Showing posts sorted by relevance for query contoh-cara-penyusunan-kisi-kisi-soal. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query contoh-cara-penyusunan-kisi-kisi-soal. Sort by date Show all posts

Monday, 17 December 2018

Jadi Pintar Cara Gampang Menciptakan Kisi-Kisi Soal Sd Mi Dengan 6 Langkah Berikut


Cara Praktis dan Gampang Membuat Kisi-Kisi Soal SD MI. Kisi-kisi yaitu suatu format berbentuk matriks berisi informasi yang sanggup dijadikan pedoman untuk menulis atau merakit soal. Kisi-kisi disusun menurut tujuan penggunaan tes. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal.

Bila beberapa penulis soal memakai satu kisi-kisi, akan dihasilkan soal-soal yang relatif sama (paralel) dari tingkat kedalaman dan cakupan bahan yang ditanyakan.

1. Syarat kisi-kisi


Kisi-kisi tes prestasi akademik harus memenuhi persyaratan berikut:

  1. Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan.
  2. Komponen-komponennya rinci, jelas, dan gampang dipahami.
  3. Indikator soal harus terang dan sanggup dibentuk soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

2. Komponen kisi-kisi


Komponen-komponen yang dibutuhkan dalam sebuah kisi-kisi diubahsuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks. Komponen identitas mencakup jenis/jenjang sekolah, kegiatan studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal. Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal.

3. Langkah-langkah menyusun kisi-kisi


  1. menentukan KD yang akan diukur;
  2. memilih bahan yang esensial;
  3. merumuskan indikator yang mengacu pada KD dengan memperhatikan bahan dan level kognitif.

4. Kriteria pemilihan bahan yang esensial


  1. lanjutan/pendalaman dari satu bahan yang sudah dipelajari sebelumnya.
  2. penting harus dikuasai akseptor didik.
  3. sering dibutuhkan untuk mempelajari mata pelajaran lain.
  4. berkesinambungan pada semua jenjang kelas.
  5. memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

5. Indikator


Indikator dijadikan pola dalam menciptakan soal. Di dalam indikator tergambar level kognitif yang harus dicapai dalam KD. Kriteria perumusan indikator:

  1. Memuat ciri-ciri KD yang akan diukur.
  2. Memuat kata kerja operasional yang sanggup diukur (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian).
  3. Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih.
  4. Dapat dibentuk soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.


Komponen-komponen indikator soal yang perlu diperhatikan yaitu subjek, sikap yang akan diukur, dan kondisi/konteks/stimulus.

6. Level Kognitif


Level kognitif merupakan tingkat kemampuan akseptor didik secara individual maupun kelompok yang sanggup dijabarkan dalam tiga level kognitif. Level 1 memperlihatkan tingkat kemampuan yang rendah yang mencakup pengetahuan dan pemahaman (knowing), level 2 memperlihatkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi yang mencakup penerapan (applying), dan level 3 memperlihatkan tingkat kemampuan tinggi yang mencakup daypikir (reasoning). Pada level 3 ini termasuk tingkat kognitif analisis, sintesis, dan evaluasi. Gambaran kemampuan akseptor didik yang dituntut pada setiap level kognitif terdapat pada klarifikasi berikut.

Level 3 : Peserta didik pada level ini mempunyai kemampuan daypikir dan logika
(Reasoning).


  1. Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas terhadap bahan pelajaran dan sanggup menerapkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam situasi yang familiar, maupun dengan cara yang berbeda.
  2. Menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi gagasan-gagasan dan informasi yang faktual.
  3. Menjelaskan hubungan konseptual dan informasi yang faktual.
  4. Menginterpretasi dan menjelaskan gagasan-gagasan yang kompleks dalam pelajaran.
  5. Mengekspresikan gagasan-gagasan nyata dan akurat dengan memakai terminologi yang benar.
  6. Memecahkan problem dengan banyak sekali cara dan melibatkan banyak variabel.
  7. Mendemonstrasikan pemikiran-pemikiran yang original.

Level 2 : Peserta didik pada level ini mempunyai kemampuan aplikatif (Applying).

  1. Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap bahan pelajaran dan sanggup mengaplikasikan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam konteks tertentu.
  2. Menginterpretasi dan menganalisis informasi dan data.
  3. Memecahkan masalah-masalah rutin dalam pelajaran.
  4. Menginterpretasi grafik-grafik, tabel-tabel, dan bahan visual lainnya.
  5. Mengkomunikasikan dengan terang dan terorganisir penggunaan terminologi.

Level 1 : Peserta pada level ini mempunyai kemampuan standar minimum dalam menguasai pelajaran (Knowing)

  1. Memperlihatkan ingatan dan pemahaman dasar terhadap bahan pelajaran dan sanggup menciptakan generalisasi yang sederhana.
  2. Memperlihatkan tingkatan dasar dalam pemecahan problem dalam pembelajaran, paling tidak dengan satu cara.
  3. Memperlihatkan pemahaman dasar terhadap grafik-grafik, label-label, dan bahan visual lainnya.
  4. Mengkomunikasikan fakta-fakta dasar dengan memakai terminologi yang sederhana.

Dari semua yang telah disebutkan diatas, anda juga bisa mengetahui contoh pembuatan kisi-kisi soal ini pada artikel sebelumnya berikut ini: Panduan menciptakan soal

Demikian dari kami, kurang lebihnya mohon maaf dan biar bisa memperlihatkan manfaat untuk kita semua. Amin...

Thursday, 13 December 2018

Jadi Cendekia Panduan Penyusunan Soal Hots (Higher Order Thinking Skill) Pdf


Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) ini hasil buah tangan rapat sosialisasi di Kemenag tingkat kabupaten. Karena itulah aku juga ingin mengembangkan file PDF kepada anda semua para guru dan pemangku kepentingan ihwal Panduan penyusunan soal hots.

Panduan soal hots ini dilengkapi dengan Perbandingan asesmen tradisional dan asesmen kontekstual Programme for International Student Assessment (PISA), Kreativitas menuntaskan permasalahan dalam HOTS, Pengelompokan level kognitif, Contoh soal HOTS, Kartu soal, Instrumen telaah soal hots, Pedoman Penskoran, dan Instrumen telaah soal hots bentuk tes pilihan ganda/uraian

baca juga:
6 Bentuk Tingkatan Soal Kognitif
Panduan Cara Menyusun Soal dan Kisi-Kisi Yang Baik

Permendikbud No. 59 Tahun 2014 ihwal Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah , menyatakan bahwa salah satu dasar penyempurnaan kurikulum ialah adanya tantangan internal dan eksternal. Tantangan eksternal antara lain terkait dengan arus globalisasi dan banyak sekali gosip yang terkait dengan duduk kasus lingkungan hidup, kemajuan teknologi dan informasi, kebangkitan industri kreatif, budaya, dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional.

Soal-soal HOTS merupakan instrumen pengukuran yang dipakai untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi,

  • transfer satu konsep ke konsep lainnya,
  • memproses dan menerapkan informasi,
  • mencari kaitan dari banyak sekali informasi yang berbeda-beda,
  • menggunakan informasi untuk menuntaskan masalah, dan
  • menelaah inspirasi dan informasi secara kritis.

Meskipun demikian, soal-soal yang berbasis HOTS tidak berarti soal yang lebih sulit daripada soal recall. Mengukur dimensi metakognitif, tidak sekadar mengukur dimensi faktual, konseptual, atau prosedural saja. Dimensi metakognitif menggambarkan kemampuan menghubungkan beberapa konsep yang berbeda, menginterpretasikan, memecahkan duduk kasus (problem solving), menentukan seni administrasi pemecahan masalah, menemukan (discovery) metode baru, berargumen (reasoning), dan mengambil keputusan yang tepat.

Karakteristik Soal-soal HOTS


1. Mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi
menganalisis, merefleksi, menunjukkan argumen (alasan), menerapkan konsep pada situasi berbeda, menyusun, menciptakan. The Australian Council for Educational Research (ACER)
2. Berbasis permasalahan kontekstual
menghubungkan (relate), menginterpretasikan (interprete), menerapkan (apply) dan mengintegrasikan (integrate)
3. Menggunakan bentuk soal beragam
Pilihan ganda, Pilihan ganda kompleks (benar/salah, atau ya/tidak), Isian singkat atau melengkapi, Jawaban singkat atau pendek dan Uraian

b. Pilihan ganda kompleks (benar/salah, atau ya/tidak)


Bertujuan untuk menguji pemahaman akseptor asuh terhadap suatu duduk kasus secara komprehensif yang terkait antara pernyataan satu dengan yang lainnya.

  • Memuat stimulus yang bersumber pada situasi kontekstual.
  • Peserta asuh diberikan beberapa pernyataan yang terkait dengan stilmulus/bacaan,
  • Peserta asuh diminta menentukan benar/salah atau ya/tidak.
  • Pernyataan-pernyataan yang diberikan tersebut terkait antara satu dengan yang lainnya.
  • Susunan pernyataan benar dan pernyataan salah biar diacak secara random, tidak sistematis mengikuti contoh tertentu. Susunan yang bersiklus sistematis sanggup memberi petunjuk kepada tanggapan yang benar.

baca juga:
Aplikasi Analisis Soal Tematik Perguruan Tinggi Swasta dan PAS Format Excel
Contoh Format Analisis Soal Ulangan Harian Format Excel

c. Isian singkat atau melengkapi


Soal yang menuntut akseptor tes untuk mengisi tanggapan singkat dengan cara mengisi kata, frase, angka, atau simbol. Karakteristik soal isian singkat atau melengkapi ialah sebagai berikut.
1) Bagian kalimat yang harus dilengkapi sebaiknya hanya satu bab dalam ratio butir soal, dan paling banyak dua bab supaya tidak membingungkan siswa.
2) Jawaban yang dituntut oleh soal harus singkat dan niscaya yaitu berupa kata, frase, angka, simbol, tempat, atau waktu.

d. Jawaban singkat atau pendek


Soal yang jawabannya berupa kata, kalimat pendek, atau frase terhadap suatu pertanyaan.
Karakteristik
1) Menggunakan kalimat pertanyaan eksklusif atau kalimat perintah;
2) Pertanyaan atau perintah harus jelas, biar menerima tanggapan yang singkat;
3) Panjang kata atau kalimat yang harus dijawab oleh siswa pada semua soal diusahakan relatif sama;
4) Hindari penggunaan kata, kalimat, atau frase yang diambil eksklusif dari buku teks, alasannya ialah akan mendorong siswa untuk sekadar mengingat atau menghafal apa yang tertulis dibuku.

Download Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) PDF


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Itulah dari aku ihwal Panduan Penyusunan Soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) PDF semoga bisa menunjukkan citra untuk meningkatkan kualitas gaya pikir masing-masing. Amin...

Wednesday, 12 December 2018

Jadi Berakal Referensi 14 Format Manajemen Aktivitas Mencar Ilmu Mengajar (Kbm)


Administrasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sangat penting untuk mencatat perkembangan kemampuan siswa dalam berguru sehingga dengan begitu guru mempunyai catatan yang akurat. Selain itu manajemen KBM juga sebagai catatan evaluasi dan jadwal pembelajaran, dengan begitu acara pembelajaran akan lebih terarah dan terpola yang tertuang dalam kurikulum, silabus dan RPP.

Karena itu saya akan membagikan teladan file manajemen KBM yang bisa menjadi acuan catatan guru di kelas, baik itu berupa jurnal harian, catatan harian kelas, sop kelas dan sebagainya. Selebihnya bisa anda edit sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sebab file ini berbentuk format word / excel.

baca juga:
Panduan Penyusunan Soal HOTS
6 Bentuk Tingkatan Soal Kognitif
Contoh Cara Penyusunan Kisi-Kisi Soal Pilihan Ganda

Berikut ini list 14 teladan file format manajemen acara berguru mengajar:

  1. Format Analisis Jam Belajar
  2. Format Program Tahunan
  3. Format Program Semester
  4. Format KKM dan RPP
  5. Format Silabus Layanan Kelas
  6. Format Kartu Soal PG
  7. Format Kartu Soal Essay
  8. Format Rencana Remedial Teaching
  9. Format Rencana Remedial Test
  10. Format Jurnal & Presensi Remidial Teaching
  11. Format Kendali Remedial Teaching
  12. Model SOP Manajemen Kelas
  13. Format Jurnal Harian Kelas
  14. Format Catatan Harian Kelas

Download 14 Contoh Format Administrasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Cukup sekian dari saya sekedar membuatkan ihwal Contoh Administrasi KBM, biar bisa bermanfaat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Tuesday, 12 February 2019

Jadi Berilmu Panduan / Ajaran Evaluasi Sd Mi Revisi Kurikulum 2013 Terbaru


Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru. Berdasarkan fungsinya, evaluasi sering dibedakan dalam dua kelompok yaitu evaluasi formatif dan sumatif. Penilaian formatif berfungsi untuk memberi umpan balik terhadap kemajuan berguru penerima didik, memperbaiki proses pengajaran atau pembelajaran dalam rangka meningkatkan pemahaman atau prestasi berguru penerima didik. Penilaian sumatif berungsi untuk menilai pencapaian siswa pada suatu periode waktu tertentu. Pada perkembangan terakhir evaluasi dibedakan dalam tiga kelompok, yaitu assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning.

Sejalan dengan perbedaan fungsi penilaian, metode yang dipakai juga berbeda. Sebagai contoh, pada assessment for learning metode yang dipakai hendaknya yang sanggup memperlihatkan secara terperinci pemahaman atau penguasaan dan kelemahan penerima didik terhadap suatu materi. Karena evaluasi formatif menyatu pada proses pembelajaran dan fokus pada umpan balik bagi pembelajaran. Untuk ini sanggup dipakai aneka macam metode sehingga memberi informasi yang komprehensif dan objektif menyerupai bertanya, percakapan, dan tugas-tugas.

Sementara untuk evaluasi sumatif, sesuai tujuannya, evaluasi dilakukan pada waktu tertentu contohnya tengah semester, selesai semester, kenaikan kelas, dan selesai suatu jenjang pendidikan. Metode atau instrumen yang sanggup dipakai ujian atau tes. Selama ini assessment of learning paling secara umum dikuasai dilakukan oleh pendidik dibandingkan assessment for learning dan assessment as learning. Diharapkan, dikala ini pendidik lebih mengutamakan assessment as learning dan assessment for learning dibandingkan assessment of learning


Teknik Penilaian


a. Penilaian Sikap


Penilaian sikap dimaksudkan sebagai evaluasi terhadap sikap penerima didik dalam proses pembelajaran yang meliputi sikap spiritual dan sosial. Penilaian sikap mempunyai karakteristik yang berbeda dari evaluasi pengetahuan dan keterampilan sehingga teknik evaluasi yang dipakai juga berbeda. Dalam hal ini, evaluasi sikap lebih ditujukan untuk membina sikap dalam rangka pembentukan karakter penerima didik.
  1. Sikap Spiritual; Kompetensi sikap spiritual (KI-1) yang akan diamati ialah menerima, menjalankan, dan menghargai pedoman agama yang dianutnya.
  2. Sikap Sosial; Kompetensi sikap sosial (KI-2) yang akan diamati meliputi sikap antara lain: jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangga, dan negara.

b. Penilaian Pengetahuan


Penilaian pengetahuan (KD dari KI-3) dilakukan dengan cara mengukur penguasaan penerima didik yang meliputi dimensi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognisi dalam aneka macam tingkatan proses berpikir.

Prosedur penilaian pengetahuan dimulai dari penyusunan perencanaan, pengembangan instrumen penilaian, pelaksanaan penilaian, pengolahan, dan pelaporan, serta pemanfaatan hasil penilaian. Hasil evaluasi pencapaian pengetahuan dilaporkan dalam bentuk angka, predikat, dan deskripsi. Angka memakai rentang nilai 0 hingga dengan 100. Predikat disajikan dalam karakter A, B, C, dan D. Rentang predikat (interval) ini ditentukan oleh Satuan Pendidikan dengan mempertimbangkan KKM.

Deskripsi dibentuk dengan memakai kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Teknik evaluasi pengetahuan memakai tes tertulis, lisan, dan penugasan.

1. Tes Tertulis


Tes tertulis ialah tes yang soal dan jawabannya secara tertulis, antara lain berupa pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen tes tertulis dikembangkan dengan mengikuti langkah-langkah:
  • Melakukan analisis 
  • Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
  • Menulis soal menurut kisi-kisi dan mengacu pada kaidah-kaidah penulisan soal.
  • Menyusun pedoman penskoran.
  • Melakukan penskoran menurut pedoman penskoran.

2. Tes Lisan


Tes mulut berupa pertanyaan-pertanyaan, perintah, kuis yang diberikan pendidik secara mulut dan penerima didik merespon pertanyaan tersebut secara lisan. Tes mulut bertujuan menumbuhkan sikap berani berpendapat, mengecek penguasaan pengetahuan untuk perbaikan pembelajaran, percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Langkah-langkah pelaksanaan tes mulut sebagai berikut:
  • Melakukan analisis KD.
  • Menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan KD.
  • Membuat pertanyaan atau
  • Menyusun pedoman penilaian
  • Memberikan tindak lanjut hasil tes lisan

3. Penugasan


Penugasan ialah pertolongan kiprah kepada penerima didik untuk mengukur pengetahuan dan memfasilitasi penerima didik memperoleh atau meningkatkan pengetahuan. Tugas sanggup dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai karakteristik tugas. Tugas tersebut sanggup dilakukan di sekolah, di rumah, atau di luar sekolah.

c. Penilaian Keterampilan


Penilaian keterampilan (KD dari KI-4) dilakukan dengan teknik penilain kinerja, evaluasi proyek, dan portofolio. Penilaian keterampilan memakai angka dengan rentang skor 0 hingga dengan 100, predikat, dan deskripsi.

baca: 4 teknik evaluasi keterampilan

1) Penilaian Kinerja


Penilaian kinerja (performance assessment) ialah evaluasi yang menuntut penerima didik untuk mendemonstrasikan dan mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam aneka macam macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Pada evaluasi kinerja, penekanannya sanggup dilakukan pada proses atau produk.

Penilaian kinerja yang menekankan pada produk disebut evaluasi produk, contohnya poster, puisi, dan kerajinan. Penilaian kinerja yang menekankan pada proses disebut evaluasi praktik, contohnya bermain sepak bola, memainkan alat musik, menyanyi, melaksanakan pengamatan memakai mikroskop, menari, bermain peran, dan membaca puisi.

2) Penilaian Proyek


Penilaian proyek merupakan aktivitas evaluasi terhadap suatu kiprah yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. Tugas tersebut berupa rangkaian aktivitas mulai dari perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, dan pelaporan.

Pada evaluasi proyek ada 4 (empat) hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:
  • Kemampuan pengelolaan; Kemampuan penerima didik dalam menentukan topik, mencari informasi, mengelola waktu pengumpulan data, dan penulisan laporan yang dilaksanakan secara kelompok.
  • Relevansi; Kesesuaian kiprah proyek dengan muatan pelajaran.
  • Keaslian; Proyek yang dilakukan penerima didik harus merupakan hasil karya sendiri di bawah bimbingan pendidik.
  • Inovasi dan kreativitas; Proyek yang dilakukan penerima didik mengandung unsur-unsur kebaruan atau sesuatu yang berbeda dari biasanya.

3) Penilaian Portofolio


Portofolio merupakan kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya penerima didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan (reflektif-integratif) dalam kurun waktu tertentu. Pada selesai periode portofolio tersebut dinilai oleh pendidik bahu-membahu dengan penerima didik dan selanjutnya diserahkan kepada pendidik pada kelas berikutnya dan dilaporkan kepada orangtua sebagai bukti autentik perkembangan penerima didik.

baca: teknik dan pola evaluasi portofolio

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan panduan dalam penggunaan evaluasi portofolio di sekolah ialah sebagai berikut:
  1. karya orisinil penerima didik
  2. saling percaya antara pendidik dan penerima didik
  3. kerahasiaan bersama antara pendidik dan penerima didik
  4. milik bersama antara penerima didik dan pendidik
  5. kepuasan pada diri penerima didik
  6. kesesuaian dengan kompetensi dalam kurikulum
  7. penilaian proses dan hasil
  8. penilaian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran.
  9. Bentuk portofolio
    • File folder yang bisa dipakai untuk menyimpan aneka macam hasil karya terkait dengan produk seni (gambar, kerajinan tangan, dan sebagainya).
    • Album berisi foto, video, audio.
    • Stopmap berisi tugas-tugas imla/dikte dan goresan pena (karangan, catatan) dan sebagainya.
    • Buku siswa yang disusun menurut Kurikulum 2013, juga merupakan portofolio penerima didik SD.

Dalam memakai portofolio, pendidik beserta penerima didik perlu memperhatikan hal-hal berikut:
  • masing-masing penerima didik mempunyai portofolio sendiri yang di dalamnya memuat hasil berguru penerima didik;
  • menentukan hasil kerja yang perlu dikumpulkan/disimpan;
  • sewaktu-waktu penerima didik diharuskan membaca catatan pendidik yang berisi komentar, masukan, dan tindakan lebih lanjut yang harus dilakukan penerima didik dalam rangka memperbaiki hasil kerja dan sikap;
  • peserta didik dengan kesadaran sendiri menindaklanjuti catatan pendidik;
  • catatan pendidik dan perbaikan hasil kerja yang dilakukan penerima didik perlu diberi tanggal sehingga perkembangan kemajuan berguru penerima didik sanggup terlihat.

Itulah sedikit ulasan dari perihal Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru, untuk selengkapnya bisa anda download file pdf pada link di bawah ini:

Panduan / Pedoman Penilaian SD MI Revisi Kurikulum 2013 Terbaru

Demikian dari kami agar bisa menawarkan manfaat untuk kita semua. Amin...

Thursday, 13 December 2018

Jadi Cerdik Indikator Kunci Rkm Dan Rkam 8 Standar Untuk Mi Mts Ma


Indikator kunci ini memuat rincian dari semua kebutuhan manajemen sekolah / madrasah yang tertuang dalam 8 standar (standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian).

Indikator kunci ini biasanya digunakan dalam penyusunan RKM dan RKAM yang diperlukan dalam proses pencairan dana BOS. Namun bisa juga digunakan sebagai pola manajemen untuk melengkapi perangkat akreditasi, atau hanya sekedar tertib administrasi. Kaprikornus semua poin kebutuhan sekolah / madrasah sudah dirinci dalam indikator ini.

Selain itu, dalam indikator kunci ini juga terdapat poin-poin yang harus ada dalam bentuk bukti fisik. Supaya lebih detail dan gampang dipahami, saya contohkan 2 poin saja per masing-masing standar diatas berikut ini:

Contoh Indikator Kunci dan Bukti Fisik 8 Standar Pendidikan


1. Standar isi / pengembangan kurikulum

Sekolah melaksanakan kegiatan remedial bagi penerima didik yang belum mencapai ketuntasan

  • Rancangan program remedial
  • Jadwal Pelaksanaan kegiatan remedial
  • Data guru pemberi kegiatan remedial
  • Data siswa penerima kegiatan remedial

Sekolah melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler diorganisasikan/diprogram melalui perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan tindak lanjut

  • Daftar Hadir kegiatan ekstrakurikuler
  • Daftar kegiatan ekstrakurikuler dan pembinanya
  • Program Kegiatan Ekstrakurikuler
  • Catatan penilaian Ekstrakurikuler
  • Laporan Kegiatan Ekstrakurikuler

2. Standar proses / pengembangan proses pembelajaran

Sekolah merumuskan muatan komponen dalam silabus sebagai pola pengembangan dalam RPP terdiri dari: Identitas mata pelajaran, KI, KD , Indikator pencapaian kompetensi, bahan ajar, kegiatan pembelajaran yang memuat pendidikan budaya dan karakter, penilaian hasil berguru yang memuat pendidikan budaya dan karakter, alokasi waktu, dan sumber belajar.

  • Dokumen KTSP
  • Silabus semua mata pelajaran yang memuat komponen sebagai pola pengembangan RPP
  • Silabus muatan lokal yang memuat komponen sebagai pola pengembangan RPP

Sekolah menyediakan beberapa buku dan sumber berguru lainnya dengan gampang untuk dipinjam dan digunakan di luar sekolah dalam kurun waktu tidak lebih dari satu ahad dan sanggup diperpanjang.

  • Buku referensi
  • Buku panduan
  • Buku pengayaan
  • Daftar pengunjung perpustakaan
  • Daftar peminjam buku perpustakaan

3. Standar kompetensi lulusan/pengembangan kompetensi lulusan (akademik dan non akademik)

Hasil berguru penerima didik tiap mata pelajaran di sekolah melampui KKM standar minimal nasional (75%)

  • Penetapan KKM oleh Kepala Sekolah
  • Lagger/ daftar kumpulan nilai
  • Raport
  • Rekapitulasi pencapaian KKM semua mata pelajaran

Peserta didik di Sekolah menyebarkan kemampuan ihwal lingkungan hidup sebagai berikut:

  • Dokumen hasil karya siswa
  • Dokumen penilaian guru agama
  • Dokumen kegiatan ekstra kurikuler
  • Dokumen hasil pengamatan guru BK

4. Standar pendidik dan tenaga kependidikan

Sekolah mempunyai tenaga manajemen (rombongan berguru lebih dari 6)

  • Papan data guru dan tenaga kependidikan
  • SK Pembagian Tugas
  • Analisis Kebutuhan tenaga kependidikan
  • Dokumen adminstrasi masing-masing PTK"

Sekolah mempunyai Kepala Perpustakaan yang memenuhi standar sebagai berikut:

  • Ijasah
  • SK Pengangkatan
  • Sertifikat Pustakawan
  • Program kepala perpustakaan
  • Buku induk perpustkaan

5. Standar sarana dan prasarana sekolah

Sekolah melaksanakan pemeliharaan berdasarkan surat perintah kerja

  • RKS/M/RKAS/M
  • Dokumen foto
  • Surat perintah kerja
  • Jadwal pelaksanaan
  • Buku laporan pemeliharaan

Sekolah menentukan lokasi yang terhindar dari ancaman yang mengancam kesehatan dan keselamatan

  • Pagar sekolah
  • Sanitasi sekolah
  • Bak sampah
  • Tempat basuh tangan

6. Standar pengelolaan / pengembangan dan implementasi manajemen sekolah

Sekolah melaksanakan peningkatan dan pengembangan kinerja dan profesi pendidik dan tenaga kependidikan melalui :

  • Program Pemberdayaan PTK
  • SK pembagian kiprah pendidik
  • SK pembagian kiprah bagi tenaga kependidikan (Kepala sekolah, Wakil, penanggung jawab perpustakaan, Lab, UKS, tenaga administrasi)
  • Daftar Promosi (Guru berprestasi, Cakep, Studi lanjut)
  • Sertifikat Guru
  • Sertifikat Diklat/ Sosialisasi/WoRKS/Mhop
  • Laporan kinerja PTK.
  • Tata tertib / SOP PTK.
  • DP3. / PPK penilain Prestasi Kerja

Sekolah menyusun tujuan planning kerja

  • RKM
  • Dokumen rumusan tujuan
  • Daftar Hadir Rapat
  • Notulen rapat
  • Dokumen perumusan RKTM
  • Laporan Hasil perumusan RKM dan RKTM
  • Dokumentasi kegiatan RKTM/RKM
  • Laporan hasil Review RKTM tahun sebelumnya

7. Standar pembiayaan / pengembangan dan penggalian dana pendidikan

Sekolah mempunyai Visi yang disusun dengan cara :

  • Daftar hadir rapat visi misi
  • Notulen rapat visi misi
  • Dokumen perumusan Visi Misi
  • Papan Visi dan Misi
  • Dokumen wawancara
  • Dokumen pengamatan
  • Daftar hadir sosialisasi
  • Laporan hasil Review secara berkala

Sekolah mempersiapkan unsur-unsur pelaksanaan akreditasi.

  • Instrumen penilaian kinerja sekolah
  • Instrumen kinerja guru
  • Instrumen kinerja Tenaga kependidikan
  • Program Penilaian
  • Program Remedial
  • Daftar hadir Siswa

8. Standar penilaian: pengembangan dan implementasi penilaian

semua guru di Sekolah menciptakan kisi-kisi soal

  • Dokumen Kisi-kisi Soal oleh semua guru
  • Dokumen Program ulangan tengah semester , kenaikan kelas, dan ulangan semester
  • Dokumen Silabus dan RPP

semua guru di Sekolah menyusun kegiatan ulangan harian berdasarkan Kompetensi Dasar, atau beberapa indikator setiap mata pelajaran

  • Kalender Pendidikan
  • Program ulangan harian
  • Dokumen Silabus dan RPP

Semuanya hanya citra 2 poin untuk masing-masing standar pendidikan

Download Indikator Kunci Untuk Penyusunan RKM dan RKAM dalam 8 Standar


Selengkapnya bisa anda download pada link berikut ini:
Download

Itulah dari saya ihwal Indikator Kunci 8 Standar Pendidikan, semoga bisa menjadi rujukan tertib administrasi. Amin...

Monday, 30 September 2019

Jadi Cendekia Skripsi Kooperatif Tipe Teams Games Tournament


Skripsi Kooperatif Tipe Teams Games Tournament. Skripsi ini lengkap dengan dengan semua contoh dokumen yang harus diselesaikan dalam penyusunan skripsi. ibarat RPP, LKS, kisi-kisi soal, lembar tes, nilai raport siswa, lembar observasi, angket, analisis data (validitas, reabilitas, daya beda, dan tingkat kesukaran),

Manual; Sumber daya insan memerlukan Pendidikan sebagai salah satu alat pemberdayaan, dimana pendidikan tersebut memegang peranan penting dalam mewujudkan sumber daya insan yang berkualitas.

Salah satu cara untuk meningkatkan sumber daya insan yang berkualitas adalah  dengan melalui pendidikan formal ibarat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA. Melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas diharapkan akan bisa mencapai arah dan tujuan Pendidikan Nasional. Seperti yang telah tersirat dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 wacana sistem pendidikan nasional, bahwa pendidikan diartikan sebagai perjuangan sadar dan berkala untuk mewujudkan suasana mencar ilmu dan proses pembelajaran semoga penerima didik secara aktif membuatkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, budbahasa mulia, serta keterampilan yang diharapkan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan nasional bertujuan membuatkan potensi penerima didik semoga menjadi insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, berdikari dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa (dalam Sugiono;2008:22). Oleh lantaran itu, diharapkan rumusan kecerdikan yang pokok sehingga sanggup dijadikan pola oleh pendidik dalam mengemban kiprah sebagai guru. Salah satu rumusan kecerdikan tersebut yaitu kurikulum. Kurikulum yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, kompetensi dasar, bahan standard, dan hasil belajar, serta cara yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan aktivitas pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar dan tujuan pendidikan.

Kurikulum yang diterapkan di Indonesia ketika ini yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sangat dituntut keaktifan siswa dalam belajar, proses pembelajaran tidak hanya didominasi oleh pendidik tetapi siswa ikut aktif dalam proses pembelajaran tersebut. Oleh alasannya yaitu itu, guru dituntut menjadi seorang pengajar profesional yang mempunyai kemampuan (skiil) serta bisa menerapkan model pembelajaran atau pendekatan pembelajaran yang sempurna sesuai dengan bahan yang akan diajarkan. Hal ini bertujuan untuk mencapai hasil mencar ilmu yang optimal dan sanggup meningkatkan motivasi pada diri siswa. Selain itu juga dimaksudkan untuk membuat suasana mencar ilmu yang menyenangkan sehingga siswa tidak merasa jenuh dan semakin aktif dalam proses belajar.

Salah satu pembelajaran yang sanggup meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa yaitu pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif yaitu solusi ideal terhadap duduk kasus penyediaan kesempatan berinteraksi secara kooperatif dan tidak dangkal kepada siswa dari latar belakang etnik yang berbeda (Slavin , 2008:103).

Model Pembelajaran Kooperatif memasukkan tujuan-tujuan kelompok dan tanggung jawab individual mengatakan efek positif yang konkret pada hasil mencar ilmu siswa, di samping itu pembelajaran kooperatif mempunyai dampak yang positif juga terhadap siswa yang rendah hasil belajarnya, manfaat pembelajaran kooperatif untuk siswa dengan mencar ilmu rendah antara lain meningkatkan motivasi dan meningkatkan hasil belajar. (Slavin , 2008:104).

Skripsi Kooperatif Tipe Teams Games Tournament

Dalam pembelajaran kooperatif ada beberapa tipe, diantaranya yaitu TGT (Team Game Tournament). Pembelajaran kooperatif tipe TGT menekankan pada kompetisi kegiatan, aktivitas tersebut ibarat STAD, tetapi kompetisi pada TGT dilakukan dengan cara membandingkan kemampuan antara anggota tim dalam suatu bentuk tournament.

Menurut De Varies Dan Slavin (dalam Ratumanan, 2002:115) menyatakan bahwa dalam pendekatan TGT ini merupakan cara efektif yang sanggup merubah pola diskusi dalam kelas dan menuntaskan masalah/memecahkan duduk kasus yang diberikan oleh guru. Siswa akan bertemu satu ahad satu kali pada meja tournament dengan dua rekan dari kelompok lain sebagai ganti tes tertulis untuk membandingkan kemampuan kelompoknya dengan kelompok lain. Model pembelajaran tipe TGT memotivasi siswa untuk berfikir serta bisa membantu satu sama lain. Dengan demikian siswa sanggup memecahkan duduk kasus serta sanggup memahami bahan yang telah dijelaskan oleh guru.