknik penilaian.

Untuk mengetahui ketercapaian tujuan dilaksanakan evaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bekerjasama dengan isi dongeng untuk menumbuhkan pemahaman anak akan isi dongeng yang telah disampaikan.

C. Strategi Pembelajaran melalui Bernyanyi

Di Taman Kanak-kanak, acara bernyanyi merupakan sebuah acara yang sanggup diintegarasikan ke dalam pembelajaran

Manfaat Bernyanyi


Kegiatan bernyanyi itu sendiri mempunyai banyak manfaat bagi perkembangan anak. Diantaranya sanggup mengurangi rasa cemas, menimbulkan rasa percaya diri, menumbuhkan kreativitas anak serta sebagai salah satu alat untuk mengungkapkan emosi dan perasaan

Penerapan Pembelajaran melalui Bernyanyi


Pengalaman dalam bermusik sanggup membantu berbagi kemampuan daya pikir dan bahasa anak serta sanggup dijadikan sebagai sentra lingkungan berguru anak secara lebih menyeluruh.

Dalam berbagi mekanisme penerapan taktik pembelajaran melalui bernyanyi guru harus mempertimbangkan karakteristik anak sehingga pembelajaran sanggup berlangsung lebih bermakna.

Terdapat tiga tahap dalam mekanisme penerapan taktik pembelajaran melalui bernyanyi, yaitu :

  • Tahap perencanaan
  • Tahap pelaksanaan
  • Tahap penilaian

Penerapan Pembelajaran melalui Bernyanyi


Penerapan Strategi pembelajaran melalui bernyanyi mengacu pada mekanisme pembelajaran yang telah dikembangkan sebelumnya, yaitu melalui tiga tahap sebagai berikut:

Tahap Perencanaan
Pada tahap ini Anda mulai memilih tujuan yang ingin dicapai, berupa tingkat pemahaman dan ketrampilan yang diharapkan dimiliki oleh anak dikala pembelajaran selesai.
Selanjutnya Anda memilih pokok bahasan dan sub pokok bahasan.

Dilanjutkan dengan memutuskan tahapan acara yang akan dilalui oleh anak dalam pembelajaran tersebut. Langkah terakhir yakni memutuskan alat evaluasi untuk melihat ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya

Tahap Pelaksanaan
Pada tahap ini Anda harus memutuskan tahapan acara yang akan dilalui anak selama proses pembelajaran berlangsung. Tahapan acara tersebut meliputi:

  • Kegiatan awal
  • Kegiatan tambahan
  •  Kegiatan pengembangan

Tahap Penilaian
Pada tahap ini Anda memutuskan alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur ketercapaian tujuan. Penilaian mengacu pada daftar pertanyaan yang dilakukan melalui pengamatan dengan mengacu pada daftra pertanyaan yang telah disusun.

Saturday, 10 August 2019

Jadi Cerdik Penerapan Taktik Pembelajaran Melalui Bermain Paud Tk Ra


Bermain merupakan suatu acara yang menempel pada dunia anak. Bermain yaitu kodrat anak. Bermain sanggup dipandang sebagai suatu acara yang bersifat voluntir, spontan, terfokus pada proses, memberi ganjaran secara intrinsik, meyenangkan dan fleksibel. Kriteria dalam acara bermain yaitu memotivasi intrinsik, mempunyai efek positif, bukan dikerjakan sambil lalu. Cara bermain lebih diutamakan daripada tujuannya, serta bermain mempunyai kelenturan.

Fungsi bermain bagai anak Taman Kanak-kanak adalah: Menirukan apa yang dilakukan oleh orang dewasa. Untuk melaksanakan banyak sekali tugas yang ada di dalam kehidupan nyata. Untuk melaksanakan banyak sekali tugas yang ada di dalam kehidupan nyata. Untuk mencerminkan kekerabatan dalam keluarga dan pengalaman hidup yang nyata. Untuk menyalurkan perasaan yang berpengaruh ibarat memukul-mukul kaleng. Untuk melepaskan dorongan-dorongan yang tidak sanggup diterima ibarat berperan sebagai pencuri. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan ibarat gosok gigi. Untuk kilas balik peran-peran yang biasa dilakukan ibarat gosok gigi, serta untuk memecahkan dilema dan mencoba banyak sekali penyelesaian masalah.

Ditinjau dari dimensi perkembangan sosial, bermain digolongkan sebagai berikut: bermain soliter, bermain secara paralel, bermain asosiatif, dan bermain secara kooperatif.

Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran melalui Bermain Anak


Rancangan acara bermain mencakup penentuan tujuan dan tema acara bermain; macam acara bermain; daerah dan ruang bermain; materi dan peralatan bermain; dan urutan langkah bermain.

Tujuan acara bermain bagi anak usia Taman Kanak-kanak yaitu untuk meningkatkan pengembangan seluruh aspek perkembangan anak usia TK, baik perkembangan motorik, kognitif, bahasa, kreativitas, emosi atau sosial. Kegiatan bermain akan memperlihatkan hasil yang optimal apabila acara itu dirancang dengan saksama dan tidak secara kebetulan. Tema yang akan dipilih sanggup mengacu pada 20 tema yang terdapat dalam PKB Taman Kanak-kanak 1994.

Menentukan jenis acara bermain yang akan dipilih sangat tergantung kepada tujuan dan tema yang telah ditetapkan sebelumnya. Penentuan jenis acara bermain diikuti dengan jumlah penerima acara bermain. Selanjutnya ditentukan daerah dan ruang bermain yang akan digunakan, apakah di dalam atau di luar ruangan kelas, hal itu sepenuhnya tergantung pada jenis permainan yang dipilih.

Sebelum melaksanakan acara bermain, bermacam materi dan peralatan yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai perlu dipersiapkan terlebih dahulu secara lengkap. Langkah berikutnya yaitu memilih urutan langkah bermain yang disertai dengan penetapan acara yang harus dilaksanakan oleh setiap penerima permainan.

Contoh Penerapan Pembelajaran melalui Bermain


Pelaksanaan acara bermain terdiri dari tiga acara yaitu:


1. Kegiatan prabermain


Pada acara prabermain, terdapat dua macam acara persiapan, yaitu:

  • Kegiatan penyiapan siswa dalam melaksanakan acara bermain
  • Kegiatan penyiapan materi dan peralatan yang siap untuk dipergunakan dalam acara bermain

2. Kegiatan bermain


Tahap bermain terdiri dari rangkaian acara yang berurutan dari awal hingga dengan selesai acara bermain. Banyaknya acara pada tahap bermain sangat tergantung pada jenis permainan yang dipilih, serta jumlah anak yang mengikuti permainan.

3. Kegiatan penutup


Kegiatan epilog merupakan acara selesai dari seluruh langkah acara bermain. Pada acara ini, guru memperlihatkan penitikberatan pada aspek-aspek yang sepatutnya dikembangkan dan dimiliki oleh anak seperti, menunggu giliran, kemampuan bekerja sama, kemampuan memecahkan dilema dan sebagainya.

Evaluasi atau evaluasi perlu dilaksanakan biar guru mendapat umpan balik perihal keberhasilan acara bermain. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan acara bermain yang telah ditetapkan sebelumnya.

Thursday, 12 September 2019

Jadi Arif Jenis Taktik Pembelajaran Ra Tk Paud


Jenis Strategi Pembelajaran Umum dan Khusus RA Taman Kanak-kanak PAUD. Ada beberapa jenis seni administrasi pembelajaran umum yang sanggup dipakai di Taman Kanak-kanak. Strategi pembelajaran tersebut pada umumnya lebih menekankan pada acara anak dalam belajar, namun, tidak berarti peranan guru pasif.

Guru harus berperan sebagai fasilitator yang sanggup menunjukkan fasilitas dan kelancaran kepada anak dalam proses belajar. Jenis-jenis seni administrasi pembelajaran umum tersebut adalah:

  1. meningkatkan keterlibatan indra,
  2. mempersiapkan kode lingkungan,
  3. analisis tugas
  4. scaffolding,
  5. praktik terbimbing
  6. undangan / ajakan,
  7. efleksi tingkah laris / tindakan,
  8. efleksi kata-kata,
  9. contoh atau modelling,
  10. penghargaan efektif),
  11. menceritakan/menjelaskan/menginformasikan,
  12.  do-it-signal,
  13. tantangan,
  14. pertanyaan, dan
  15. kesenyapan.

Strategi-strategi pembelajaran tersebut sanggup digabungkan dalam keseluruhan proses pembelajaran, sehingga tercipta kegiatan mencar ilmu yang lebih bervariasi.

1. Strategi Pembelajaran Khusus di Taman Kanak-kanak


Terdapat beberapa jenis seni administrasi pembelajaran khusus yang sanggup diterapkan di Taman Kanak-kanak. Penerapan seni administrasi pembelajaran khusus tersebut pada prinsipnya sama dengan penerapan seni administrasi pembelajaran umum, yaitu harus mempertimbangkan karakteristik tujuan, karakteristik anak dan cara belajarnya, karakteristik daerah yang akan digunakan, dan pola kegiatan.

Jenis seni administrasi pembelajaran khusus tersebut adalah


  1. kegiatan eksploratori,
  2. Penemuan Terbimbing,
  3. Pemecahan Masalah,
  4. Diskusi,
  5. Belajar Kooperatif,
  6. Demonstrasi, dan
  7. Pengajaran Langsung.

Di samping seni administrasi pembelajaran di atas, guru Taman Kanak-kanak dituntut untuk sanggup memakai seni administrasi pembelajaran lainnya sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik.

2. Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak


Anak pada hakikatnya mempunyai potensi untuk aktif dan berkembang. Pembelajaran yang berpusat pada anak banyak diwarnai paham konstruktivis yang dimotori Piaget dan Vigotsky.
Anak yakni pembangun aktif pengetahuannya sendiri. Mereka membangun pengetahuannya dikala berinteraksi dengan objek, benda, lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.

Yang melandasi pembelajaran yang berpusat pada anak yakni pendekatan perkembangan dan pendekatan mencar ilmu aktif.

Belajar aktif merupakan proses dimana anak usia dini mengeksplorasi lingkungan melalui mengamati, meneliti, menyimak, menggerakkan tubuh mereka menyentuh, mencium, meraba dan menciptakan sesuatu terjadi dengan objek-objek di sekitar mereka.

Karakter pembelajaran yang berpusat pada anak


  1. prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan impian anak,
  2. Anak-anak menentukan materi dan tetapkan apa yang ingin ia kerjakan,
  3. Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya, 4) Anak menemukan alasannya yakni akhir melalui pengalaman langsung, 5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan, 6) Anak memakai otot kasarnya, 7) Anak menceritakan pengalamannya.

Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak


Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Upaya yang dilakukan yakni dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang sanggup mendukung perkembangan dan mencar ilmu anak secara komprehensif.

Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan aneka macam kegiatan sesuai pilihannya. Area- area tersebut meliputi:

  1. Area Pasir dan Air.
  2. Area Balok.
  3. Area Rumah dan Bermain Drama.
  4. Area Seni.
  5. Area Manipulatif.
  6. Area Membaca dan menulis.
  7. Area pertukangan atau kerja Kayu.
  8. Area musik dan gerak.
  9. Area komputer.
  10. Area bermain di luar ruangan.

Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan, tahap bekerja dan tahap melaporkan kembali.

3. Strategi Pembelajaran Terpadu


Pembelajaran terpadu yakni pendekatan yang dipakai dalam pembelajaran dengan mengintegrasikan kegiatan ke dalam semua bidang kurikulum atau bidang-bidang pengembangan yang mencakup pengembangan aspek kognitif, bahasa, fisik-motorik, social-emosi, estetika, social, moral, dan agama. Yang menjadi focus dalam pembelajaran terpadu yakni tema.

Pembelajaran terpadu mempunyai karakteristik sebagai berikut: dilakukan melalui kegiatan pengalaman langsung, sesuai dengan kebutuhan dan minat anak, menunjukkan kesempatan kepada anak untuk memakai semua pemikirannya, memakai bermain sebagai wahana belajar, menghargai perbedaan individu, melibatkan orang renta atau keluarga anak untuk mengoptimalkan pembelajaran.

Prinsp pembelajaran terpadu adalah:  berorientasi pada perkembangan anak, kegiatannya dikaitkan dnegan pengalaman konkret anak, materi ajarnya sanggup dieksplorasi oleh anak, mengintegrasikan isi dan proses belajar, melibatkan inovasi aktif, memadukan aneka macam bidang pengembangan, kegiatan mencar ilmu bervariasi, mempunyai potensi untuk dilaksanakan melalui proyek oleh anak, waktu fleksibel, melibatkan anggota keluarga anak, tema sanggup diperluas, dan direvisi seusia dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan anak

Pembelajaran terpadu mempunyai manfaat


  1. meningkatkan perkembangan konsep anak
  2. memungkinkan anak untuk mengeksplorasi pengetahuan melalui aneka macam kegiatan,
  3. membantu guru dan praktisi lainnya untuk membuatkan kemampuan profesionalnya, 
  4. dapat dilaksanakan pada jenjang jadwal yang berbeda, untuk semua tingkat usia, dan untuk bawah umur berkebutuhan khusus.

Prosedur Pelaksanaan Pembelajaran Terpadu


Pembelajaran terpadu menuntut guru untuk bekerja secara professional mulai tahap perencanaan, pelaksanaan sampai tahap penilaian. Agar pembelajaran terpadu sanggup mencapai tujuan yang diharapkan guru harus menempuh prosedur-prosedur sebagai berikut.

Memilih tema
Memilih tema terpadu sanggup bersumber dari:

  • minat anak,
  • peristiwa khusus
  • kejadian yang tidak diduga
  • materi yang dimandatkan oleh lembaga,
  • orang renta dan guru.

Kriteria pemilihan tema adalah;

  • relevansi topic dengan anak,
  • pengalaman langsung,
  • keragaman dan keseimbangan dalam area kurikulum,
  • ketersediaan alat-alat,
  • potensi proyek

Penjabaran tema
Tema yang sudah dipilih harus dijabarkan ke dalam sub tema dan konsep-konsep yang di dalamnya terkandung istilah, fakta dan prinsip, kemudian jabarkan kedalam, bidang-bidang pengembangan dan kegiatan mencar ilmu yang lebih operasional.

Perencanaan
Perencanaan harus dibentuk secara tertulis sehingga memudahkan guru untuk mengetahui langkah-langkah apa yang harus ditempuh. Tentukan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, waktu, pengorganisasian anak, sumber rujukan, alat-alat permainan yang diperlukan, dan penilaian yang akan dilakukan

Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan lakukan dan kembangkanlah kegiatan mencar ilmu sesuai dengan planning yang telah disusun. Lakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran dan kegiatan-kegiatan yang ditunjukkan anak

Penilaian
Penilaian dilakukan  pada pelaksanaan dan tamat kegiatan pembelajaran dengan tujuan untuk mengamati proses dan kemajuan yang dicapai anak melalui kegiatan pembelajaran terpadu

Penerapan Stratgei Pembelajaran Terpadu


Pembelajaran terpadu sebagai salah satu pendekatan pembelajaran sanggup diterapkan di forum pendidikan anak usia dini pada umumnya dan Taman Kanak-kanak pada khususnya. Penerapan seni administrasi pembelajaran tersebut terutama harus didasarkan pada pertimbangan karakteristik-karakteristik anak dan tujuan pembelajaran.

Agar penerapan seni administrasi pembelajaran terpadu berlangsung secara efektif maka harus memperhatikan prinsip-prinsip sebagaimana telah dikemukakan dalam pembahasan konsep dasar seni administrasi pembelajarn terpadu. Stratgei pembelajaran terpadu ditempuh melalui langkah-langkah :

  1. memilih tema,
  2. mengembangkan tema ke dalam sub tema dan konsep,
  3. mengembagkan tema ke dalam bidang-bidang pengembangan dan kegiatan mencar ilmu yang operasional,
  4. membuat perencanaan pembelajaran,
  5. melaksanakan pembelajaran,
  6. melaksanakan evaluasi.

Sunday, 11 August 2019

Jadi Pintar Penerapan Seni Administrasi Pembelajaran Paud Tk Ra Melalui Bercerita


Metode bercerita merupakan salah satu metode yang banyak dipergunakan di Taman Kanak-kanak. Metode bercerita merupakan salah satu taktik pembelajaran yang sanggup menawarkan pengalaman berguru bagi anak Taman Kanak-kanak dengan membawakan dongeng kepada anak secara lisan. Cerita yang dibawakan guru harus menarik, dan mengundang perhatian anak dan tidak lepas dari tujuan pendidikan bagi anak TK.

Penggunaan bercerita sebagai salah satu taktik pembelajaran di Taman Kanak-kanak haruslah memperhatikan hal-hal berikut:

  1. Isi dongeng harus terkait dengan dunia kehidupan anak TK.
  2. Kegiatan bercerita diusahakan sanggup menawarkan perasaan gembira, lucu, dan mengasyikkan sesuai dengan dunia kehidupan anak yang penuh suka cita
  3. Kegiatan bercerita harus diusahakan menjadi pengalaman bagi anak Taman Kanak-kanak yang bersifat unik dan menarik.

Beberapa macam teknik bercerita yang sanggup dipergunakan antara lain guru sanggup membaca eksklusif dari buku, memakai ilustrasi dari buku gambar, memakai papan flannel, memakai boneka, bermain tugas dalam suatu cerita, atau bercerita dengan memakai jari-jari tangan.

Bercerita sebaiknya dilakukan dalam kelompok kecil untuk memudahkan guru mengontrol aktivitas yang berlangsung sehingga akan berjalan lebih efektif. Selain itu kawasan duduk pun harus diatur sedemikian rupa, contohnya berbentuk bundar sehingga akan terjalin komunikasi yang lebih efektif.

Prosedur Penerapan Pembelajaran melalui Bercerita


Kegiatan bercerita merupakan aktivitas yang mempunyai manfaat besar bagi perkembangan anak serta pencapaian tujuan pendidikan. Sebelum melakukan aktivitas bercerita guru terlebih dahulu harus merancang aktivitas bercerita berupa langkah-langkah yang harus ditempuh secara sistematis.

Langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru ialah sebagai berikut:

  1. Menetapkan tujuan dan tema cerita.
  2. Menetapkan bentuk bercerita yang dipilih.
  3. Menetapkan materi dan alat yang dibutuhkan dalam aktivitas bercerita.
  4. Menetapkan rancangan langkah-langkah aktivitas bercerita.
    • mengkomunikasikan tujuan dan tema cerita;
    • mengatur kawasan duduk;
    • melaksanakan aktivitas pembukaan;
    • mengembangkan cerita;
    • menetapkan teknik bertutur;
    • mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan isi cerita.
  5. Menetapkan rancangan evaluasi aktivitas bercerita.

Tujuan yang ingin dicapai melalui aktivitas bercerita serta tema yang dipilih oleh guru menjadi pola dalam melakukan aktivitas lainnya. Guru mempunyai kebebasan untuk memilih bentuk dongeng yang dipilih, sepanjang sanggup menggambarkan isi dongeng dengan baik. Bahan dan alat yang dipergunakan dalam aktivitas bercerita sangat bergantung kepada bentuk dongeng yang dipilih sebelumnya.

Pengaturan kawasan duduk, merupakan hal yang patut menerima perhatian sebab pengaturan yang baik menciptakan anak merasa nyaman dan sanggup mengikuti dongeng di samping teknik bercerita, dan teknik penilaian.

Untuk mengetahui ketercapaian tujuan dilaksanakan evaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bekerjasama dengan isi dongeng untuk menumbuhkan pemahaman anak aka nisi dongeng yang telah disampaikan.

Tuesday, 26 February 2019

Jadi Arif Cara Penyusunan Dan Kerangka Kurikulum Tingkat Satuan Paud Tk Ra


Salam sejahtera untuk para sahabat semuanya. Kali saya ingin membuatkan kepada para sahabat yang bergelut dalam dunia pendidikan. Yakni seputar tips / cara menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) untuk jenjang PAUD, RA, dan TK. Meliputi: Pengertian KTSP PAUD, Prinsip Penyusunan KTSP, Prosedur Operasonal Pengembangan KTSP, Sistematika KTSP PAUD, dan latihan menyusun KTSP jenjang PAUD, RA, TK.

Pengertian KTSP PAUD


Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan PAUD (KTSP PAUD) diartikan sebagai kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan PAUD sesuai dengan kondisi, potensi, serta daya dukung yang tersedia dan sanggup diupayakan oleh satuan PAUD masing-masing.

Prinsip Penyusunan KTSP


  1. Pembentukan sikap spiritual dan sosial anak
  2. Mempertimbangkan tahapan tumbuh kembang anak, potensi, minat dan karakteristik anak
  3. Holistik-Integratif
  4. Dilaksanakan dengan cara berguru melalui bermain
  5. Mempertimbangkan kebutuhan anak termasuk anak berkebutuhan khusus
  6. Berkesinambungan atau kontinum perkembangan anak dari usia lahir sampai 6 tahun
  7. Memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
  8. Memperhatikan sosial budaya dan kontekstual

Prosedur Operasonal Pengembangan KTSP


a. Analisis Konteks
Melihat dan menelaah :

  1. Perundangan, Peraturan, Kebijakan dan aneka macam contoh lainnya
  2. Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum PAUD
  3. Visi, misi, dan tujuan yang ingin dibangun oleh satuan PAUD
  4. Strategi/Model pembelajaran yang dipilih/digunakan oleh satuan PAUD
  5. Daya dukung (Sarpras, SDM, lingkungan, biaya, dll)

b. Penyusunan Dokumen

  1. Membentuk Tim Pengembang KTSP (kelompok Kerja)
    • Tim pengembang kurikulum (TPK) KTSP di setiap satuan ditentukan oleh Satuan PAUD masing-masing.
    • TPK KTSP PAUD terdiri dari : Kepala Satuan PAUD, Pendidik PAUD, Komite PAUD, atau pihak lain yang diperlukan.
  2. Tim pengembang kurikulum bertugas
    • Melakukan analisis konteks
    • Menyusun draft KTSP
    • Melakukan revieu dan perbaikan KTSP
    • Finalisasi Dokumen KTSP

b. Pengesahan dan Pemberlakuan

  • Pengelola satuan PAUD mengajukan dokumen KTSP untuk disahkan oleh pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atau pejabat kecamatan yang ditunjuk atas nama pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
  • Dokumen yang telah disahkan kemudian disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di Satuan PAUD yang bersangkutan untuk diterapkan bersama dan sebagai tanggung jawab bersama.

Sistematika KTSP PAUD


  • Halaman Judul
  • Kata Pengantar
  • Lembar Pengesahan
  • Daftar Isi

BAGIAN I. PROFIL LEMBAGA
A.Profil Satuan Lembaga PAUD (penyelenggara, pengelola dan pendidik)
B. Sejarah singkat Satuan forum PAUD
C. Alamat Dan Peta Lokasi Satuan forum PAUD
D. Status Satuan forum PAUD (negeri/swasta, izin operasional, akreditasi, dll)

BAGIAN II. DOKUMEN I
A. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan Penyusunan KTSP PAUD
  3. Dasar Operasional Penyusunan KTSP PAUD

B. VISI, MISI DAN TUJUAN SATUAN PAUD

  1. Visi Satuan PAUD
  2. Misi Satuan PAUD
  3. Tujuan Satuan PAUD

C. KARAKTERISTIK SATUAN PAUD
D. STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
E. KALENDER PENDIDIKAN
F. PROGRAM TAHUNAN

BAGIAN III. DOKUMEN I
A. Program Semester
B. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (Contoh)
C. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (Contoh)
D. Penilaian Pembelajaran (Contoh)

BAGIAN IV. PENUTUP
Isi dengan kata-kata penutup

BAGIAN V. LAMPIRAN

  1. Kalender Pendidikan
  2. Program Tahunan Satuan PAUD
  3. Program Semester Satuan PAUD
  4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan RPPM) (Contoh)
  5. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) (Contoh)
  6. Standar Operasional Prosedur (SOP) Layanan/ Pembelajaran anak
  7. Tata Tertib Satuan PAUD
  8. Dll. yang perlu

Mari Kita Latihan Penyusunan KTSP PAUD Tahap Demi Tahap


Langsung Menyusun Bagian II, yaitu: Dokumen I dan II

PENYUSUNAN Bagian II DOKUMEN I KTSP PAUD
DOKUMEN I BERISI:

  1. Pendahuluan : Latar belakang, tujuan KTSP dan dasar hukum,
  2. Visi, Misi dan Tujuan Satuan PAUD
  3. Karakteristik satuan PAUD
  4. Struktur Kurikulum satuan PAUD
  5. Kalender Pendidikan.
  6. Program Tahunan

Lembar Kerja 1

Buatlah rumusan latar belakang penyusunan KTSP untuk satuan PAUD Anda !

  1. Alenia 1 : berisi alasan yang mendorong satuan PAUD anda menciptakan KTSP.
  2. Alenia 2 : berisi pentingnya KTSP disusun di satuan PAUD anda.

CONTOH : DOKUMEN 1

LATAR BELAKANG :
Latar belakang menjelaskan :

  • Alasan yang mendorong pengembangan kurikulum di satuan pendidikan.
  • Pentingnya pengembangan kurikulum bagi satuan PAUD

Contoh dokument kurikulum PAUD

CONTOH RUMUSAN LATAR BELAKANG :

Pendidikan anak usia dini diyakini menjadi dasar bagi penyiapan sumber daya insan yang berkualitas di masa datang. Oleh alasannya ialah itu layanan PAUD harus dirancang dengan seksama dengan memperhatikan perkembangan anak, perubahan ilmuPengetahuan dan tehnologi serta budaya berkembang. Memahami kondisi tersebut maka Taman Kanak-Kanak ... memandang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan PAUD, dst ...

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Taman Kanak-Kanak ... disusun oleh ... (unsur yang terlibat dalam penyusunan KTSP) keberadaannya sangat penting alasannya ialah KTSP sebagai contoh penyelenggaraan dan pengelolaan keseluruhan acara dan pelaksanaan pembelajaran . KTSP juga dijadikan sebagai patokan untuk melakukan pengukuran keberhasilan pencapaina tujuan, acara keseluruhan kegiatan pembelajaran ,dst ...

TUJUAN KTSP
KTSP bertujuan untuk :

  1. Memberikan contoh bagi pengelola dan pendidik dalam menyusun acara layanan , kegiatan pembelajaran dan kegiatan lain yang mendukung pencapaian keberhasilan anak.
  2. Memberikan informasi wacana acara layanan PAUD yang diberikan oleh satuan PAUD kepada penerima didik.
  3. Dokumen acara yang diharapkan untuk proteksi pembinaan
  4. Dst ...

Selengkapnya, simak artikel wacana tujuan dan kerangka dasar kurikulum 2013 paud

DASAR PENYUSUNAN

  1. UU Nomer 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional
  2. Permendikbud Nomer 137 tahun 2014 wacana Standar PAUD
  3. Permendikbud Nomer 146 wacana Kurikulum PAUD
  4. Pedoman Penyusunan KTSP PAUD Tahun 2013 PAUD
  5. Dst ...

VISI SATUAN PAUD
Visi merupakan harapan jangka panjang yang ingin diwujudkan atau diraih oleh Satuan PAUD.

Visi yang dirumuskan sanggup menjadi motivasi bagi semua fihak yang terlibat dalam penyelenggaraan dan pengelolaan PAUD.

  • Menjadi arah yang ingin dicapai oleh satuan.
  • Membangun kesamaan pemahaman pada semua pelaksana (pendidik, tenaga kependidikan, dan warga satuan lainnya) yang ada di satuan PAUD sebagai harapan bersama yang ingin diwujudkan
  • Membangun motivasi pendidik, tenaga kependidikan, dan orang bau tanah untuk meraih harapan bersama

baca: contoh visi misi dan pengembangan kurikulum PAUD

CONTOH VISI Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"
Sehat, Cerdas, Kreatif, Mandiri, Ceria, dan berakhlak mulia

MISI SATUAN PAUD
Upaya umum yang ditempuh oleh satuan PAUD dalam rangka mewujudkan visi yang telah dirumuskan.

Misi penting ditetapkan oleh satuan PAUD

  1. Menjadi contoh dalam mewujudkan profil anak yang diharapkan oleh satuan PAUD
  2. Menjadi contoh dalam pengembangan kurikulum dan seni administrasi pencapaiannya di satuan PAUD
  3. Menggambarkan kekhasan atau keunggulan layanan di satuan PAUD

CONTOH MISI Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"

  1. Menyelenggarakan layanan pengembangan holistik-integratif.
  2. Memfasilitasi kegiatan berguru yang aktif dan menyenangkan sesuai dengan tahapan perkembangan, minat, dan potensi anak.
  3. Membangun pembiasaan sikap hidup bersih, sehat dan berakhlak mulia secara mandiri.
  4. Membangun kerjasama dengan orang tua, masyarakat, dan lingkup terkait dalam rangka pengelolaan PAUD yang professional, akuntabel, dan berdaya saing nasional.

TUJUAN SATUAN PAUD
Tujuan satuan berisi rumusan hasil keluaran/output yang ingin dicapai oleh satuan PAUD.

Keterangan:
Visi dirumuskan untuk pencapaian jangka waktu panjang, sedangkan tujuan dirumuskan untuk pencapaian jangka waktu pendek atau biasanya dikaitkan dengan lulusan yang diharapkan.

Contoh: Tujuan Satuan PAUD

  1. Mewujudkan anak yang mempunyai sikap, pengetahuan dan keterampilan yang seimbang pada setiap aspek perkembangannya sebagai bekal mengikuti pendidikan lebih lanjut.
  2. Mewujudkan anak yang sehat, ceria, bisa merawat diri serta peduli terhadap diri sendiri, teman, dan lingkungan sekitarnya
  3. Menjadikan anak Alqur’ani dan Islami semenjak dini sebagai bekal menjalani kehidupan di masa dewasanya.

Lembar Kerja 2

  1. Buatlah Rumusan Visi satuan PAUD Anda !
  2. Buatlah Rumusan Misi Satuan PAUD !
  3. Susunlah Tujuan Satuan PAUD !


KARAKTERISTIK KTSP
Karakteristik KTSP diisi dengan pembagian terstruktur mengenai wacana nilai, strategi/model serta kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dan diterapkan di satuan PAUD dalam rangka mewujudkan visi, misi dan tujuan satuan PAUD serta mewujudkan output PAUD.

Isi karakteristik KTSP setidaknya memuat:

  1. Nilai/prinsip yang dipakai oleh satuan lembaga
  2. Model pembelajaran yang digunakan
  3. Kegiatan-kegiatan yang menjadi kekhasan Satuan PAUD anak

CONTOH KARAKTERISTIK KURIKULUM Taman Kanak-kanak "AL-FIRDAUS"

Kurikulum Taman Kanak-Kanak AL-Firdaus disusun dengan mengusung nilai-nilai islami sebagai dasar untuk pengembangan huruf penerima didik ...

Dalam mengelola kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan partisipatif, Taman Kanak-Kanak Al- FIrdaus menerapkan model pembelajaran sentra, dimana kelompok anak dalam satu hari bermain dalam satu pusat yang didalamnya berisi aneka macam kegiatan sebagai pemenuhan densitas main. Sentra yang disiapkan adalah: pusat imtaq, pusat balok, pusat materi alam, pusat persiapan, dan pusat main kiprah ...

STRUKTUR KURIKULUM SATUAN PAUD

Struktur kurikulum Satuan PAUD diturunkan dari kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini dengan ditambah kekhasan satuan PAUD atau mengadopsi sebagian kurikulum lain (misal: dari kurikulum asing).

Struktur kurikulum Satuan PAUD berisi:

  1. Program perkembangan yang terdiri dari 6 bidang perkembangan yakni: nilai moral dan agama, motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni.
  2. Ranah pengembangan berisi dimensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang ada dalam Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar dan Kompetensi dasar komplemen yang mewakili kekhasan satuan PAUD.
  3. Alokasi waktu yang diharapkan untuk melakukan acara kurikulum.

baca: Struktur Kurikulum Satuan PAUD

KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan berisi planning kegiatan yang akan dilaksanakan selama setahun. Kalender pendidikan diturunkan dari planning tahunan satuan PAUD. Kalender pendidikan memuat:

  1. Permulaan tahun ajaran
  2. Waktu berguru efektif
  3. Hari-hari libur
  4. Perayaan hari-hari besar
  5. Kegiatan puncak tema
  6. Kegiatan pendukung.

PROGRAM TAHUNAN

Program tahunan disusun oleh forum berisi wacana planning kegiatan penerapan kurikulum yang mendukung perkembangan dan berguru anak secara holistik-integratif (baik secara langsung, maupun tidak langsung), yang akan dilaksanakan dari awal tahun pedoman sampai simpulan tahun pedoman terdiri dari:

  1. Kegiatan yang terkait dengan kurikulum dan pelaksanaan pembelajaran (awal-akhir bulan, awal-akhir semester, awal-akhir TA)
  2. Kegiatan penunjang kurikulum (mendatangkan nara sumber, mengunjungi kawasan yang terkait dengan tema, kegiatan bazaar anak, pentas seni anak, dll)
  3. Kegiatan ke-orang tuaan/parenting yang mendukung kurikulum/ pembelajaran (pertemuan orang tua, hari konsultasi, dll)

Contoh acara tahunan

PENYUSUNAN DOKUMEN II KTSP PAUD
DOKUMEN II:

  1. Program Semester
  2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mingguan (RPPM)
  3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH)
  4. Penilaian/ Evaluasi Perkembangan


PROGRAM SEMESTER, RPPM, RPPH DAN PENILAIAN (sesi tersendiri)

  1. Penyusunan acara semester, RPPM, RPPH dituangkan dalam Juknis perencanaan pembelajaran
  2. Secara rinci evaluasi pembelajaran tertuang dalam juknis evaluasi pembelajaran

baca: Contoh RPPM, RPPH PAUD Taman Kanak-kanak RA

PENGESAHAN, PEMBERLAKUAN DAN PENINJAUAN KTSP

  1. Dokumen KTSP PAUD ditandatangani oleh penyelenggara dan kepala sekolah/pengelola serta disahkan oleh dinas pendidikan setempat yang diketahui oleh penilik/pengawas bidang PAUD
  2. Masa pemberlakuan KTSP PAUD sanggup diadaptasi dan ditetapkan oleh satuan PAUD
  3. KTSP yang telah disusun harus siap untuk selalu ditinjau ulang jika terjadi perubahan kebijakan, jenis acara layanan , visi, misi dan tujuan , dsb ...

Lembar Kerja 3

Buatlah acara tahunan dengan memperhatikan visi, misi dan kekhasan atau keunggulan di satuan PAUD Anda.